RASA UJUB MENJADIKAN IBNU MALIK TIDAK DAPAT MENERUSKAN KARYANYA, KITAB ALFIYAH.

2017-03-24

RASA UJUB MENJADIKAN IBNU MALIK TIDAK DAPAT MENERUSKAN KARYANYA, KITAB ALFIYAH.

RASA UJUB MENJADIKAN IBNU MALIK TIDAK DAPAT MENERUSKAN KARYANYA, KITAB  ALFIYAH.

Siapa tak kenal Kitab Alfiyah..???
Semua yang pernah nyantri pasti tahu kitab tsb.
Kitab Nahdham seribu bait yang mengulas Ilmu Nahwu tsb dipelajari terus di berbagai majelis ilmu hingga kini.
.
Pengarangnya:
"Al-‘Allâmah Abû ‘Abdillâh Muhammad Jamâluddîn ibn Mâlik
At-Thâî atau tersohor dengan sebutan "Ibnu Malik".
Beliau merupakan pakar gramatika Arab ternama dari Andalusia (Spanyol).
.
Namun demikian,
Ada cerita menarik di proses penulisan Muqaddimah Nadham luar biasa yang masih dilantunkan di berbagai pesantren dan madrasah ini.
………………
.
وَأسْتَـعِيْنُ اللهَ فِيْ ألْفِــيَّهْ ¤ مَقَاصِدُ الْنَّحْوِ بِهَا مَحْوِيَّهْ
.
(Dan aku memohon kepada Allah untuk kitab Alfiyah,
yang dengannya dapat mencakup seluruh materi Ilmu Nahwu)
.
تُقَرِّبُ الأَقْصَى بِلَفْظٍ مُوْجَزِ ¤ وَتَبْسُـطُ الْبَذْلَ بِوَعْدٍ مُنْجَزِ
.
(Mendekatkan pengertian yang jauh dengan lafadz yang ringkas serta dapat memberi penjelasan rinci dengan waktu yang singkat)
.
وَتَقْتَضِي رِضَاً بِغَيْرِ سُخْطِ ¤ فَـائِقَةً أَلْفِــــيَّةَ ابْنِ مُعْطِي
.
(Kitab ini menuntut kerelaan tanpa kemarahan, Melebihi Kitab Alfiyah-nya Ibnu Mu’thi)
.
→ Sampai di sini Ibnu Malik hendak menjelaskan kepada pembaca bahwa Kitabnya lebih unggul dan komprehensif dari kitab karya ulama sebelumnya,
Yakni Ibnu Mu'thi.
.
→ Dalam kitab:
"Hasyiyah al-'Allamah Ibnu Hamdûn 'ala Syarhil Makudi li Alfiyati ibn Malik", ( Scan kitab tsb dibawah) dikisahkan:
Setelah itu Ibnu Malik meneruskannya dengan bait:
.
فَائِقَةً لَهَا بِأَلْفِ بَيْتٍ ¤ ................
.
(Mengunggulinya {karya Ibnu Mu’thi} dengan seribu bait,…....)
Belum sempurna bait ini dibuat,.....
Tiba-tiba saja Imam Ibnu Malik terhenti.
Inspirasinya lenyap, tak mampu menulis apa yang hendak dilanjutkan.
Suasana pikiran kosong semacam ini bahkan berlangsung sampai beberapa hari.
Hingga kemudian ia bertemu seseorang dalam mimpi.
.
“Aku mendengar kau sedang mengarang Alfiyah tentang ilmu nahwu..??”..
“Betul...!!,” sahut Ibnu Malik.
.
“Sampai di mana...??”.
.
“Faiqatan laha bi alfi baitin…”
.
“Apa yang membuatmu berhenti menuntaskan bait ini..???”.
.
“Aku lemas tak berdaya selama beberapa hari,” jawabnya lagi.
.
“Kau ingin menuntaskannya..???”.
.
“Ya...!!".
.
Lalu orang dalam mimpi itu menyambung bait yang terpotong.
.
فَائِقَةً لَهَا بِأَلْفِ بَيْت ¤..........
Dengan
.
وَ اْلحَيُّ قَدْ يَغْلِبُ أَلْفَ مَيِّت
.
(Orang hidup memang terkadang bisa menaklukkan seribu
orang mati).
.
→ Kalimat ini merupakan sindiran kepada Ibnu Malik atas rasa bangganya (‘ujub) terhadap kitab Alfiyah yang dianggap lebih bagus dari pengarang sebelumnya yang sudah wafat.
Sebuah tamparan keras menghantam perasaan sang pengarang Alfiyah.
.
Ibnu Malik: “Apakah kau Ibnu Mu’thi..???”.
.
“Betul....!!”.
.
Ibnu Malik insaf dan malu luar biasa.
Pagi harinya seketika ia membuang potongan bait yang belum tuntas itu dan menggantinya dengan dua bait Muqaddimah yang lebih sempurna:
.
وَهْوَ بِسَبْقٍ حَائِزٌ تَفْضِيْلاً ¤ مُسْـتَوْجِبٌ ثَنَائِيَ الْجَمِيْلاَ
.
(Beliau [Ibnu Mu’thi] lebih istimewa karena lebih awal.
Beliau berhak atas sanjunganku yang indah)
.
وَاللَّهُ يَقْضِي بِهِبَـاتٍ وَافِرَهْ ¤ لِي وَلَهُ فِي دَرَجَاتِ الآخِرَهْ
.
(Semoga Allah melimpahkan karunianya yang luas untukku dan untuk beliau pada derajat-derajat tinggi diakhirat).
.
■ Kisah di atas mengungkap pesan bahwa tak ada seorang pun yang bisa beranggapan keilmuannya secara mutlak lebih unggul dari ulama sebelumnya.
Uraian Ibnu Malik dalam Alfiyah-nya mungkin lebih lengkap dan detail dari karya Ibnu Mu’thi,
Tapi karya pendahulu tetap lebih penting karena memberi
dasar-dasar rintisan bagi karangan ulama berikutnya.
.
Dalam sebuah Hadits disebutkan:
.
أباؤكم خير من أبنائكم إلى يوم القيامة.
.
"Para pendahulu (pelopor) lebih baik dari generasi penerus hingga hari kiamat.
.
Cerita tersebut juga mengingatkan kita tentang pentingnya tetap Tawaddu.
Walaupun kita telah mencapai puncak prestasi tertentu,
Sehebat apapun kita........
Akan menjadi rendah ketika disikapi dengan Kecongkakan atau kesombongan.
.
Ibnu Malik sempat sedikit tergelincir ke arah itu,
Lantas segera berbenah.
Alhasil, karyanya terus mengalirkan Pengetahuan dan Berkah, bak mata air yang tak kunjung padam hingga sekarang.
.
○ Semoga bermanfaat.
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner