April 2017

ANTI TERORIS-KHOWARIJ FITNAHTAN LIL ALAMIN membongkar kesesatan dan bahaya ajaran wahabi tanduk setan ahlul fitnah dari najd berdasarkan al qur'an dan as sunnah serta pendapat fatwa para ulama sunni

Hukum Mengiringi Jenazah Dgn Bacaan Tahlil

Hukum Mengeringi Jenazah Dgn Bacaan Tahlil

Telah menjadi sebuah tradisi di sebagian masyarakat yang mengantar janazah ke pemakaman dengan iringan bacaan tahlil secara bersama-sama. Sementara ada penjelasan dari beberapa kitab yang menganjurkan untuk tidak mengucapkan kalimat dan untuk merenungi kematian. Bagaimanakah hukum tersebut? Robi', Sby.
Jawaban:
Benar apa yang disampaikan Bapak Robi' bahwa dalam mengiring janazah dianjurkan untuk diam dan menghayati kematian. Namun saat ini justru banyak orang yang ngobrol bahkan bicara sendiri-sendiri. Maka dengan berdzikir saat mengantar janazah ke pemakaman hukumnya adalah diperbolehkan, berdasarkan sebuah riwayat dari Ibnu Umar:
عن ابن عمر قال لم يكن يسمع من رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو يمشي خلف الجنازة إلا قول لا اله الا الله مبديا وراجعا
“Tidak didengar dari Rasulullah Saw yang mengiringi janazah kecuali ucapan La ilaha illa Allah, baik ketika berangkat atau pulang”
Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu 'Adi dalam kitab al Kamil sebanyak dua kali (I/271 dan IV/299). Ahli hadis al Hafidz az Zaila'i memberi penilaian terhadap hadis diatas dengan kategori hadis dlu'fan yasiran  (Nashbu ar Rayah II/292). Begitu pula penilaian ahli hadis al Hafidz Ibnu Hajar dalam kitab ad  Dirayah I/238.
Dengan demikian hukum mengantar janazah dengan iringan bacaan tahlil adalah TIDAK WAJIB namun hukumnya sunnah. jadi dibacakan tahlil maka lebih baik dan jika tidak maka tidak berdosa karena itu lebih baik dikerjakan daripada para pengantar jenazah saling bicara sendiri-sendiri dan berghibah . Sebab dengan bacaan tersebut masuk dalam perintah Allah dalam firmannya yang artinya: "Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya." (al Ahzab: 41)
Hukum Mengiringi Jenazah Dgn Bacaan Tahlil

Hukum Mengiringi Jenazah Dgn Bacaan Tahlil

Telah menjadi sebuah tradisi di sebagian masyarakat yang mengantar janazah ke pemakaman dengan iringan bacaan tahlil secara bersama-s...
4.82/ 5 (91)
Telah menjadi sebuah tradisi di sebagian masyarakat yang mengantar janazah ke pemakaman dengan iringan bacaan tahlil secara bersama-s...
4 Dari 5 BINTANG

Se Milyar Sholawat Nariyah Redam Aksi Makar Selamatkan Ahok

NEWSALAFY SHOLAWAT NARIYAH

Para Ulama Sepuh sebenarnya sudah mengerti nasib dan peristiwa yang akan terjadi pada negeri ini termasuk peristiwa peristiwa politik negeri ini seperti menang dan kalahnya Ahok dan bebas atau tidaknya Ahok dari jeratan pidana dari kasus sangkaan penistaan agama.
sejak awal reformasi di Era Presiden Gusdur peta politik telah banyak berubah yang sebelumnya hanya tiga partai yaitu partai berhaluan islam PPP Berpaham Aswaja, Golkar orde baru dengan paham kapitalis liberal yang berkiblat pada pada Amerika(blok barat) DAN PDI warisan orde lama yang berpaham campuran ( NASAKOM-nasiaonalis-komunis-agama  )

sejak tahun 2000 telah lahir kekuatan baru di peta politik negeri ini yaitu PAHAM WAHABI dengan khilafahnya yang di sokong dari ormas ormas wahabi yang MEMANG SEJAK LAMA sudah ada sejak awal abad 20 seperti SI (Syarikat Islam) Maupun Syarikat Dagang Islam dan kini semakin banyak menjamur spesies spesies wahabi di negeri. tercatat ada tiga Partai Wahabi Di negeri Ini yang sudah pasti di dalam  ke tiga partai politik itu mayoris di huni oleh umat wahabi sebagai pengurus maupun kadernya. adapun seperti PKB dan PPP Sudah pasti mayoritas Aswaja dengan Paham PANCASILA sebagai Penjabaran Piagam Madinah yang memiliki prinsip Prinsip Rohmatan lil alamin.

