Maret 2017

ANTI TERORIS-KHOWARIJ FITNAHTAN LIL ALAMIN membongkar kesesatan dan bahaya ajaran wahabi tanduk setan ahlul fitnah dari najd berdasarkan al qur'an dan as sunnah serta pendapat fatwa para ulama sunni

RASA UJUB MENJADIKAN IBNU MALIK TIDAK DAPAT MENERUSKAN KARYANYA, KITAB ALFIYAH.

RASA UJUB MENJADIKAN IBNU MALIK TIDAK DAPAT MENERUSKAN KARYANYA, KITAB  ALFIYAH.

Siapa tak kenal Kitab Alfiyah..???
Semua yang pernah nyantri pasti tahu kitab tsb.
Kitab Nahdham seribu bait yang mengulas Ilmu Nahwu tsb dipelajari terus di berbagai majelis ilmu hingga kini.
.
Pengarangnya:
"Al-‘Allâmah Abû ‘Abdillâh Muhammad Jamâluddîn ibn Mâlik
At-Thâî atau tersohor dengan sebutan "Ibnu Malik".
Beliau merupakan pakar gramatika Arab ternama dari Andalusia (Spanyol).
.
Namun demikian,
Ada cerita menarik di proses penulisan Muqaddimah Nadham luar biasa yang masih dilantunkan di berbagai pesantren dan madrasah ini.
………………
.
وَأسْتَـعِيْنُ اللهَ فِيْ ألْفِــيَّهْ ¤ مَقَاصِدُ الْنَّحْوِ بِهَا مَحْوِيَّهْ
.
(Dan aku memohon kepada Allah untuk kitab Alfiyah,
yang dengannya dapat mencakup seluruh materi Ilmu Nahwu)
.
تُقَرِّبُ الأَقْصَى بِلَفْظٍ مُوْجَزِ ¤ وَتَبْسُـطُ الْبَذْلَ بِوَعْدٍ مُنْجَزِ
.
(Mendekatkan pengertian yang jauh dengan lafadz yang ringkas serta dapat memberi penjelasan rinci dengan waktu yang singkat)
.
وَتَقْتَضِي رِضَاً بِغَيْرِ سُخْطِ ¤ فَـائِقَةً أَلْفِــــيَّةَ ابْنِ مُعْطِي
.
(Kitab ini menuntut kerelaan tanpa kemarahan, Melebihi Kitab Alfiyah-nya Ibnu Mu’thi)
.
→ Sampai di sini Ibnu Malik hendak menjelaskan kepada pembaca bahwa Kitabnya lebih unggul dan komprehensif dari kitab karya ulama sebelumnya,
Yakni Ibnu Mu'thi.
.
→ Dalam kitab:
"Hasyiyah al-'Allamah Ibnu Hamdûn 'ala Syarhil Makudi li Alfiyati ibn Malik", ( Scan kitab tsb dibawah) dikisahkan:
Setelah itu Ibnu Malik meneruskannya dengan bait:
.
فَائِقَةً لَهَا بِأَلْفِ بَيْتٍ ¤ ................
.
(Mengunggulinya {karya Ibnu Mu’thi} dengan seribu bait,…....)
Belum sempurna bait ini dibuat,.....
Tiba-tiba saja Imam Ibnu Malik terhenti.
Inspirasinya lenyap, tak mampu menulis apa yang hendak dilanjutkan.
Suasana pikiran kosong semacam ini bahkan berlangsung sampai beberapa hari.
Hingga kemudian ia bertemu seseorang dalam mimpi.
.
“Aku mendengar kau sedang mengarang Alfiyah tentang ilmu nahwu..??”..
“Betul...!!,” sahut Ibnu Malik.
