FATWA WAHABI AL-UTSAIMIN: ALLAH PUNYA SIFAT BOSAN

5/ 5 (99)
FATWA WAHABI AL-UTSAIMIN: ALLAH PUNYA SIFAT BOSAN2FATWA WAHABI AL-UTSAIMIN: ALLAH PUNYA SIFAT BOSAN


FATWA WAHABI AL-UTSAIMIN: ALLAH PUNYA SIFAT BOSAN3

■ AL-UTSAIMIN: ALLAH PUNYA SIFAT BOSAN ■
.
~ Muhammad bin Shalih bin Utsaimin mengeluarkan
Fatwa dalam:
~ Kitab: “ Fatawi Al-Aqidah".
~ Halaman : 51 -52:
~ { Bukti Scan Kitab dibawah..!!! }
.
س: هل نفهم من حديث “إن الله لا يمل حتى تملوا”- متفق عليه-
أن الله يوصف بالملل...؟؟؟.
.
الجواب: من المعلوم أن القاعدة عند أهل السنة والجماعة أننا نصف الله تباركوتعالى بما وصف به نفسه من غير تمثيل ولا تكييف،
فإذا كان هذا الحديث يدل على أن لله مللا فإن ملل الله ليس كمثل مللنا…
فإنه ملل يليق به عز وجل ولا يتضمن نقصا بوجه من الوجوه.
.
Terjemahnya :
Soal : "Apakah kita boleh memahami Hadits ini...??“.
Sesungguhnya Allah tidak akan merasa bosan terlebih Dahulu hingga kalianlah yang merasa Bosan terlebih
dahulu “,
Bahwa Allah boleh disifati dengan sifat bosan..??!".
.
Al-Utsaimin menjawab :
"Sudah maklum bahwa Kaidah menurut Ahlus Sunnah wal jama’ah bahwa Kita Boleh Mensifati Allah Swt dengan apa yang Allah mensifati diri-Nya tanpa Perumpamaan dan Bagaimananya.
Maka jika Hadits ini menunjukkan bahwa Allah memiliki Sifat Bosan,
Maka sifat Bosan Allah tidak Sama seperti sifat Bosan kita,
Sifat Bosan Allah adalah Sifat Bosan yang Layak Bagi Allah Swt dan tidak mengandung kekurangan dari segi manapun “.
.
●●●●●●●●●●●
.
■ Al-Utsaimin mengatakan:
→ Allah Punya Sifat Bosan.
.
* Ulama Somplak...!!!!.
.
■ Dia juga Mengatakan:
→ Kaidah tsb Menurut Ahlu Sunah Wal Jama'ah.
Ahlu Sunnah Wal Jama'ah yang Mana....???
Wahabi Kali.....??!!
.
☆ INI PENDAPAT ULAMA AHLU SUNAH WAL JAMA'AH YANG SEBENARNYA DAN ASLI (tidak pakai Formalin...!!).
.
→ Amirul Mukminin Fil Hadits (Masternya Ahli Hadits)
Al-Imam Ibnu Hajar Al-Atsqalani di dalam mengomentari Hadits tsb dalam kitab Fathul Barinya :
.
( قوله: (لا يمل الله حتى تملوا) هو بفتح الميم في الموضعين، والملال استثقال الشيء ونفور النفس عنه بعد محبته، وهو محال على الله تعالىباتفاق. قال الإسماعيلي رحمه الله وجماعة من السلف المحققين : إنما أطلق هذا على جهة المقابلة اللفظية مجازا.
.
Hadits Nabi Saw :
“ Sesungguhnya Allah tidak akan merasa Bosan terlebih dahulu hingga kalianlah yang merasa Bosan terlebih dahulu".
Dengan difathah huruf mimnya di dalam dua tempat.
Bosan adalah merasa berat atas sesuatu dan larinya jiwa darinya setalah mencintainya.
Maka dengan sepakat hal ini mustahil bagi Allah Swt.
Al-Isma’ili dan Sekelompok Ulama Salaf berkata:
"Sesungguhnya digunakan kata seperti itu dari segi penyesuaian Lafadz adalah hanya sekedar Majaz/Kiasan (bukan Hakekatnya)“.
.
→ Pendapat ulama Ahli Tafsir, Imam Qurthubi :
.
قال القرطبي : وجه مجازه أنه تعالى لماكان يقطع ثوابه عمن يقطع العمل ملالا عبر عن ذلك بالملال من باب تسمية الشيء باسم سببه
.
“ Arah Majaznya bahwasanya Allah Swt ketika memutus pahala dari orang yang memutus amal karena
Bosan / Malas,
Digunakan dengan kata Bosan atau Malas adalah karena segi penamaan sesuatu dengan nama sebabnya “.
(Fathul Bari hal : 126).
.
→ Pendapat Imam Nawawi :
.
قَوْله صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
( فَإِنَّ اللَّه لَا يَمَلّ حَتَّى تَمَلُّوا هُوَ بِفَتْحِ الْمِيم فِيهِمَا) ،
وَفِي الرِّوَايَة الْأُخْرَى : ( لَا يَسْأَم حَتَّى تَسْأَمُوا ) وَهُمَا بِمَعْنًى
قَالَ الْعُلَمَاء :الْمَلَل وَالسَّآمَة بِالْمَعْنَى الْمُتَعَارَف فِي حَقّنَا مُحَال فِي حَقِّ اللَّه تَعَالَى ، فَيَجِب تَأْوِيل الْحَدِيث. قَالَ الْمُحَقِّقُونَ : مَعْنَاهُ لَا يُعَامِلكُمْ مُعَامَلَة الْمَالِّ فَيَقْطَع عَنْكُمْثَوَابه وَجَزَاءَهُ ، وَبَسَطَ فَضْله وَرَحْمَته حَتَّى تَقْطَعُوا عَمَلكُمْ
.
Sabda Nabi Saw “ Sesungguhnya Allah tidak akan merasa bosan terlebih dahulu hingga kalianlah yang merasa bosan terlebih dahulu “.
Dengan fathah huruf mimnya.
.
Dalam riwayat lain Nabi bersabda:
"Tidaklah Allah malas sampai kamu malas “.
Keduanya bermakna sama.
Bosan dan malas satu makna yang sama yang ada pada diri kita dan mustahil bagi Allah Swt,
Maka Hadits Tersebut wajib ditakwil.
Para ulama Muhaqqiq berkata:
Makna Hadits tersebut adalah:
"Bahwa Allah tidak akan Bermuamalah dengan kalian jika kalian malas atau bosan,
Maka Allah akan memutus pahala dan ganjaran-Nya.
Dan Allah membentangkan Keutamaan dan Rahmat-Nya sampai kalian memutus Amal kalian “.
.
● Masih Percaya dengan Wahabiyyah (Salafi)....?

0 komentar