Januari 2017

ANTI TERORIS-KHOWARIJ FITNAHTAN LIL ALAMIN membongkar kesesatan dan bahaya ajaran wahabi tanduk setan ahlul fitnah dari najd berdasarkan al qur'an dan as sunnah serta pendapat fatwa para ulama sunni

KITAB: SYARH SUNAN AN-NASA'I, ALLAH MAHA SUCI DARI JARAK, TEMPAT DAN WAKTU

KITAB: SYARH SUNAN AN-NASA'I,{ ALLAH MAHA SUCI DARI JARAK, TEMPAT DAN WAKTU }2KITAB: SYARH SUNAN AN-NASA'I,{ ALLAH MAHA SUCI DARI JARAK, TEMPAT DAN WAKTU }


■ Al-Imam Al-Hafidz Jalaluddin Abdurrahman Ibn Abi Bakr
As-Suyuthi Asy-Syafi’i Al-Asy’ari.
Dalam penjelasan di:
- Kitab: Syarh Sunan An-Nasa'i.
- Juz: 1.
- Halaman: 576.
.
Beliau berkata:
.
"قالالقرطبي: هذا أقرب بالرتبة والكرامة لا بالمسافة،
لأنه منزه عن المكان والمساحةوالزمان.
وقال البدر بن الصاحب في تذكرته: في الحديث إشارة إلى نفي الجهة عن اللهتعالى"
.
“Al-Qurthubi berkata:
"Yang dimaksud dengan “Aqrab” dalam Hadits tsb adalah dalam pengertian kedudukan dan kemuliaan,
Bukan dalam pengertian Jarak.
Karena Allah Maha Suci dari Tempat, Jarak, dan Waktu. Kemudian berkata Al-Badr Ibn Ash-Shahib dalam Kitab:
"Tadzkirah".
Bahwa dalam Hadits tsb terdapat Dalil Kuat bahwa Allah Ada Tanpa Tempat dan Tanpa Arah”.
KITAB: SYARH SUNAN AN-NASA'I, ALLAH MAHA SUCI DARI JARAK, TEMPAT DAN WAKTU

KITAB: SYARH SUNAN AN-NASA'I, ALLAH MAHA SUCI DARI JARAK, TEMPAT DAN WAKTU

■ Al-Imam Al-Hafidz Jalaluddin Abdurrahman Ibn Abi Bakr As-Suyuthi Asy-Syafi’i Al-Asy’ari. Dalam penjelasan di: - Kitab: Syarh Sunan An-...
4.82/ 5 (91)
■ Al-Imam Al-Hafidz Jalaluddin Abdurrahman Ibn Abi Bakr As-Suyuthi Asy-Syafi’i Al-Asy’ari. Dalam penjelasan di: - Kitab: Syarh Sunan An-...
4 Dari 5 BINTANG

