Majelis Fatwa Kebangsaan Memutuskan Wahabi Tak layak di Malaysia

2017-01-15

SHAH ALAM - Majlis Fatwa Kebangsaan memutuskan aliran Wahabi tidak sesuai untuk diamalkan di negara ini(Malaysia) yang mengamalkan aki...
5 Dari 5 BINTANG

 Majelis Fatwa Kebangsaan Memutuskan Wahabi Tak layak di Malaysia

SHAH ALAM - Majlis Fatwa Kebangsaan memutuskan aliran Wahabi tidak sesuai untuk diamalkan di negara ini(Malaysia) yang mengamalkan akidah Ahli Sunnah Wal Jamaah.
Ketua Komite Fatwa Nasional, Prof Emeritus Tan Sri Dr Abdul Shukor Husin mengatakan, aliran Wahabi bukan mazhab tetapi satu bentuk gerakan pemikiran agama yang banyak dipegang oleh ulama-ulama di Arab Saudi(NAJD) mengikuti pendekatan yang diambil Muhammad bin Abd Wahhab.
"Aliran tersebut tidak salah untuk dipraktekkan. Dewan Fatwa memutuskan sedemikian setelah berdiskusi tentang aliran-aliran lain selain Wahabi yang tidak sesuai diamalkan di negara ini namun tidak sampai haram," katanya, kemarin.

Menguraikan kata Abdul Shukor mengatakan, dari segi mazhab, praktisi aliran Wahabi lebih hampir dengan mazhab Hambali bahkan dari beberapa segi mereka lebih ketat dan keras.

Dia mengatakan, pengikut Wahabi lebih cenderung dan mudah mengeluarkan orang Islam dari lingkungan agama yang tidak sealiran dengan aliran Wahabi.

"Mereka menganggap setiap praktek yang tidak mengikuti cara yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, dianggap bidah dan keluar dari Islam," katanya.

Abdul Shukor mengatakan, apa yang tidak disepakati dengan aliran Wahabi ketika menjuruskan praktisi aliran itu lebih ekstrem.

"Mereka menganggap apa yang dilakukan oleh Ahli Sunnah Wal Jamaah adalah bidah, bukan berdasarkan sunnah. Mereka juga menolak akidah Asha'irah dan Maturidiyah, bahkan dengan mengatakan dua akidah ini keluar dari Ahli Sunnah Wal Jamaah. Jadi ini sengketa yang tidak menguntungkan siapapun, "katanya.

Ditanya tentang praktisi aliran ini dilarang untuk menyebarkan kepada orang lain, Abdul Shukor mengatakan, ia mengandalkan berlakunya negara masing-masing untuk mencegah penyimpangan tersebut.

"Hak mengeluarkan fatwa adalah hak negara masing-masing. Contoh seperti apa dilakukan Dewan Agama Islam Negeri Sembilan yang mengeluarkan fatwa melarang penyebaran Wahabi di negeri itu, memang itu tidak bertentangan.

"Saya pikir, negara tersebut melarang Wahabi karena tidak ingin terjadi kacau balau dalam masyarakat Islam negeri itu," katanya.

Dalam pada itu, Abdul Shukor mengatakan, tindakan negara tersebut juga tidak akan mempengaruhi hubungan negara dan Arab Saudi karena memang itu hak negara tersebut.
"Jika hal itu akan mempengaruhi hubungan, maknanya tidak ada hak bagi negara untuk membuat keputusan sendiri.

"Malahan Jakim dan Dewan Fatwa Nasional telah membahas hal tersebut lebih awal sebelum isu ini kembali disensasikan," katanya.
sumber http://www.sinarharian.com.my/nasional/wahabi-tidak-sesuai-diamal-di-malaysia-1.364059
BACA JUGA MUI ACEH FATWAKAN SESATNYA AJARAN WAHABI SALAFY PALSU
4.82/ 5 (91)

0 komentar:

Sony Nur PROFIL ADMIN

Sony Nur adalah Ustad Blogger dari
Surabaya, Jawa Timur
Indonesia
Follow Sony Nur Di Dan