KESAKSIAN KETUA MUI DALAM SIDANG AHOK

2017-02-03

Politisi PKB, Muhammad Lukman Edy bahkan mengingatkan Basuki alias Ahok untuk tidak kaget apabila kaum Nahdliyin tidak lagi pasang...
5 Dari 5 BINTANG

SIDANG

Politisi PKB, Muhammad Lukman Edy bahkan mengingatkan Basuki alias Ahok untuk tidak kaget apabila kaum Nahdliyin tidak lagi pasang badan dan berbalik menyerang gara-gara perlakuan Ahok dan tim yang dianggap menghina KH Ma’ruf Amin.
“Sepertinya kalau ada aksi pembelaan terhadap Fatwa MUI berikutnya, anda jangan kaget kalau akan menjadi dahsyat dan signifikan karena Nahdliyin ikut di dalamnya,” jelas dia dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Kamis malam (2/2).
Anggota Komisi III DPR Muslim Ayub menilai tindakan Ahok terhadap KH Ma'ruf Amin itu tidak pantas. "Sosok ulama tidak pantas digitukan. Beliau (KH Ma'ruf Amin) itu sebagai saksi, bukan tersangka. Anehnya tidak ada pembelaan kepada Jaksa, padahal kuasa hukum Ahok bertubi-bertubi menanyakan (di luar pokok perkara)," ujar Muslim Ayub kepada di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (3/2/2017).

Menurut Ayub, seharusnya JPU interupsi dan majelis hakim menegur pihak Ahok saat mencecar KH Ma'ruf Amin. "Bagaimanapun KH Ma'ruf Amin ulama dan tokoh yang mempunyai karismatik," kata politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Ayub mengaku sedih melihat KH Ma'ruf Amin mengikuti sidang kasus penistaan agama selama tujuh jam, ditambah lagi dicecar pihak Ahok.
"Saya sedih, kenapa sampai tujuh jam. Harusnya pertanyaan yang sudah ditanyakan tidak perlu diulang kembali oleh kuasa hukum Ahok, dan di sini Majelis Hakim harus tegas mengatur jalannya persidangan," paparnya. 

Komisi Yudisial (KY) diminta memantau sidang lanjutan kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Selasa 7 Februari 2017 mendatang. Pasalnya, kinerja Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Mukartono dinilai tidak bijak dalam sidang kedelapan lalu.

Majelis Hakim dan Jaksa Penuntut Umum seolah membiarkan kuasa hukum Ahok mencecar pertanyaan di luar pokok perkara kepada Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin selaku saksi, dengan menyinggung soal bukti pembicaraan dengan Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Politisi PKB, Muhammad Lukman Edy bahkan mengingatkan Basuki alias Ahok untuk tidak kaget apabila kaum Nahdliyin tidak lagi pasang badan dan berbalik menyerang gara-gara perlakuan Ahok dan tim yang dianggap menghina KH Ma’ruf Amin.
Setelah dikecam oleh warga Nahdlatul Ulama (NU), Tim kuasa hukum Basuki T Purnama (Ahok) membantah akan melaporkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin ke polisi terkait kesaksiannya di sidang penistaan agama kemarin.
Ketua Tim Advokasi Bhineka Tunggal Ika Basuki Tjahaja Purnama (BTP), Sirra Prayuna memastikan tidak akan melakukan upaya hukum apapun, termasuk melaporkan Ketua MUI, KH Ma'ruf Amin ke pihak kepolisian. Pasalnya, posisi ulama sepuh Nahdlatul Ulama (NU) ini bukan saksi pelapor, melainkan saksi fakta.
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meminta maaf kepada Ketum MUI KH Ma'ruf Amin atas sikapnya saat persidangan kasus dugaan penistaan agama. Ahok mengaku juga selalu menghormati Ma'ruf Amin.
Permintaan maaf itu termuat dalam pernyataan tertulis dengan judul 'Klarifikasi dan Permohonan Maaf Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kepada KH Ma'ruf Amin, Rais Aam PBNU'. Pernyataan itu ditandatangani oleh Ahok pada Rabu (1/2/2017). 
"Saya meminta maaf kepada KH Ma'ruf Amin apabila terkesan memojokkan beliau, meskipun beliau dihadirkan kemarin oleh jaksa sebagai Ketua Umum MUI, saya mengakui beliau juga sesepuh NU. Dan saya menghormati beliau sebagai sesepuh NU, seperti halnya tokoh-tokoh lain di NU, Gus Dur, Gus Mus, tokoh-tokoh yang saya hormati dan panuti," tulis Ahok. 
Ma'ruf pun memaafkan Ahok.
Ma'ruf juga berpesan agar umat tenang dan tidak mudah terprovokasi. Selain itu, dia menegaskan bahwa keutuhan, kebersamaan bangsa tidak boleh dirusak oleh isu-isu atau kegiatan yang mengarah kepada tindak kekerasan atau intoleran.
"Umat supaya tenang dan supaya jangan terprovokasi dan menjaga keadaan bangsa dan negara supaya kondusif. Semuanya jangan membuat hal-hal yang bisa merusak suasana dan keadaan," kata Ma'ruf usai dikunjungi Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Iriawan di kediamannya, Koja, Jakarta Utara, Rabu (1/2/2017).

4.82/ 5 (91)

0 komentar:

Sony Nur PROFIL ADMIN

Sony Nur adalah Ustad Blogger dari
Surabaya, Jawa Timur
Indonesia
Follow Sony Nur Di Dan