ALLAH PUNYA BATAS, PENDAPAT SYEIK WAHABI TAIMIYAH

ALLAH PUNYA BATAS, PENDAPAT SYEIK WAHABI TAIMIYAH2ALLAH PUNYA BATAS, PENDAPAT SYEIK WAHABI TAIMIYAH


~ Kitab: Naqdza Ta'sisi Al-Jahmiyah.
~ Juz: 1.
~ Halaman: 427.
.
Ibnu Taimiyah berkata:
“Ini semua dan yang semisalnya adalah Bukti dan Dalil tentang adanya Batasan Bagi Allah,
Dan orang yang Tidak mau Mengakui adanya Batasan BagiNya, berarti dia telah mengingkari Al-Qur’an dan Menentang ayat-ayat Allah”.
.
→ Perkataan ini Ibnu Taimiyah Tukil dari Abu Said
(Utsman bin Said Ad-Darimi) mujassimah dan dia menyetujuinya.
(Lihat scan kitab..!!)
.
■ Ibnu Taimiyah juga mengatakan dalam kitabnya yang lain:
- Kitab Muwafaqatu Sharih Al-Ma’qul Li Shahih Al-Manqul.
- Juz. 2.
- Halaman: 29
.
Ibnu Taimiyah juga menukil dari Ustman bin Said Ad-Darimi, seorang mujassim dan menyetujuinya:
“Allah memiliki Batasan yang tidak diketahui kecuali oleh Dia saja,
Dan tidak boleh bagi seorang untuk membayang-bayangkan batasan itu,
Tetapi Wajib baginya untuk beriman akan adanya Batasan itu, serta Menyerahkan ilmu tentang Hakikat Batasan tsb hanya kepada Allah,
Dan tempat Allah pun memiliki Batasan,
Dia di atas Arsy di atas langit yang tujuh dan inilah Dua Batasan baginya”.
.
■ Pada kitab yang sama,
Juz: 2, Halaman 29-30,
.
Ibnu Taimiyah Menukil lagi dari Ad-Darimi Mujassimah dan Menyetujuinya:
“Telah Bersepakat Kaum Muslimin dan Kafirin dalam
Satu Kata bahwa Allah ada di atas Langit, Dan Mereka Membatasi Allah dengan Batasan itu”.
.
◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎◎
.
● Benarkah Kaum Muslimin Sepakat Akan Hal Batasan tsb..???
= Tidak ada satu Kaum Muslimin Yang sepakat dalam Aqidah Mujassim tsb, Selain Dirinya Dan Penganutnya (wahabi) yang Ingkar Akan Ayat-Ayat Allah Swt dan Sunnah Nabi Saw, serta Ijma' Ulama.
.
→ Surat Asy-Syura, 11:
.
{لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ}
.
Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia.
Yakni tiada suatu makhluk pun yang serupa dengan Dia,
Karena Dia adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu, Maha Esa dan tiada yang menandingi-Nya
(menyamai-Nya).
{وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ}
.
dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
(Asy-Syura: 11)
.
*************
.
→ Imam Fakħruddiin Ar-Razi mengatakan:
.
الدليل دل على أن من قال إن الإله جسم فهو منكر للإله تعالى وذلك لأن إله العالم موجود ليس بجسم ولا حال في الجسم فإذا أنكر المجسم هذا الموجود فقد أنكر ذات الإله تعالى فالخلاف بين المجسم والموحد ليس في الصفة بل في الذات فصح في المجسم أنه لا يؤمن بالله
.
Bukti-bukti menunjukkan bahwa orang yang mengatakan Allah adalah jisim/fisik,
Maka Kakikatnya ia Ingkar terhadap keberadaan Allah itu sendiri.
Alasannya karena Tuhan Semesta itu ada, dan bukan merupakan fisik atau diposisikan dalam jisim.
Oleh karena itu , jika orang mengatakan Allah itu adalah jisim maka ia menyangkal eksistensi yang bukan jisim,
Maka dia telah Mengingkari keberadaan Allah itu sendiri………
Adalah benar bahwa orang yang mengatakan Allah adalah jisim,
Ia Tidak Beriman kepada Allah .
(Mafaatiiĥ Al-Ghayb, 16/24).
.
******************
.
→ Al-Imam Ahmad Ar-Rifa’i (W. 578 H) dalam Al-Burhan
Al-Muayyad berkata:
“Jagalah Aqidah kamu sekalian dari berpegang kepada Dzahir ayat Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad Saw yang Mutasyabihat sebab hal ini merupakan salah satu pangkal kekufuran”.
baca juga 

Seluruh Imam Madzhab Sepakat Sesatnya Aqidah Wahabi Salafi Palsu

ALLAH PUNYA BATAS, PENDAPAT SYEIK WAHABI TAIMIYAH

ALLAH PUNYA BATAS, PENDAPAT SYEIK WAHABI TAIMIYAH

~ Kitab: Naqdza Ta'sisi Al-Jahmiyah. ~ Juz: 1. ~ Halaman: 427. . Ibnu Taimiyah berkata: “Ini semua dan yang semisalnya adalah...
4.82/ 5 (91)
~ Kitab: Naqdza Ta'sisi Al-Jahmiyah. ~ Juz: 1. ~ Halaman: 427. . Ibnu Taimiyah berkata: “Ini semua dan yang semisalnya adalah...
4 Dari 5 BINTANG