dalam sejarahnya Selain PKI, Umat wahabi juga PERNAH TERCATAT mengkhianati Pancasila  seperti pemberontakan DI/TII dengan NII(Negara Islam Indonesia) yang mengusung sistem khilafah jauh sebelum al Qaedah dan  KHOWARIJ ISIS dengan paham takfiri khilafahnya Lahir di timur tengah. PAHAM WAHABI sebagai fitnahtan lil alamin yang bersumber dari tanduk setan Najd saat ini semakin menancap kokoh di negeri Ini yang pasti menimbulkan fitnah dan ujian bagi umat islam baik di kehidupan sosial masyarakat sehari hari dengan mudah menebar fitnah musyrik sesat umat islam sampai berbentuk teror pada umat islam dan negara ini yang sudah pasti akan merusak ukhuwah islamiyah berkehidupan berbangsa dan bernegara serta membuat buruk citra umat islam dengan aksi aksi teror yang dilakukan spesies wahabi khowarij seperti ISIS dan Al QAEDAH.

Kembali pada tema judul "Se Milyar Sholawat Nariyah Redam Gejolak Politik Selamatkan Ahok "
mengingat apa yang akan terjadi di negeri ini para ulama Sunni  (NU) jauh jauh hari telah meng instruksikan pada puluhan juta warga Nahdliyin untuk memperbanyak membaca sholawat khususnya sholawat NARIYAH agar negeri  mendapatkan perlidungan Allah dan mendapatkan syafaat Rosulullah dari segala bahaya kehancuran umat islam Indonesia, sebagai negara ASWAJA terbesar dunia sekaligus negeri tempat kelahiran Imam MAHDI di akhir zaman.

kita ketahui bersama saat ini situasi politik dalam negeri semakin memanas sebagai konsekuensi pesta demokrasi dan adanya parpol parpol dan banyaknya ormas ormas wahabi saat ini, dan itu terlihat nyata dalam pilkada DKI, yang semula terjadi ketidak cocokan antara Gubenur Ahok dan FPI(pemuda Aswaja Garis Keras) hingga semakin melebarnya konfrontasi kedua belah pihak dengan kasus  sangkaan penistaan agama yang tak dapat dipungkiri terlibatnya ormas/partai wahabi yang berkolaborasi dengan partai jendral orde baru yang dipecat secara tidak hormat oleh presiden Habibie karena diduga akan melakukan aksi makar dengan mengirim ribuan prajurit kostrad mengepung jakarta pada masa itu. dan pihak intelejen telah mencium aksi aksi makar yang menunggangi kasus Ahok dengan FPI dalam pilkada kali ini. namun berkat Rohmat dan pertolongan Allah Serta do'a dan milyaran sholawat Nariyah serta berkat kesigapan aparat , penungggangan dan rencana aksi busuk makar dan fitnah akan mudah di redam dan di tepis sehingga pilkada berjalan lancar dan damai.

kekalahan Ahok dan bebasnya Ahok dari fitnah Penistaan Agama semaikin terlihat jelas ,di akhir akhir persidangan sudah mulai terlihat jelas Ahok bahwa Ahok akan bebas dari Pidana dan kekalahan Ahok pun semakin jelas dari hasil survey yang kalah tipis 2% dari Anis Sandi. jadi  ini mungkin ini adalah suatu bentuk keadilan untuk para pendukun keduanya serta umat dan bangsa ini pada umumnya. untuk pendukung Ahok jangan kecewa dulu , bisa jadi dua tahun kedepan Ahok MENJADI Cawapres maju bersama Pak JOKOWI Di pilpres 2019 mendatang yang dipastikan secara elektabilitas dan popularis serta dana kampanye jauh lebih unggul dari capres cawapres lainnnya serta barang tentu sudah isu isu seperti komunis, penistaan dan larangan memilih non muslim akan mencuat kembali dari lawan yang sama pada pilpres mendatang.