.
“Sampai di mana...??”.
.
“Faiqatan laha bi alfi baitin…”
.
“Apa yang membuatmu berhenti menuntaskan bait ini..???”.
.
“Aku lemas tak berdaya selama beberapa hari,” jawabnya lagi.
.
“Kau ingin menuntaskannya..???”.
.
“Ya...!!".
.
Lalu orang dalam mimpi itu menyambung bait yang terpotong.
.
فَائِقَةً لَهَا بِأَلْفِ بَيْت ¤..........
Dengan
.
وَ اْلحَيُّ قَدْ يَغْلِبُ أَلْفَ مَيِّت
.
(Orang hidup memang terkadang bisa menaklukkan seribu
orang mati).
.
→ Kalimat ini merupakan sindiran kepada Ibnu Malik atas rasa bangganya (‘ujub) terhadap kitab Alfiyah yang dianggap lebih bagus dari pengarang sebelumnya yang sudah wafat.
Sebuah tamparan keras menghantam perasaan sang pengarang Alfiyah.
.
Ibnu Malik: “Apakah kau Ibnu Mu’thi..???”.
.
“Betul....!!”.
.
Ibnu Malik insaf dan malu luar biasa.
Pagi harinya seketika ia membuang potongan bait yang belum tuntas itu dan menggantinya dengan dua bait Muqaddimah yang lebih sempurna:
.
وَهْوَ بِسَبْقٍ حَائِزٌ تَفْضِيْلاً ¤ مُسْـتَوْجِبٌ ثَنَائِيَ الْجَمِيْلاَ
.
(Beliau [Ibnu Mu’thi] lebih istimewa karena lebih awal.
Beliau berhak atas sanjunganku yang indah)
.
وَاللَّهُ يَقْضِي بِهِبَـاتٍ وَافِرَهْ ¤ لِي وَلَهُ فِي دَرَجَاتِ الآخِرَهْ
.
(Semoga Allah melimpahkan karunianya yang luas untukku dan untuk beliau pada derajat-derajat tinggi diakhirat).
.
■ Kisah di atas mengungkap pesan bahwa tak ada seorang pun yang bisa beranggapan keilmuannya secara mutlak lebih unggul dari ulama sebelumnya.
Uraian Ibnu Malik dalam Alfiyah-nya mungkin lebih lengkap dan detail dari karya Ibnu Mu’thi,
Tapi karya pendahulu tetap lebih penting karena memberi
dasar-dasar rintisan bagi karangan ulama berikutnya.
.
Dalam sebuah Hadits disebutkan:
.
أباؤكم خير من أبنائكم إلى يوم القيامة.
.
"Para pendahulu (pelopor) lebih baik dari generasi penerus hingga hari kiamat.
.
Cerita tersebut juga mengingatkan kita tentang pentingnya tetap Tawaddu.
Walaupun kita telah mencapai puncak prestasi tertentu,
Sehebat apapun kita........
Akan menjadi rendah ketika disikapi dengan Kecongkakan atau kesombongan.
.
Ibnu Malik sempat sedikit tergelincir ke arah itu,
Lantas segera berbenah.
Alhasil, karyanya terus mengalirkan Pengetahuan dan Berkah, bak mata air yang tak kunjung padam hingga sekarang.
.
○ Semoga bermanfaat.
RASA UJUB MENJADIKAN IBNU MALIK TIDAK DAPAT MENERUSKAN KARYANYA, KITAB  ALFIYAH.