FATWA WAHABI AL-UTSAIMIN: ALLAH PUNYA SIFAT BOSAN

FATWA WAHABI AL-UTSAIMIN: ALLAH PUNYA SIFAT BOSAN2FATWA WAHABI AL-UTSAIMIN: ALLAH PUNYA SIFAT BOSAN


FATWA WAHABI AL-UTSAIMIN: ALLAH PUNYA SIFAT BOSAN3

■ AL-UTSAIMIN: ALLAH PUNYA SIFAT BOSAN ■
.
~ Muhammad bin Shalih bin Utsaimin mengeluarkan
Fatwa dalam:
~ Kitab: “ Fatawi Al-Aqidah".
~ Halaman : 51 -52:
~ { Bukti Scan Kitab dibawah..!!! }
.
س: هل نفهم من حديث “إن الله لا يمل حتى تملوا”- متفق عليه-
أن الله يوصف بالملل...؟؟؟.
.
الجواب: من المعلوم أن القاعدة عند أهل السنة والجماعة أننا نصف الله تباركوتعالى بما وصف به نفسه من غير تمثيل ولا تكييف،
فإذا كان هذا الحديث يدل على أن لله مللا فإن ملل الله ليس كمثل مللنا…
فإنه ملل يليق به عز وجل ولا يتضمن نقصا بوجه من الوجوه.
.
Terjemahnya :
Soal : "Apakah kita boleh memahami Hadits ini...??“.
Sesungguhnya Allah tidak akan merasa bosan terlebih Dahulu hingga kalianlah yang merasa Bosan terlebih
dahulu “,
Bahwa Allah boleh disifati dengan sifat bosan..??!".
.
Al-Utsaimin menjawab :
"Sudah maklum bahwa Kaidah menurut Ahlus Sunnah wal jama’ah bahwa Kita Boleh Mensifati Allah Swt dengan apa yang Allah mensifati diri-Nya tanpa Perumpamaan dan Bagaimananya.
Maka jika Hadits ini menunjukkan bahwa Allah memiliki Sifat Bosan,
Maka sifat Bosan Allah tidak Sama seperti sifat Bosan kita,
Sifat Bosan Allah adalah Sifat Bosan yang Layak Bagi Allah Swt dan tidak mengandung kekurangan dari segi manapun “.
.
●●●●●●●●●●●
.
■ Al-Utsaimin mengatakan:
→ Allah Punya Sifat Bosan.
.
* Ulama Somplak...!!!!.
.
■ Dia juga Mengatakan:
→ Kaidah tsb Menurut Ahlu Sunah Wal Jama'ah.
Ahlu Sunnah Wal Jama'ah yang Mana....???
Wahabi Kali.....??!!
.
☆ INI PENDAPAT ULAMA AHLU SUNAH WAL JAMA'AH YANG SEBENARNYA DAN ASLI (tidak pakai Formalin...!!).
.
→ Amirul Mukminin Fil Hadits (Masternya Ahli Hadits)
Al-Imam Ibnu Hajar Al-Atsqalani di dalam mengomentari Hadits tsb dalam kitab Fathul Barinya :
.
( قوله: (لا يمل الله حتى تملوا) هو بفتح الميم في الموضعين، والملال استثقال الشيء ونفور النفس عنه بعد محبته، وهو محال على الله تعالىباتفاق. قال الإسماعيلي رحمه الله وجماعة من السلف المحققين : إنما أطلق هذا على جهة المقابلة اللفظية مجازا.
.
Hadits Nabi Saw :