SEKIAN,SEMOGA BERMANFAAT MENJADI HIKMA PELAJARAN BAGI UMAT ISLAM DAN BANGSA INI DAN TERUS WASPADAI BAHAYA WAHABI FITNAHTAN LIL ALAMIN.
Se Milyar Sholawat Nariyah Redam Aksi Makar Selamatkan Ahok

Se Milyar Sholawat Nariyah Redam Aksi Makar Selamatkan Ahok

Para Ulama Sepuh sebenarnya sudah mengerti nasib dan peristiwa yang akan terjadi pada negeri ini termasuk peristiwa peristiwa politik n...
4.82/ 5 (91)
Para Ulama Sepuh sebenarnya sudah mengerti nasib dan peristiwa yang akan terjadi pada negeri ini termasuk peristiwa peristiwa politik n...
4 Dari 5 BINTANG

KEISTIMEWAAN BULAN RAJAB BERDASARKAN HADIS NABI

KEISTIMEWAAN BULAN RAJAB BERDASARKAN HADIS NABI
Rajab adalah bulan ke tujuh dari penggalan Islam qomariyah
(hijriyah ). Peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad shalallah ‘alaih
wasallam untuk menerima perintah salat lima waktu terjadi pada 27 Rajab ini.
Bulan Rajab juga merupakan salah satu bulan haram, artinya bulan
yang dimuliakan. Dalam tradisi Islam dikenal ada empat bulan
haram, ketiganya secara berurutan adalah: Dzulqa'dah, Dzulhijjah,
Muharram, dan satu bulan yang tersendiri, Rajab.
Dinamakan bulan haram karena pada bulan-bulan tersebut orang
Islam dilarang mengadakan peperangan. Tentang bulan-bulan
ini, Al-Qur’an menjelaskan:
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas
bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit
dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan)
agama yang lurus, Maka janganlah kamu Menganiaya diri
kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum
musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun
memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah
beserta orang-orang yang bertakwa .”

Hukum Puasa Rajab
Hadis-hadis Nabi yang menganjurkan atau memerintahkan
berpuasa dalam bulan- bulan haram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah,
Muharram dan Rajab) itu cukup menjadi hujjah atau landasan
mengenai keutamaan puasa di bulan Rajab.
Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah bersabda
" Puasalah pada bulan-bulan haram." (Riwayat Abu Dawud, Ibnu
Majah, dan Ahmad). 