RASA UJUB MENJADIKAN IBNU MALIK TIDAK DAPAT MENERUSKAN KARYANYA, KITAB ALFIYAH.

Siapa tak kenal Kitab Alfiyah..??? Semua yang pernah nyantri pasti tahu kitab tsb. Kitab Nahdham seribu bait yang mengulas Ilmu Nahwu...
4.82/ 5 (91)
Siapa tak kenal Kitab Alfiyah..??? Semua yang pernah nyantri pasti tahu kitab tsb. Kitab Nahdham seribu bait yang mengulas Ilmu Nahwu...
4 Dari 5 BINTANG

Hadis Haramnya Mengikuti Syiar Da'i Sesat Takfiri Radikal

LARANGAN MENGIKUTI SYIAR DAKWAH WAHABI YANG TIDAK MENGIKUTI ULAMA MADZHAB ULAMA PEWARIS NABI KARENA  MEREKA MENGIKUTI ULAMA ULAMA SYEIKH TANDUK SETAN NAJD SEHINGGA MENYEBABKAN KEBODOHAN DALAM MEMAHAMI KITABULLAH DAN AS SUNNAH SERTA MENYEBABKAN TERCAMPURNYA KEBAIKAN DAN KESESATAN ATAU  KEKERUHAN DALAM MENJALANKAN ATURAN AGAMA HINGGA PADA  AKHIRNYA KELUAR JALUR DARI ROHMATAN LIL ALAMIN MENYEBARKAN AJARAN TAKFIRI DAN RADIKALISME, SEBAGAIMANA HADIS SAHIH BERIKUT :
newsalafy.top
hadits dari Hudzaifah bin Al Yaman, dia menceritakan : Orang-orang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya tentang keburukan karena khawatir akan menimpaku. Aku bertanya, “Wahai, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam! Kami dulu berkubang dalam kejahiliyahan dan kejelekan, lalu Allah memberikan kebaikan (Islam) ini, akankah ada lagi kejelekan kebaikan ini?” Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab,”Ya.” Aku bertanya lagi,”Apakah akan ada lagi kebaikan setelah kejelekan itu?” Beliau menjawab,”Ya, tapi sudah tercampur dakhan (kekeruhan).” Aku bertanya,”Apa dakhannya?” Beliau menjawab,”Satu kaum yang mengambil petunjuk bukan dari petunjukku. Engkau mengenali dan mengingkari kondisi mereka”. Aku bertanya,”Akankah ada keburukan lagi setelah kebaikan itu?” Beliau menjawab,”Ya. Yaitu para juru dakwah yang mengajak ke pintu jahannam. Barangsiapa yang menjawab panggilan mereka, maka akan tercampakkan ke dalam jahannam.” Aku berkata,”Wahai, Rasulullah! Jelaskan ciri mereka kepada kami!” Beliau bersabda,”Mereka berasal dari kita sendiri dan mereka berbicara dengan bahasa kita.(WAHABI TANDUK SETAN DARI NAJD)” Aku bertanya,”Jika aku menjumpai masa itu, apa yang engkau perintahkan kepadaku?” Beliau menjawab,”Tetaplah bersama jama’ah kaum muslimin dan imam mereka.” Aku bertanya,”Jika mereka tidak memiliki jama’ah pun juga imam?” Beliau menjawab,”Tinggalkannlah semua firqah-firqah itu, meskipun akhirnya engkau terpaksa mengkonsumsi akar pohon sampai ajal menjemput, sementara engkau tetap teguh atas jalan itu.”

Pelajaran yang bisa diambil dari hadits ini, bahwa nanti setelah terangnya cahaya kebenaran Islam akan datang asy-syar (keburukan, fitnah). 

Dalam Fathul Bari dijelaskan, yaitu diawali dengan terbunuhnya Utsman Radhiyallahu 'anhu dan dampak yang muncul karena pembunuhan tersebut. Tetapi setelah itu akan ada kebaikan, tetapi dalam kebaikan itu ada dakhan (kekeruhan). Dalam Fathul Bari disebutkan, maknanya bagus tetapi kotor, baik itu berupa kondisi umum maupun hati di antara mereka yang tidak bersih. Pada waktu itulah, ada pemimpin atau dai yang memberikan petunjuk tetapi tidak sesuai dengan Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Ini dalam suasana yang baik. Barangsiapa yang menjumpai dan mengetahuinya, maka harus bara’ (berlepas diri) dan membencinya.

Setelah itu, Hudzaifah pun masih bertanya lagi : “Apakah setelah kebaikan itu ada kejelekan?” Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab,”Ya ada, tetapi di situ ada penyeru yang mengajak kepada kesesatan. Diumpamakan dengan berdiri di pintu neraka karena mengajak kepada hal-hal yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Siapa yang mengikuti akan dimasukkan ke dalamnya.” Hudzaifah bertanya lagi,”Mereka itu siapa, wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab,”Mereka itu dari kaum kita, berbicara dengan bahasa kita, seagama dengan kita, bisa dari Arab atau bani Adam. Dzahirnya Islam, tetapi batinnya menyelisihi Islam (menghancurkan Islam dari dalam).” Hudzaifah bertanya lagi,”Jika kami menjumpai yang seperti itu, maka bagaimana, wahai Rasulullah?” Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab,”Bergabunglah dengan jama’ah kaum muslimin dan imam mereka -sekalipun imam yang fajir yang berbuat kejam kepada kita, mengambil harta kita, kita tetap setia dan taat.” ( HR bukhori muslim)
 baca juga  :

-Apa Itu Wahabi ?

Rosulullah Halalkan Darah Teroris Wahabi Khawarij

ISIS KHOWARIJ WAHABI ANJING ANJING NERAKA,sahih


300 artikel lainnya klik Angka Berikutnya  pada Gooooogle di bawah ini
Hadis Haramnya Mengikuti Syiar Da'i Sesat Takfiri Radikal

Hadis Haramnya Mengikuti Syiar Da'i Sesat Takfiri Radikal

LARANGAN MENGIKUTI SYIAR DAKWAH WAHABI YANG TIDAK MENGIKUTI ULAMA MADZHAB ULAMA PEWARIS NABI KARENA  MEREKA MENGIKUTI ULAMA ULAMA SYEIKH T...
4.82/ 5 (91)
LARANGAN MENGIKUTI SYIAR DAKWAH WAHABI YANG TIDAK MENGIKUTI ULAMA MADZHAB ULAMA PEWARIS NABI KARENA  MEREKA MENGIKUTI ULAMA ULAMA SYEIKH T...
4 Dari 5 BINTANG