“ Sesungguhnya Allah tidak akan merasa Bosan terlebih dahulu hingga kalianlah yang merasa Bosan terlebih dahulu".
Dengan difathah huruf mimnya di dalam dua tempat.
Bosan adalah merasa berat atas sesuatu dan larinya jiwa darinya setalah mencintainya.
Maka dengan sepakat hal ini mustahil bagi Allah Swt.
Al-Isma’ili dan Sekelompok Ulama Salaf berkata:
"Sesungguhnya digunakan kata seperti itu dari segi penyesuaian Lafadz adalah hanya sekedar Majaz/Kiasan (bukan Hakekatnya)“.
.
→ Pendapat ulama Ahli Tafsir, Imam Qurthubi :
.
قال القرطبي : وجه مجازه أنه تعالى لماكان يقطع ثوابه عمن يقطع العمل ملالا عبر عن ذلك بالملال من باب تسمية الشيء باسم سببه
.
“ Arah Majaznya bahwasanya Allah Swt ketika memutus pahala dari orang yang memutus amal karena
Bosan / Malas,
Digunakan dengan kata Bosan atau Malas adalah karena segi penamaan sesuatu dengan nama sebabnya “.
(Fathul Bari hal : 126).
.
→ Pendapat Imam Nawawi :
.
قَوْله صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
( فَإِنَّ اللَّه لَا يَمَلّ حَتَّى تَمَلُّوا هُوَ بِفَتْحِ الْمِيم فِيهِمَا) ،
وَفِي الرِّوَايَة الْأُخْرَى : ( لَا يَسْأَم حَتَّى تَسْأَمُوا ) وَهُمَا بِمَعْنًى
قَالَ الْعُلَمَاء :الْمَلَل وَالسَّآمَة بِالْمَعْنَى الْمُتَعَارَف فِي حَقّنَا مُحَال فِي حَقِّ اللَّه تَعَالَى ، فَيَجِب تَأْوِيل الْحَدِيث. قَالَ الْمُحَقِّقُونَ : مَعْنَاهُ لَا يُعَامِلكُمْ مُعَامَلَة الْمَالِّ فَيَقْطَع عَنْكُمْثَوَابه وَجَزَاءَهُ ، وَبَسَطَ فَضْله وَرَحْمَته حَتَّى تَقْطَعُوا عَمَلكُمْ
.
Sabda Nabi Saw “ Sesungguhnya Allah tidak akan merasa bosan terlebih dahulu hingga kalianlah yang merasa bosan terlebih dahulu “.
Dengan fathah huruf mimnya.
.
Dalam riwayat lain Nabi bersabda:
"Tidaklah Allah malas sampai kamu malas “.
Keduanya bermakna sama.
Bosan dan malas satu makna yang sama yang ada pada diri kita dan mustahil bagi Allah Swt,
Maka Hadits Tersebut wajib ditakwil.
Para ulama Muhaqqiq berkata:
Makna Hadits tersebut adalah:
"Bahwa Allah tidak akan Bermuamalah dengan kalian jika kalian malas atau bosan,
Maka Allah akan memutus pahala dan ganjaran-Nya.
Dan Allah membentangkan Keutamaan dan Rahmat-Nya sampai kalian memutus Amal kalian “.
.
● Masih Percaya dengan Wahabiyyah (Salafi)....?
FATWA WAHABI AL-UTSAIMIN: ALLAH PUNYA SIFAT BOSAN

