KALAU MEREKA TANYA HADIS MAULID NABI INILAH JAWABANNYA !

5/ 5 (99)

KALAU MEREKA TANYA HADIS MAULID NABI INILAH JAWABANNYA !
Yang dimaksud Maulid Nabi adalah kegiatan religius sebagai ungkapan rasa cinta dan mensyukuri atas lahirnya Nabi yang agung nan mulia serta yang kita kasihi bersamasebagai pembawa rohmatan lil alamin karena berkat beliaulah kita bisa merasakan nikmat iman ,nikmat islam dan tentu saja nikmat dunia akhirat sebagai harapan kita semua dan tentu saja bukan perayaan ulang tahun pesta hura hura mabuk mabukan yang menuju kemaksiatan dan sebagainya
syiar cinta dan mensyukuri maulid Nabi tentu saja akan menambah kekuatan iman dan ketaqwaan kita bersama
MENGAPA BEGITU PENTING SYIAR CINTA ROSUL INI ?
Sudah sangatlah jelas bahwa tujuan maulid Nabi di samping sebagai syiar keagamaan juga untuk lebih mengenal lebih dekat riwayat sosok agung dan kemulian ahlaq beliau  dalam memperjuangkan dan mensyiarkan islam hingga sampai pada umatnya hingga detik ini
tentu saja hail ini akan menumbuhkan rasa cinta ,mengagungkan dan memuliakan beliau
pentinya cinta Rosul sudah tak terbantahkan lagi sebagaiman hadis shohih berikut :
Dari Anas r.a. ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Tidak sempurna keimanan seseorang diantara kalian hingga ia lebih mencintai aku daripada kedua orangtuanya, anaknya, dan manusia semuanya." (sahih bukhori)*** Alhamdulillah telah tersedia gratis apikasi android BLOG PONSEL ASWAJA, semoga bermanfaat Klik  DOWNLOAD APLIKASI ANDROID BLOG PONSEL ASWAJA

DENGAN SYIAR CINTA ROSUL INI UMAT ISLAM JUGA DIINGATKAN ATAS SEJARAH HIDUP DAN PERJUANGAN BELIAU DALAM MENSYIARKAN AJARAN ISLAM HINGGA AJARAN ISLAM INI BISA KITA NIKMATI BERSAMA, ' TAK KENAL MAKA TAK SAYANG ' ITULAH UNGKAPAN PERIBAHASA YANG SERING KITA DENGAR BEGITU PULA DENGAN SYIAR CINTA ROSUL YANG AKAN MENUMBUHKAN RASA CINTA PADA NABI DAN CINTA PADA ISLAM SEBAGAIMANA PERNAH DILAKUKAN SalahudinAal Ayyubi PAHLAWAN AGUNG ISLAM ADALAM PERANG SALIB YANG MANA BELIU DAN PASUKANNYA MENDAPAT KEMULIAN DENGAN KEMENAGAN DALAM PERANG DASYAT MELAWAN GABUNGAN PASUKAN SALIB DARI SELURUH NEGARA NASRANI EROPA DENGAN MERAYAKAN MAULID NABI MENUMBUHKAN SEMANGAT TEMPUR PASUKANNYA UNTUK MEMPERJUANGAKAN MENYELAMATKAN UMAT BESERTA AGAMANYA DARI KEHANCURAN KEBERKAHAN MAULID JUGA BUKAN HANYA DIRASAKAN UMAT ISLAM SAJA TETAPI JUGA JUGA DIRASAKAN ORANG KAFIR SEPERTI ABU LAHAB YANG BEGITU GEMBIRA DAN MENSYUKURI ATAS LAHIR KEPONAKANNYA YAITU NABI MUHAMMAD SAMPAI SAMPAI ABU LAHAB MEMERDEKAN KAN BUDAKNYA SEBAGIMANA RIWAYAT SHOPHIH BUKHORI BERIKUT Diriwayatkan bahwa Abbas bin Abdulmuttalib melihat Abu Lahab dalam mimpinya, dan Abbas bertanya padanya : “bagaimana keadaanmu?”, abu lahab menjawab : “di neraka, Cuma diringankan siksaku setiap senin karena aku membebaskan budakku Tsuwaibah karena gembiraku atas kelahiran Rasul saw” (Shahih Bukhari haditsno.4813, Sunan Imam Baihaqi Alkubra hadits no.13701, syi’bul iman no.281, fathul baari Almasyhur juz 11 hal 431). Walaupun kafir terjahat ini dibantai di alam barzakh, namun tentunya Allah berhak menambah siksanya atau menguranginya menurut kehendak Allah swt, maka Allah menguranginya setiap hari senin karena telah gembira dg kelahiran Rasul saw dengan membebaskan budaknya.
ADAKAH SAHABAT YANG MEMULIAKAN MENSYUKURI KELAHIRAN MAULID NABI ? YA YAITU PAMAN NABI SENDIRI BAHKAN DIHADAPAN ROSULULLAH SENDIRI DAN HAL INI BUKANLAH PERKARA BERLEBIH LEBIHAN SEBAGAIMANA YANG DITUDUHKAN PENGIKUT AJARAN SETAN FITNAH NAJD SELAMA INI, SEBAGAIMANA HADIS SAHIH BERIKUT
 Sahabat memuliakan hari kelahiran Nabi saw. Berkata Abbas bin Abdulmuttalib ra: “Izinkan aku memujimu wahai Rasulullah..” maka Rasul saw menjawab: “Silahkan..,maka Allah akan membuat bibirmu terjaga” maka Abbas ra memuji dengan syair yg panjang, diantaranya: “… dan engkau (wahai nabi saw) saat hari kelahiranmu maka terbitlah cahaya dibumi hingga terang benderang, dan langit bercahaya dengan cahayamu, dan kami kini dalam naungan cahaya itu dan dalam tuntunan kemuliaan (Al Qur’an) kami terus mendalaminya” (Mustadrak ‘ala shahihain hadits no.5417).
Dalam hal ini Allah telah berfirman: Artinya: “Telah datang kepada kalian cahaya dan sebuah kitab” [Al Ma’idah: 15] Ibnu Katsir berkata tentang ayat ini: “Allah Ta’ala mengabarkan dalam Al Qur’an Al Karim bahwa Ia mengutus Nabi-Nya yang mulia” [Tafsir Ibnu Katsir]
BAHKAN AYAT TSB DIPERKUAT LAGI OLEH FIRMAN ALLAH BERIKUT : “Katakanlah (Muhammad), sebab anugerah dan rahmat Alloh (kepada kalian), maka bergembiralah mereka.”(QS.Yunus:58)