bukti Ulama Najd ber AQIDAH Salaf Sebelum Lahirnya Wahabi Setan NAJD

newslafy.top 2newsalafy.top


Menjawab Fitnah Wahabi (salafi).
KITAB: NAJATUL KHALAF FI I'TIQAD AS-SALAF ☆÷☆
Seorang ulama' Ahli Sunnah Wal Jamaah, Bermadzhab Hanbali,
Nama beliau : Asy-Syaikh 'Ustman Ibn 'Ustman ibn Ahmad An-Najdi.
Kelahiran tanah Najjad/Riyadh w. 1097 H iaitu kira-kira 13 tahun sebelum kelahiran pengasas golongan wahhabi salafi mujassim.
.
Beliau telah berkata mengenai beberapa perkara dalam mengenal Allah :
.
"Dan WAJIB kita berpegang Teguh serta tanpa ragu-ragu bahwa Allah itu Maha Esa
(dengan tidak Sekutu dalam KetuhananNya),
Maha Esa dengan tidak berhajat kepada yang lain,
Maha Mengetahui dengan sifat 'Ilmu,
Maha Berkuasa dengan sifat Qudrah,
Maha Berkehendak dengan sifat Iradah,
Maha Hidup dengan sifat Hayyun,
Maha Mendengar dengan sifat Sama',
Maha Melihat dengan sifat Bashar
Dan Maha Berkata-kata dengan sifat Kalam.
.
Allah itu Tidak jisim/beranggota, bukan jauhar
(asas dari sesuatu), bukan 'aradh (sifat jisim),
Allah tidak Bersemayam pada Makhluk dan tidak ada makhluk yang Bersemayam padaNya
Dan Allah tidak dikelilingi oleh makhluk.
Justeru, barang siapa yang berpegang atau berkata bahwa Allah di mana-mana tempat dengan DzatNya atau
Pada suatu tempat maka dia Murtad,
Bahkan WAJIB berpegang Teguh serta Tanpa
ragu-ragu bahwa Allah itu berbeda dengan makhlukNya.
.
Allah Taala telah Wujud tanpa Bertempat
Setelah Allah Taala menciptakan tempat...
Allah Taala kekal dengan Tidak bertempat".
bukti Ulama Najd ber AQIDAH Salaf Sebelum Lahirnya Wahabi Setan NAJD

bukti Ulama Najd ber AQIDAH Salaf Sebelum Lahirnya Wahabi Setan NAJD

Menjawab Fitnah Wahabi (salafi). KITAB: NAJATUL KHALAF FI I'TIQAD AS-SALAF ☆÷☆ Seorang ulama' Ahli Sunnah Wal Jamaah, Bermadz...
4.82/ 5 (91)
Menjawab Fitnah Wahabi (salafi). KITAB: NAJATUL KHALAF FI I'TIQAD AS-SALAF ☆÷☆ Seorang ulama' Ahli Sunnah Wal Jamaah, Bermadz...
4 Dari 5 BINTANG

Mengenal Lebih Dekat KH Said Aqil Siroj

newsalafy.top
Nama Lengkap : Said Aqil Siradj
Alias : No Alias
Profesi : Politisi
Agama : Islam
Tempat Lahir : Cirebon
Tanggal Lahir : Jumat, 3 Juli 1953
Zodiac : Cancer
Hobby : Membaca, Ibadah, Silaturrahmi
Warga Negara : Indonesia
Istri : Nur Hayati Abdul Qodir 
Anak : Muhammad Said Aqil, Nisrin Said Aqil, Rihab Said Aqil, Aqil Said Aqil
Said Aqil Siroj terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul 'Ulama (PBNU) periode 2010-2015 dalam Muktamar ke-32Nahdlatul 'Ulama (NU) di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan. Said unggul dengan perolehan 294 suara dari rivalnyaSlamet Effendi Yusuf yang mendapat 201 suara. Sebelumnya, KH Sahal Mahfudz, terpilih menjadi Rais Aam PBNU. Said Aqil Siradj Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul 'Ulama (PBNU) 2010-2015. Said Aqil Siraj dan Slamet maju ke putaran kedua setelah memperoleh masing-masing 178 suara dan 158 suara. Keduanya dianggap memenuhi syarat untuk maju dalam putaran kedua pemilihan calon ketua umum PBNU. Dalam tata tertib muktamar seorang calon harus mengumpulkan 99 suara untuk ditetapkan sebagai calon ketua umum. Sementara itu, Sholahuddin Wahid (Gus Solah) hanya mendapatkan 83 suara, Ahmad Bagja (34), Ulil Absar Abdala (22), Ali Maschan Moesa (8), Abdul Aziz (7), Masdar Farid Masudi (6). Mereka gagal memperoleh angka 99 suara dari muktamirin sehingga tidak bisa mengikuti putaran kedua.
Pada Muktamar NU Ke 33 di Jombang, Said Aqil Siroj kembali terpilih sebagai Ketua Umum PBNU untuk periode kedua (2015-2020). Said Aqil Siroj meraih kemenangan dengan mengumpulkan 287 suara dari 412 suara muktamirin. Kandidat lainnya As'ad Said Ali meraih 107 suara, dan Salahudin Wahid 10 suara. Said Aqil Siroj kembali berjanji untuk konsisten tak akan menggunakan NU untuk kepentingan politik. Said mengatakan, agenda yang menjadi prioritasnya adalah pendidikan, kesehatan dan ekonomi.
Di kalangan Nahdlatul Ulama, Said Aqil Siroj bukanlah orang baru. Ayahnya, Aqil Siroj Kempek adalah seorang kiai di Cirebon dan termasuk dalam jejaring ulama di Karesidenan Cirebon, seperti Benda Kerep, Buntet, Gedongan dan Babakan.