FATWA WAHABI AL-UTSAIMIN: ALLAH PUNYA SIFAT BOSAN

■ AL-UTSAIMIN: ALLAH PUNYA SIFAT BOSAN ■ . ~ Muhammad bin Shalih bin Utsaimin mengeluarkan Fatwa dalam: ~ Kitab: “ Fatawi Al-Aq...
4.82/ 5 (91)
■ AL-UTSAIMIN: ALLAH PUNYA SIFAT BOSAN ■ . ~ Muhammad bin Shalih bin Utsaimin mengeluarkan Fatwa dalam: ~ Kitab: “ Fatawi Al-Aq...
4 Dari 5 BINTANG

AQIDAH KELUARGA RASULULLAH SAW: ALLAH ADA TANPA TEMPAT


Kitab: Al-Farq Baina Al-Firaq".
Karya: Abu Manshur Al-Baghdadi.
Halaman: 333ـ
.
● Amirul Mukminin, Al-Imâm Ali ibn Abi Thalib (w 40 H) berkata:
“Sesungguhnya Allah menciptakan Arsy
(makhluk Allah yang paling besar bentuknya) UNTUK MENAMPAKKAN KEKUASAAN-NYA, BUKAN UNTUK MENJADIKAN TEMPAT BAGI DZAT-NYA".
.
● Beliau juga berkata:
“Allah Ada Tanpa Permulaan dan Tanpa Tempat,
Dan Dia (Allah ) Kini (setelah menciptakan tempat) tetap Sebagaimana pada Sifat-Nya yang Azali.
ADA TANPA TEMPAT.
.
→ Bukti scan kitab...!!.
.
● Beliau Juga berkata dalam....
Kitab: "Haliyatul Auliya".
Halaman: 1/73.
.
وقال أيضًا (حلية الأولياء: ترجمة علي بن أبي طالب ١/٧٣) :
"من زعم أن إلهنا محدود
(المحدود: هو ما كان له حجم صغيرًا أو كبيرًا)
فقد جهل الخالق المعبود" اهـ.
.
Beliau berkata: “Barangsiapa berkayakinan bahwa Tuhan kita (Allah) Memiliki Bentuk dan Ukuran,
Maka ia tidak Mengetahui/Mengenal Tuhan yang Wajib Disembah (belum beriman kepada-Nya)”.
.
● Sayyidina Ali Zainal-'Abidin bin Husein bin 'Ali bin Abi Thalib ra (w 94 H) dalam,
Kitab: "Ithaf As-Sadah Al-Muttaqin Bi Syarh Ihya' Ulumuddin".
Karya: Imam Murtadha Az-Zabidi.
Jiz: 4, Halaman:380.
Beliau berkata:
.
أنْتَ اللهُ الّذِي لاَ يَحْويْكَ مَكَان
.
ٌ "Engkau Wahai Allah yang Tidak Diliputi oleh Tempat".
.
● Sayyidina Ja'far Shadiq bin Muhammad Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein bin Ali Bin Abi Thalib ra, didalam:
Kitab: "Ar-Risalah Al-Qusyairiyah".
Halaman: 30.
Beliau Berkata:
.
"مَنْ زَعَمَ أنّ اللهَ فِي شَىءٍ، أوْ مِنْ شَىءٍ، أوْ عَلَى شَىءٍ فَقَدْ أشْرَكَ. إذْ لَوْ كَانَ عَلَى شَىءٍ لَكَانَ مَحْمُوْلاً، وَلَوْ كَانَ فِي شَىءٍ لَكَانَ مَحْصُوْرًا، وَلَوْ كَانَ مِنْ شَىءٍ لَكَانَ محدَثًا (أي مَخْلُوْقًا)".
.
“Barang siapa Berkeyakinan bahwa Allah Swt,
Berada di dalam Sesuatu,
Atau Dari Sesuatu,
Atau Di atas Sesuatu,
Maka ia adalah seorang yang Musyrik.
Karena jika Allah,
Berada Di atas Sesuatu
Maka berarti Dia Diangkat,
Dan Bila Berada Di Dalam Sesuatu
Berarti Dia Terbatas,
Dan bila Dia Dari Sesuatu,
Maka Berarti Dia Baru (makhluk)”.
AQIDAH KELUARGA RASULULLAH SAW: ALLAH ADA TANPA TEMPAT2AQIDAH KELUARGA RASULULLAH SAW: ALLAH ADA TANPA TEMPAT
AQIDAH KELUARGA RASULULLAH SAW: ALLAH ADA TANPA TEMPAT4AQIDAH KELUARGA RASULULLAH SAW: ALLAH ADA TANPA TEMPAT3


AQIDAH KELUARGA RASULULLAH SAW: ALLAH ADA TANPA TEMPAT

AQIDAH KELUARGA RASULULLAH SAW: ALLAH ADA TANPA TEMPAT

Kitab: Al-Farq Baina Al-Firaq". Karya: Abu Manshur Al-Baghdadi. Halaman: 333ـ . ● Amirul Mukminin, Al-Imâm Ali ibn Abi Thalib (...
4.82/ 5 (91)
Kitab: Al-Farq Baina Al-Firaq". Karya: Abu Manshur Al-Baghdadi. Halaman: 333ـ . ● Amirul Mukminin, Al-Imâm Ali ibn Abi Thalib (...
4 Dari 5 BINTANG