MAULID Nabi Saw Menurut Para Sahabat RA Dari buku An Nikmatul Kubro oleh Al Imam 'Alim Al 'Alamah Shabuddin Ahmad Ibnu Hajar al Haitami Asy Syafie Apakah kata-kata Sahabat-sahabat ra dan tabi'in-tabi'in tentang amalan-amalan Maulid ini. Untuk itu kita lihat di dalam kitab An Nikmatul Kubro Alal'Alami yang ditulis oleh Al Imam 'Alim Al 'Alamah Shabuddin Ahmad ibnu Hajar AlHaitami Asy Syafie pada muka surat 7 Telah berkata Sayidina Abu Bakar As Siddiq ra Barangsiapa membelanjakan satu dirham atas membaca Maulidin Nabi SAW, adalah dia sahabatku di dalam Syurga." Saiyidina Umar r.a. pula berkata, "Barangsiapa membesar-besarkan Maulidin Nabi SAW maka sesungguhnya dia menghidupkan Islam." Saiyidina Usman r.a. menyebut, "Barangsiapa membelanjakan satu dirham ke atas Maulidin Nabi maka seolah-olahnya dia telah syahid di dalam peperangan Badardan Hunain." Dan Saiyidina Ali k.w. berkata pula, "Barangsiapa membesar-besarkan Maulid Nabi SAW, adalah iaitu sebagai sebab bagi bacaannya itu, dia tidak akan keluar daripada dunia ini melainkan dengan iman dan masuk ke syurga tanpa hisab (perhitungan). Hassan Al Basri r.a. berkata, "Jikalau adalah bagiku seumpama gunung Uhud emas, nescaya aku akan membelanjakannya ke atas bacaan Maulid Nabi SAW." Junaid Al Baghdadi menyebut pula, "Barangsiapa hadir di dalam majlis Maulidin Nabi SAW dan membesar-besarkan nilainya, maka sesungguhnya ia telah berjaya dengan iman."

Seterusnya berkata pula Ma'aruf Al Khurkhi, Barangsiapa mendatangkan makanan bagi tujuan bacaan maulidin Nabi SAW dan mengumpulkan saudara-saudara dan menghidupkan pelita dan memakai pakaian baru dan berwangi-wangian sebagai membesarkan bagi Maulidin Nabi SAW itu, Allah SWT membangkitkannya di hari kiamat, di firqah yang pertama bersama Nabi-Nabi. Dan tempatnya adalah di tempat yang tertinggi." Dan telah berkata Fakhruddin Ar Razi, "Barangsiapa yang membaca Maulid Nabi SAW atas garam, biji-bijian atau sesuatu yang lain melainkan akan zahir padanya berkat daripada benda itu." Selanjutnya, sesiapa yang memakan makanan tadi, maka Allah SWT menyempurnakan dan menghilangkan kegelisahan darinya. Dan jika dibacakan Maulidin Nabi SAW ke atas air, maka sesiapa yang minum air tersebut telah masuk ke dalam hatinya seribu cahaya dan rahmat, dan telah keluar daripadanya seribu kesusahan dan penyakit. Dan tidak mati hati itu ketika hari matinya hati-hati." - Fakhruddin Ar Razi adalah pengarang besar Tafsir Ar Razi.