sedikit mengupas profil beliau, sosok santri yang dulu pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (MWA UI) itu dinobatkan oleh Republika sebagai Tokoh Perubahan Tahun 2012 karena kontribusinya dan komitmennya dalam mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan berperan aktif dalam perdamaian dunia, khususnya di kawasan Timur Tengah. 

***
Ketika usia negara ini masih belia  delapan tahun  dan para pendiri bangsa baru beberapa tahun menyelesaikan status kemerdekaan Indonesia di Konferensi Meja Bundar (KMB) pada 1949, di sebuah desa bernama Kempek, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, senyum bahagia KH Aqil Siroj mengembang. Tepat pada 3 Juli 1953, Pengasuh Pesantren Kempek itu dianugerahi seorang bayi laki-laki, yang kemudian diberi nama Said.

Said kecil kemudian tumbuh dalam tradisi dan kultur pesantren. Dengan ayahandanya sendiri, ia mempelajari ilmu-ilmu dasar keislaman. Kiai Aqil sendiri  Ayah Said  merupakan {} putra Kiai Siroj, yang masih keturunan dari Kiai Muhammad Said Gedongan. Kiai Said Gedongan merupakan ulama yang menyebarkan Islam dengan mengajar santri di pesantren dan turut berjuang melawan penjajah Belanda. 

Ayah saya hanya memiliki sepeda ontel, beli rokok pun kadang tak mampu. Dulu setelah ayah memanen kacang hijau, pergilah ia ke pasar Cirebon. Zaman dulu yang namanya mobil transportasi itu sangat jarang dan hanya ada pada jam-jam tertentu, kenang Kiai Said dalam buku Meneguhkan Islam Nusantara; Biografi Pemikiran dan Kiprah Kebangsaan (Khalista: 2015).

Setelah merampungkan mengaji dengan ayahanda maupun ulama di sekitar Cirebon, dan umur dirasa sudah cukup, Said remaja kemudian belajar di Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur yang didirikan oleh KH Abdul Karim (Mbah Manaf). Di Lirboyo, ia belajar dengan para ustadz dan kiai yang merawat santri, seperti KH Mahrus Ali, KH Marzuki Dahlan, dan juga Kiai Muzajjad Nganjuk.

Setelah selesai di tingkatan Aliyah, ia melanjutkan kuliah di Universitas Tribakti yang lokasinya masih dekat dengan Pesantren Lirboyo. Namun kemudian ia pindah menuju Kota Mataram, menuju Ngayogyokarta Hadiningrat. Di Yogya, Said belajar di Pesantren Al-Munawwir, Krapyak dibawah bimbingan KH Ali Maksum (Rais Aam PBNU 1981-1984). Selain mengaji di pesantren Krapyak, ia juga belajar di IAIN Sunan Kalijaga, yang ketika itu KH Ali Maksum menjadi Guru Besar di kampus yang saat ini sudah bertransformasi menjadi UIN itu.

Ia merasa belum puas belajar di dalam negeri. Ditemani istrinya, Nurhayati, pada tahun 1980, ia pergi ke negeri kelahiran Nabi Muhammad SAW: Makkah Al-Mukarramah. Di sana ia belajar di Universitas King Abdul Aziz dan Ummul Qurra, dari sarjana hingga doktoral. Di Makkah, setelah putra-putranya lahir, Kang Said  panggilan akrabnya  harus mendapatkan tambahan dana untuk menopang keluarga. Beasiswa dari Pemerintah Saudi, meski besar, dirasa kurang untuk kebutuhan tersebut. Ia kemudian bekerja sampingan di toko karpet besar milik orang Saudi di sekitar tempat tinggalnya. Di toko ini, Kang Said bekerja membantu jual beli serta memikul karpet untuk dikirim kepada pembeli yang memesan.