Majelis Fatwa Kebangsaan Memutuskan Wahabi Tak layak di Malaysia

 Majelis Fatwa Kebangsaan Memutuskan Wahabi Tak layak di Malaysia

SHAH ALAM - Majlis Fatwa Kebangsaan memutuskan aliran Wahabi tidak sesuai untuk diamalkan di negara ini(Malaysia) yang mengamalkan akidah Ahli Sunnah Wal Jamaah.
Ketua Komite Fatwa Nasional, Prof Emeritus Tan Sri Dr Abdul Shukor Husin mengatakan, aliran Wahabi bukan mazhab tetapi satu bentuk gerakan pemikiran agama yang banyak dipegang oleh ulama-ulama di Arab Saudi(NAJD) mengikuti pendekatan yang diambil Muhammad bin Abd Wahhab.
"Aliran tersebut tidak salah untuk dipraktekkan. Dewan Fatwa memutuskan sedemikian setelah berdiskusi tentang aliran-aliran lain selain Wahabi yang tidak sesuai diamalkan di negara ini namun tidak sampai haram," katanya, kemarin.

Menguraikan kata Abdul Shukor mengatakan, dari segi mazhab, praktisi aliran Wahabi lebih hampir dengan mazhab Hambali bahkan dari beberapa segi mereka lebih ketat dan keras.

Dia mengatakan, pengikut Wahabi lebih cenderung dan mudah mengeluarkan orang Islam dari lingkungan agama yang tidak sealiran dengan aliran Wahabi.

"Mereka menganggap setiap praktek yang tidak mengikuti cara yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, dianggap bidah dan keluar dari Islam," katanya.

Abdul Shukor mengatakan, apa yang tidak disepakati dengan aliran Wahabi ketika menjuruskan praktisi aliran itu lebih ekstrem.

"Mereka menganggap apa yang dilakukan oleh Ahli Sunnah Wal Jamaah adalah bidah, bukan berdasarkan sunnah. Mereka juga menolak akidah Asha'irah dan Maturidiyah, bahkan dengan mengatakan dua akidah ini keluar dari Ahli Sunnah Wal Jamaah. Jadi ini sengketa yang tidak menguntungkan siapapun, "katanya.

Ditanya tentang praktisi aliran ini dilarang untuk menyebarkan kepada orang lain, Abdul Shukor mengatakan, ia mengandalkan berlakunya negara masing-masing untuk mencegah penyimpangan tersebut.

"Hak mengeluarkan fatwa adalah hak negara masing-masing. Contoh seperti apa dilakukan Dewan Agama Islam Negeri Sembilan yang mengeluarkan fatwa melarang penyebaran Wahabi di negeri itu, memang itu tidak bertentangan.

"Saya pikir, negara tersebut melarang Wahabi karena tidak ingin terjadi kacau balau dalam masyarakat Islam negeri itu," katanya.

Dalam pada itu, Abdul Shukor mengatakan, tindakan negara tersebut juga tidak akan mempengaruhi hubungan negara dan Arab Saudi karena memang itu hak negara tersebut.
"Jika hal itu akan mempengaruhi hubungan, maknanya tidak ada hak bagi negara untuk membuat keputusan sendiri.

"Malahan Jakim dan Dewan Fatwa Nasional telah membahas hal tersebut lebih awal sebelum isu ini kembali disensasikan," katanya.
sumber http://www.sinarharian.com.my/nasional/wahabi-tidak-sesuai-diamal-di-malaysia-1.364059
BACA JUGA MUI ACEH FATWAKAN SESATNYA AJARAN WAHABI SALAFY PALSU
 Majelis Fatwa Kebangsaan Memutuskan Wahabi Tak layak di Malaysia