Hadis lainnya adalah riwayat al-Nasa'i dan Abu
Dawud (dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah): "Usamah berkata pada
Nabi Muhammad Saw, “Wahai Rasulallah, saya tak melihat Rasul
melakukan puasa (sunnah) sebanyak
yang Rasul lakukan dalam bulan Sya'ban. Rasul menjawab: 'Bulan
Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang
dilupakan oleh kebanyakan orang .'"
Menurut as-Syaukani dalam Nailul Authar, dalam bahasan puasa
sunnah, ungkapan Nabi, "Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab
dan Ramadan yang dilupakan kebanyakan orang" itu secara
implisit menunjukkan bahwa bulan Rajab juga disunnahkan melakukan
puasa di dalamnya.
Keutamaan berpuasa pada bulan haram juga diriwayatkan dalam
hadis sahih imam Muslim. Bahkan berpuasa di dalam bulan-bulan
mulia ini disebut Rasulullah sebagai puasa yang paling utama setelah
puasa Ramadan. Nabi bersabda :
“Seutama-utama puasa setelah Ramadan adalah puasa di bulan-
bulan al-muharram (Dzulqa'dah,Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab).
Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumid-Din menyatakan bahwa kesunnahan
berpuasa menjadi lebih kuat jika dilaksanakan pada hari-hari utama
(al-ayyam al-fadhilah ). Hari- hari utama ini dapat ditemukan pada
tiap tahun, tiap bulan dan tiap minggu. Terkait siklus bulanan ini
Al-Ghazali menyatakan bahwa Rajab terkategori al-asyhur al-fadhilah
di samping dzulhijjah, muharram dan sya’ban. Rajab juga terkategori
al-asyhur al-hurum di samping dzulqa’dah, dzul hijjah, dan
muharram.
Disebutkan dalam Kifayah al- Akhyar, bahwa bulan yang paling
utama untuk berpuasa setelah Ramadan adalah bulan- bulan
haram yaitu dzulqa’dah, dzul hijjah,rajab dan muharram. Di antara
keempat bulan itu yang paling utama untuk puasa adalah bulan al-
muharram, kemudian Sya’ban. Namun menurut Syaikh Al-Rayani,
bulan puasa yang utama setelah al-Muharram adalah Rajab.
Terkait hukum puasa dan ibadah pada Rajab, Imam Al-Nawawi
menyatakan, telah jelas dan shahih riwayat bahwa Rasul SAW menyukai
puasa dan memperbanyak ibadah di bulan haram, dan Rajab adalah
salah satu dari bulan haram, maka selama tak ada pelarangan khusus
puasa dan ibadah di bulan Rajab,
maka tak ada satu kekuatan untuk
melarang puasa Rajab dan ibadah
lainnya di bulan Rajab” (Syarh
Nawawi ‘ala Shahih Muslim ).
Hadis Keutamaan Rajab
Berikut beberapa hadis yang
menerangkan keutamaan dan
kekhususan puasa bulan Rajab:
• Diriwayatkan bahwa apabila
Rasulullah SAW memasuki bulan
Rajab beliau berdo’a:“ Ya, Allah
berkahilah kami di bulan Rajab
(ini) dan (juga) Sya’ban, dan
sampaikanlah kami kepada bulan
Ramadhan .” (HR. Imam Ahmad,
dari Anas bin Malik).
• "Barang siapa berpuasa pada
bulan Rajab sehari, maka
laksana ia puasa selama
sebulan, bila puasa 7 hari maka
ditutuplah untuknya 7 pintu
neraka Jahim, bila puasa 8 hari
maka dibukakan untuknya 8
pintu surga, dan bila puasa 10
hari maka digantilah dosa-
dosanya dengan kebaikan ."
• Riwayat al-Thabarani dari Sa'id
bin Rasyid: “Barangsiapa
berpuasa sehari di bulan Rajab,
maka ia laksana berpuasa
setahun, bila puasa 7 hari maka
ditutuplah untuknya pintu-pintu
neraka jahanam, bila puasa 8
hari dibukakan untuknya 8 pintu
surga, bila puasa 10 hari, Allah
akan mengabulkan semua
permintaannya....."
• "Sesungguhnya di surga
terdapat sungai yang dinamakan
Rajab, airnya lebih putih
daripada susu dan rasanya lebih
manis dari madu. Barangsiapa
puasa sehari pada bulan Rajab,
maka ia akan dikaruniai minum
dari sungai tersebut ".
• Riwayat (secara mursal) Abul Fath
dari al-Hasan, Nabi Muhammad
SAW bersabda: "Rajab itu
bulannya Allah, Sya'ban bulanku,
dan Ramadan bulannya
umatku ."
• Sabda Rasulullah SAW lagi : “ Pada
malam mi’raj, saya melihat
sebuah sungai yang airnya lebih
manis dari madu, lebih sejuk dari
air batu dan lebih harum dari
minyak wangi, lalu saya
bertanya pada Jibril a.s.: “Wahai
Jibril untuk siapakan sungai
ini ?”Maka berkata Jibrilb a.s.:
“Ya Muhammad sungai ini adalah
untuk orang yang membaca
salawat untuk engkau di bulan
Rajab ini”.
KEISTIMEWAAN BULAN RAJAB BERDASARKAN HADIS NABI

KEISTIMEWAAN BULAN RAJAB BERDASARKAN HADIS NABI

Rajab adalah bulan ke tujuh dari  penggalan Islam qomariyah (hijriyah ). Peristiwa Isra Mi’raj  Nabi Muhammad shalallah ‘alaih wasallam ...
4.82/ 5 (91)
Rajab adalah bulan ke tujuh dari  penggalan Islam qomariyah (hijriyah ). Peristiwa Isra Mi’raj  Nabi Muhammad shalallah ‘alaih wasallam ...
4 Dari 5 BINTANG

Sony Nur PROFIL ADMIN

Sony Nur adalah Ustad Blogger dari
Surabaya, Jawa Timur
Indonesia
Follow Sony Nur Di Dan

Theme designed by Damzaky - Published by Proyek-Template
Powered by Blogger
-->