Keluarga kecilnya di Tanah Hijaz juga sering berpindah-pindah untuk mencari kontrakan yang murah. Pada waktu itu, bapak kuliah dan sambil bekerja. Kami mencari rumah yang murah untuk menghemat pengeluaran dan mencukupkan beasiswa yang diterima Bapak, ungkap Muhammad Said, putra sulung Kang Said.

Dengan keteguhannya hidup ditengah panasnya cuaca Makkah di siang hari dan dinginnya malam hari, serta kerasnya hidup di mantan tanah Jahiliyyah ini, ia menyelesaikan karya tesisnya di bidang perbandingan agama: mengupas tentang kitab Perjanjian Lama dan Surat-Surat Sri Paus Paulus. Kemudian, setelah 14 tahun hidup di Makkah, ia berhasil menyelesaikan studi S-3 pada tahun 1994, dengan judul:Shilatullah bil-Kauni fit-Tashawwuf al-Falsafi (Relasi Allah SWT dan Alam: Perspektif Tasawuf). Pria yang terlahir di pelosok Jawa Barat itu mempertahankan disertasinya  diantara para intelektual dari berbagai dunia  dengan predikat Cumlaude.

Ketika bermukim di Makkah, ia juga menjalin persahabatan dengan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Gus Dur sering berkunjung ke kediaman kami. Meski pada waktu itu rumah kami sangat sempit, akan tetapi Gus Dur menyempatkan untuk menginap di rumah kami. Ketika datang, Gus Dur berdiskusi sampai malam hingga pagi dengan Bapak, ungkap Muhammad Said {box|bin} Said Aqil. Selain itu, Kang Said juga sering diajak Gus Dur untuk sowan ke kediaman ulama terkemuka di Arab, salah satunya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki. 

Setelah Kang Said mendapatkan gelar doktor pada 1994, ia kembali ke tanah airnya: Indonesia. Kemudian Gus Dur mengajaknya aktif di NU dengan memasukkannya sebagai Wakil Katib Aam PBNU dari Muktamar ke-29 di Cipasung. Ketika itu, Gus Dur mempromosikan Kang Said dengan kekaguman: Dia doktor muda NU yang berfungsi sebagai kamus berjalan dengan disertasi lebih dari 1000 referensi, puji Gus Dur. Belakangan, Kang Said juga banyak memuji Gus Dur. Kelebihan Gus Dur selain cakap dan cerdas adalah berani, ujarnya, dalam Simposium Nasional Kristalisasi Pemikiran Gus Dur, 21 November 2011 silam.

Setelah lama akrab dengan Gus Dur, banyak kiai yang menganggap Kang Said mewarisi pemikiran Gus Dur. Salah satunya disampaikan oleh KH Nawawi Abdul Jalil, Pengasuh Pesantren Sidogiri, Pasuruan, ketika kunjungannya di kantor PBNU pada 25 Juli 2011. Kunjungan waktu itu, merupakan hal yang spesial karena pertama kalinya kiai khos itu berkunjung ke PBNU  di dampingi KH Anim Falahuddin Mahrus Lirboyo. Kiai Nawawi menganggap bahwa Kang Said mirip dengan Gus Dur, bahkan dalam bidang ke-nyelenehan-nya. 

Nyelenehnya pun juga sama, ungkap Kiai Nawawi, seperti dikutip NU Online. Terus berjuang di NU tidak ada ruginya. Teruslah berjuang memimpin, Allah akan selalu meridloi, tegas Kiai Nawawi kepada orang yang diramalkan Gus Dur menjadi Ketua Umum PBNU di usia lebih dari 55 tahun itu.

Menjaga NKRI dan mengawal perdamaian dunia

Pada masa menjelang kemerdekaan, tepatnya pada tahun 1936, para ulama NU berkumpul di Banjarmasin untuk mencari format ideal negara Indonesia ketika sudah merdeka nantinya. Pertemuan ulama itu menghasilkan keputusan yang revolusioner: (1) negara Darus Salam (negeri damai), bukan Darul Islam(Negara Islam); (2) Indonesia sebagai Negara Bangsa, bukan Negara Islam. Inilah yang kemudian menginspirasi Pancasila dan UUD 1945 yang dibahas dalam Sidang Konstituante  beberapa tahun kemudian. Jadi, jauh sebelum perdebatan sengit di PPKI atau BPUPKI tentang dasar negara dan hal lain sebagainya, ulama NU sudah terlabih dulu memikirkannya.