Majelis Fatwa Kebangsaan Memutuskan Wahabi Tak layak di Malaysia

SHAH ALAM - Majlis Fatwa Kebangsaan memutuskan aliran Wahabi tidak sesuai untuk diamalkan di negara ini(Malaysia) yang mengamalkan aki...
4.82/ 5 (91)
SHAH ALAM - Majlis Fatwa Kebangsaan memutuskan aliran Wahabi tidak sesuai untuk diamalkan di negara ini(Malaysia) yang mengamalkan aki...
4 Dari 5 BINTANG

sahih Bukhori, khowarij wahabi ajaran setan gundul dari najd

sahih bukhori,khowarij wahabi ajaran setan gundul dari najd

Abdullah bin Umar berkata : “ Aku telah mendengar Rasulullah bersabda : “Akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang membaca Al-Qur’an namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka (tidak sampai ke hati), mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya, mereka tidak akan bisa kembali seperti anak panah yang tak akan kembali ketempatnya, tanda-tanda mereka ialah bercukur plontos (Gundul). (HR Bukhori) Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, Abu Daud, & Ibnu Hibban.
gunsahih bukhori,khowarij wahabi ajaran setan gundul dari najd2Sejak awal kemunculannya, Jumhur ulama telah menegaskan bahwa Wahhabi memang ahli bid’ah( tidak mengikuti ulama madzhab bikin fatwa baru yg menyimpang) . di antara tanda-tanda kaum Khawarij adalah, secara kolektif mencukur plontos atau gundul kepala mereka. Tanda-tanda ini hanya dimiliki oleh kaum Salafy-Wahhabi, dimana pada awal lahirnya gerakan mereka, Muhammad bin Abdul Wahhab al-Najdi mengharuskan para pengikutnya untuk melakukan cukur plontos atau gundul, agar hidup dengan rambut baru yang belum pernah melakukan kesyirikan. Hal ini sebagaimana dicatat oleh para sejarawan gerakan Wahhabi, seperti Sayyid ‘Alwi bin Ahmad al-Haddad, Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan, Sayyid Abdullah bin Hasan Basya & lain-lain. Mereka mengutip fatwa Sayyid Abdurrahman al-Ahdal mufti negeri Zabid sebagai berikut:
“Adalah mufti negeri Zabid, Sayyid Abdurrahman al-Ahdal, telah berkata; “Tidak butuh menulis bantahan terhadap kaum (Salafy-)Wahhabi. Bantahan terhadap mereka telah cukup dengan sabda
: “Tanda-tanda mereka adalah cukur plontos”. Karena cukur plontos belum pernah dilakukan oleh kaum ahli bid’ah selain Salafy-Wahhabi.”
Ketika pernyataan Sayyid Abdurrahman al-Ahdal disebarluaskan oleh para ulama, banyak kalangan yang meragukan kebenaran pernyataan tersebut, jangan-jangan kaum Salafy-Wahhabi tidak menerapkan aturan kepala plontos, & bahwa tanda-tanda kepala plontos dalam hadits di atas hanya dihubung-hubungkan dengan kaum Salafy-Wahhabi. Akan tetapi akhirnya, pernyataan tersebut semakin kuat, setelah kitab-kitab Salafy-Wahhabi tersebar luas di dunia Islam, dimana dalam fatwa anak cucu Muhammad bin Abdul Wahhab & Hamad bin Nashir yang dilansir dalam ensiklopedi al-Durar al-Saniyyah fi al-Ajwibah al-Najdiyyah juz 4 halaman 152, dipaparkan bahwa :
“kepala plontos atau gundul adalah tradisi penduduk Najd, kaum Salafy-Wahhabi, & hanya orang-orang bodoh dari kalangan mereka yang tidak melakukan kepala plontos.”
Sebagaimana dimaklumi, kitab al-Durar al-Saniyyah fi al-Ajwibah al-Najdiyyah, adalah himpunan fatwa-fatwa pendiri Wahhabi & anak-cucu & murid-muridnya, yang dihimpun oleh Abdurrahman bin Muhammad al-‘Ashimi
Bercukur gundul ini pun telah diakui oleh Tokoh mereka; Abdul Aziz bin Hamd (cucu Muhammad bin Abdul Wahhab) dalam kitabnya Majmu’ah Ar-Rasaail wal masaail : 578. Website resmi Universitas Islam Madinah, Kerajaan Saudi Arabia Jami’ah Islamiyah bil Madinah al-Munawwaroh (Islamic University in Madinah)juga menampilkan Pernyataan ini di alamat:
“http://iucontent.iu.edu.sa/Shamela/Categoris/
الفتاوى/مجموعة الرسائل والمسائل النجدية(الجزء الرابع، القسم الثاني)/380.html”.
Jika diperbesar nampak sebagai berikut:
“…Karena menggundul kepala adalah kebiasaan kami, & tidak pernah ditinggalkan kecuali oleh orang-orang bodoh di antara kami.Maka larangan tidak menggundul ini adalah larangan anjuran, bukan larangan haram, sebagai langkah preventif. Juga karena orang-orang kafir di zaman kami –baca: orang-orang Islam selain Wahhabi– tidak menggundul kepalanya, sehingga tidak gundul itu adalah menyerupai orang-orang kafir (yang itu diharamkan).(Tradisi bercukur gundul ini saat ini sudah tidak dilakukan lagi).