Al Imam Asy Syafie Rahimahullahu Taala menyatakan, Barangsiapa berkumpul kerana majlis Maulidin Nabi SAW dengan mendatangkan makanan dan tempat serta membuat baik dan jadilah sebagai sebab bacaan itu, Allah SWT membangkitkannya pada hari kiamat kelak berserta para siddiqin dan syuhada, para solehin dan adalah dia di dalam syurga An Na'im." As Sariyus Saqatti pula berkata, "Barangsiapa yang berkehendakkan tempat dibacakan padanya maulidin Nabi SAW maka sesungguhnya dia berkehendak "raudhah" (taman daripada taman-taman syurga), kerana sesungguhnya, tidaklah dia berkehendakkan tempat itu melainkan cintanya kepada Nabi SAW."Rasulullah SAW ada bersabda yang berbunyi ; "Barangsiapa mencintaiku, adalah dia bersama-samaku di dalam syurga." Al Fadhil Jalaluddin Abdur Rahman Abu Bakar As Sayuti berkata juga, "Dan telah bercahaya-cahaya kubur siapa-siapa yang membaca Maulid Nabi SAW." Kitab Al Wasail Fis Syarhi Syamail juga ada menyebut, "Tidaklah satu tempat dibacakan Maulid Nabi SAW melainkan dipenuhi oleh para malaikat di tempat itu dan malaikat-malaikat telah berselawat atas orang-orang yang ada di tempat tersebut. Dan Allah SWT juga telah memberikan rahmat dan keredhaan-Nya. Dan yang memberikan cahaya itu ialah malaikat Jibrail,Mikail, Israfil dan Izrael. Maka sesungguhnya mereka itulah yang menselawatkan ke atas orang-orang yang membacakan maulid Nabi SAW itu." Kata Imam As Sayuti lagi, "Tidak adalah daripada muslim itu membaca Maulidin Nabi SAW itu di dalam rumahnya melainkan Allah SWT angkat kemarau waba', kebakaran, tenggelam, kebinasaan, kecelakaan, kebencian, hasad dan pendengaran yang jahat dan pencuri daripada ahli-ahli rumah itu. Maka apabila mati, Allah SWT memudahkan ke atasnya menjawab soalan-soalan dari Munkar dan Nakir. Dan adalah dia ditempatkan di dalam tempat para siddiqin dan di sisi raja-raja yang berkuasa. Maka barangsiapa hendak membesarkan Maulidin Nabi SAW memadai akannya dengan kadar ini. Dan barangsiapa tidak membesarkan Maulid Nabi SAW, jikalau engkau telah memenuhi baginya dunia ini bagi memujinya, maka hatinya tidak digerakkan untuk mencintai Nabi SAW."

Tidak syak lagi bahawasanya Maulid ini adalah merupakan amalan yang mulia dan terpuji. Amalan yang bernilai di dunia dan akhirat. Sebab itulah ia menjadi amalan pewaris-pewaris agama (yakni ulama-ulama) yang benar-benar cintakan Allah SWT dan Rasulullah SAW. BAHKAN IBNU TAIMIYAH WALAU DIKENAL SEBAGAI IMAM WAHABI YANG MENYESATKAN AQIDAH UMAT ISLAM PUN MENDAPAT BERKAHNYA diperingan siksa kuburnya ,hal ini dikarenakan atas DUKUNGAN dan fatwa beliau pada perayaan cinta Rosul ,maulid Nabi. Syeikh Ibn Taimiyah : “Di dalam kitab beliau, Iqtidha’ as-Shiratil Mustaqim, cetakan Darul Hadis, halaman 266, beliau nyatakan: Begitu juga apa yang dilakukan oleh sebahagian manusia sama dengan menyaingi orang Nasrani pada kelahiran Isa عليه السلام, ataupun kecintaan kepada Nabi صلى الله عليه وسلم dan mengagungkan baginda, dan Allah mengurniakan pahala kepada mereka atas kecintaan dan ijtihad ini…” Seterusnya beliau nyatakan lagi : “Ia tidak dilakukan oleh salaf, tetapi ada sebab baginya, dan tiada larangan daripadanya.”
Baca Juga :
Umat Wahabi Rayakan Maulid Muhammad bin abdul wahab
maulid Nabi VS maulid muhamad bin abdul wahab dan maulid saudi
SYEIKH WAHABI IBNU TAIMIYAH DAN ABU LAHAB MENDAPAT BERKAH MAULID
Buya Hamka Mengamalkan Maulid dan Qunut Subuh Setelah Baca 1000 Kitab
Maulid Nabi Syi'ar Cinta Rosul dan Ungkapan Rasa Syukur(dalil dalil sahih)

jadi bisa kita simpulkan dengan keutamaan dan besarnya berkah maulid maka hukum merayakan syiar cinta Rosul maulid Nabi dengan bergembira bersuka cita mensyukuri atas lahirnya Nabi kita adalah FARDHU KIFAYAH ALLAHUMMA SHOLLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD semoga bermanfaat dan kita mendapatkan syafaat beliau, Aamiin

0 komentar