Pemikiran, pandangan dan manhaj ulama pendahulu tentang relasi negara dan agama (ad-dien wa daulah) itu, terus dijaga dan dikembangkan oleh NU dibawah kepemimpinan Kang Said. Dalam pidatonya ketika mendapat penganugerahan Tokoh Perubahan 2012 pada April 2013, Kiai Said menegaskan sikap NU yang tetap berkomitmen pada Pancasila dan UUD 1945. Muktamar (ke-27 di Situbondo-pen) ini kan dilaksanakan di Pesantren Asembagus pimpinan Kiai Asad Syamsul Arifin. Jadi, pesantren memang luar biasa pengaruhnya bagi bangsa ini. Meski saya waktu itu belum menjadi pengurus PBNU, kata Kiai Said, mengomentari Munas Alim Ulama NU 1983 dan Muktamar NU di Situbondo 1984 yang menurutnya paling fenomenal dan berdampak dalam pandangan kebangsaan.

Sampai kini, peran serta NU dalam hal kebangsaan begitu kentara kontribusinya, baik di level anak ranting sampai pengurus besar, di tengah berbagai rongrongan ideologi yang ingin menggerogoti Pancasila sebagai dasar negara. Hal ini tercermin dalam berbagai kegiatan dan program NU yang selalu mengarusutamakan persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam konteks ini, Kiai Said sangat berpengaruh karena kebijakan PBNU selalu diikuti kepengurusan dibawahnya  termasuk organisasi sayapnya.

Salah satu peran yang cukup solutif, misalnya, ketika beliau menaklukkan Ahmad Mushadeq  orang yang mengaku sebagai Nabi di Jakarta dan menimbulkan kegaduhan nasional  lewat perdebatan panjang tentang hakikat kenabian (2007). Alhamdulillah, doa saya diterima untuk bertemu ulama, tempat saya bermudzakarah (diskusi). Sekarang saya sadar kalau langkah saya selama ini salah, aku Mushadeq. Disisi lain, Kang Said juga mengakui kehebatan Mushadeq. Dia memang hebat. Paham dengan asbabun nuzul Al-Quran dan asbabul wurud Hadits. Hanya sedikit saja yang kurang pas, dia mengaku Nabi, itu saja, jelas Kiai Said seperti yang terekam dalam Antologi NU: Sejarah, Istilah, Amaliah dan Uswah (Khalista & LTN NU Jatim, Cet II 2014).

Kiai yang mendapat gelar Profesor bidang Ilmu Tasawuf dari UIN Sunan Ampel Surabaya ini bersama pengurus NU juga membuka dialog melalui forum-forum Internasional, khususnya yang terkait isu-isu terorisme, konflik bersenjata dan rehabilitasi citra Islam di Barat yang buruk pasca serangan gedung WTC pada 11 September 2001. Ia juga kerapkali membuat acara dengan mengundang ulama-ulama dunia untuk bersama-sama membahas problematika Islam kontemporer dan masalah keumatan.

Pada Jumat, 7 Maret 2014, Duta Besar Amerika untuk Indonesia Robert O. Blake berkunjung ke kantor PBNU. Ia menginginkan NU terlibat dalam penyelesaian konflik di beberapa negara. Kami berharap NU bisa membantu penyelesaian konflik di negara-negara dunia, khususnya di Syria dan Mesir. NU Kami nilai memiliki pengalaman membantu penyelesaian konflik, baik dalam maupun luar negeri, kata Robert, seperti dilansir NU Online. Sejak saya bertugas di Mesir dan India, saya sudah mendengar bagaimana peran NU untuk ikut menciptakan perdamaian dunia, imbuhnya.

Raja Yordania Abdullah {box|bin} Al-Husain (Abdullah II) juga berkunjung ke PBNU. Ia ditemui Kiai Said, meminta dukungan NU dalam upaya penyelesaian konflik di Suriah. Di Timur Tengah, tidak ada organisasi masyarakat yang bisa menjadi penengah, seperti di Indonesia. Jika ada konflik, bedil yang bicara, ungkap Kiai Said.