oleh karenaya Rosulullah tak pernah mau memberkahi negeri najd atau riyadh yang sebagai pusat penyebaran ajaran baru wahabi berkedok atau bertaqiyah mengaku ngaku salafy untuk menarik dan menyesatkan umat islam bahkan RosulullAH MENYEBUT NAJD RIYADH TEMPAT MUNCULNYA AJARAN TANDUK SETAN FITNAHTAN LIL ALAMIN sebagaimana hadis sahih berikut :Ibnu Umar berkata, “Nabi berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, Terhadap Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, ‘Dan Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam. Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Yaman.’ Maka, saya mengira beliau bersabda pada kali yang ketiga, ‘Di sana terdapat kegoncangan-kegoncangan (gempa bumi), fitnah-fitnah, dan di sana pula munculnya tanduk setan.’” [HR Bukhari]
“Dari sinilah fitnah-fitnah akan bermunculan, dari arah Timur, dan sifat kasar juga kerasnya hati pada orang-orang yang sibuk mengurus onta dan sapi, kaum Baduwi yaitu pada kaum Rabi’ah dan Mudhar(mengurus duniawi ,petro dolar) “.(HR. Bukhari)
berikut ini letak najd atau riyadh sebagai pusat penyebaran agama wahabi
sahih bukhori,khowarij wahabi ajaran setan gundul dari najd1

Untuk mengelabuhi dan mencari pengikut sebanyak banyaknya mereka mengganti manhaj mereka menjadi salafy :
* Dalam bukunya yang berjudul as-Syalafiyah Marhalah Zamaniyah Mubarokah La Madzhab Islami, Prof. Dr. Sa’id Ramadhan al-Buthi mengungkapkan, “Wahhabi mengubah strategi dakwahnya dengan mengganti nama menjadi Salafy karena mengalami banyak kegagalan & merasa tersudut dengan panggilan Wahhabi yang dinisbatkan kepada pendirinya, Muhammad bin Abdul Wahab”.
* “Mereka mengubah nama Wahhabi menjadi Salafy untuk mengelabui umat Islam… juga, agar mereka merasa aman & nyaman dari sorotan masyarakat dalam menyebarkan dakwahnya…”(Prof. Dr. Ali Gomaa, ulama besar Al-Azhar sekaligus mufti Mesir)
sahih Bukhori, khowarij wahabi ajaran setan gundul dari najd

sahih Bukhori, khowarij wahabi ajaran setan gundul dari najd

“ Abdullah bin Umar berkata : “ Aku telah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda : “Akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang memb...
4.82/ 5 (91)
“ Abdullah bin Umar berkata : “ Aku telah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda : “Akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang memb...
4 Dari 5 BINTANG

Sony Nur PROFIL ADMIN

Sony Nur adalah Ustad Blogger dari
Surabaya, Jawa Timur
Indonesia
Follow Sony Nur Di Dan

Theme designed by Damzaky - Published by Proyek-Template
Powered by Blogger
-->