Selain itu, menguapnya kasus SARA di Indonesia belakangan juga kembali marak muncul ke permukaan. Munculnya kerusuhan bernuansa agama memang sangat sering kita temukan. Hal ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia harus terus belajar pentingnya toleransi dan kesadaran pluralitas. Sikap toleransi tersebut dibuktikan oleh Kaisar Ethiopia, Najashi (Negus) ketika para sahabat ditindas oleh orang-orang Quraisy di Mekkah dan memutuskan untuk hijrah ke Ethiopia demi meminta suaka politik kepadanya. Kaisar Negus yang dikenal sebagai penguasa beragama Nasrani itu berhasil melindungi para sahabat Nabi Muhammad {saying|saw|proverb|maxim|axiom|motto|wise saying} dari ancaman pembunuhan kafir Quraisy, tulis Kiai Said dalam Dialog Tasawuf Kiai Said: Akidah, Tasawuf dan Relasi Antarumat Beragama (Khalista, LTN PBNU & SAS Foundation, Cet II, 2014).

Menghadapi potensi konflik horisontal itu, NU juga tetap mempertahankan gagasan Darus Salam, bukan Darul Islam, yang terinspirasi dari teladan Nabi Muhammad dalam Piagam Madinah. Dalam naskah tersebut, nabi membuat kesepakatan perdamaian, bahwa muslim pendatang (Muhajirin) dan muslim pribumi (Anshar) dan Yahudi kota Yastrib (Madinah) sesungguhnya memiliki misi yang sama, sesungguhnya satu umat. Yang menarik, menurut Kiai Said, Piagam Madinah  dokumen sepanjang 2,5 halaman itu  tidak {} menyebutkan kata Islam. Kalimat penutup Piagam Madinah juga menyebutkan: tidak ada permusuhan kecuali terhadap yang dzalim dan melanggar hukum. Ini berarti, Nabi Muhammad tidak memproklamirkan berdirinya negara Islam dan Arab, akan tetapi Negara Madinah, terang Kiai Said.

Selain itu, menurutnya, faktor politis juga kerapkali mempengaruhi, bukan akidah atau keyakinan. Seperti di masa Perang Salib, faktor politis dan ekonomis lebih banyak menyelimuti renggangnya keharmonisan kedua umat bersaudara tersebut di Indonesia. Dengan demikian, kekeruhan hubungan Islam-Kristen tidak jarang dilatarbelakangi nuansa politis yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan agama itu sendiri, ungkapnya, dalam buku Tasawuf Sebagai Kritik Sosial: Mengedepankan Islam sebagai Inspirasi bukan Aspirasi.

***
Ditengah agenda Ketua Umum PBNU yang sedemikian padat, Kiai Said dewasa ini diterpa berbagai fitnah, hujatan dan bahkan makian dari urusan yang remeh-temeh sampai yang menyangkut urusan negara. Ia dituduh agen Syiah, Liberal, antek Yahudi, {benefit|gain|lead|plus|pro|improvement|help} Kristen, dan fitnah-fitnah lain oleh orang yang sempit dalam melihat agama dan konsep kemanusiaan dan kebangsaan. 

Meski demikian, ia toh manusia biasa  yang tak luput dari salah, dosa dan kekurangan  bukan seorang Nabi. Artinya, kritik dalam sikap memang wajar dialamatkan, tetapi tidak dengan hujatan, fitnah, dan berita palsu, melainkan dengan kata yang santun. Terkait hal ini, dalam suatu kesempatan ia memberi tanggapan kepada para haters-nya. Bukannya marah, Kiai Said justru menganggap para pembenci dan pemfitnah itu yang kasihan. Dan sebagai orang yang tahu seluk beluk dunia tasawuf, tentu dia sudah memaafkan, jauh sebelum mereka meminta maaf atas segenap kesalahan. Wallahu alam.

Ahmad Naufa Khoirul Faizun, Kader Muda NU dan Kontributor NU Online asal Purworejo, Jawa Tengah.
http://www.nu.or.id/post/read/74726/mengenal-lebih-dekat-kh-said-aqil-siroj
Mengenal Lebih Dekat KH Said Aqil Siroj

Mengenal Lebih Dekat KH Said Aqil Siroj

Nama Lengkap : Said Aqil Siradj Alias : No Alias Profesi : Politisi Agama : Islam Tempat Lahir : Cirebon Tanggal Lahir : Jumat, 3...
4.82/ 5 (91)
Nama Lengkap : Said Aqil Siradj Alias : No Alias Profesi : Politisi Agama : Islam Tempat Lahir : Cirebon Tanggal Lahir : Jumat, 3...
4 Dari 5 BINTANG

Sony Nur PROFIL ADMIN

Sony Nur adalah Ustad Blogger dari
Surabaya, Jawa Timur
Indonesia
Follow Sony Nur Di Dan

Theme designed by Damzaky - Published by Proyek-Template
Powered by Blogger
-->