IMAM WAHABI : MATAHARI BERPUTAR MENGELILINGI BUMI

5/ 5 (99)
WAHABISUN
Pendapat syeik wahabi ini ternyata sama dengan keyakinan gereja vatikan yang menurut kitab suci mereka bahwa matahari berputar mengelilingi bumi(geo sentris)
lain lagi dengan bapak sains modern Galilleo galilei  di abad 17 (1632 masehi)  berani menentang keyakinan gereja hingga pada akhirnya Sri Paus Urbanus VIII memenjarakan sang ilmuwan sampai mati dan membusuk dipenjara demi kebenaran yang tertulis dalam Al Qur'an melalui pembuktian dan penelitian selama belasan tahun dengan teleskopnya 
IMAM WAHABI : MATAHARI BERPUTAR MENGELILINGI BUMIWAHABI
lah ini malah Imam wahabi malah mengikuti ajaran gereja kudus H H H H H H

APAKAH MATAHARI BERPUTAR MENGELILINGI BUMI?
Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin
Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin ditanya: “Apakah Matahari berputar mengelilingi bumi?”.
Jawaban.
“Dhahirnya dalil-dalil syar’i menetapkan bahwa mataharilah yang berputar mengelilingi bumi dan dengan perputarannya itulah menyebabkan terjadinya pergantian siang dan malam di permukaan bumi, tidak ada hak bagi kita untuk melewati dhahirnya dalil-dalil ini kecuali dengan dalil yang lebih kuat dari hal itu yang memberi peluang bagi kita untuk menakwilkan dari dhahirnya. Diantara dalil-dalil yang menunjukkan bahwa matahari berputar mengelilingi bumi sehingga terjadi pergantian siang dan malam adalah sebagai berikut.
1. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang Ibrahim akan hujahnya terhadap yang membantahnya tentang Rabb.
بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ
Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat,” [Al Baqarah/2 : 258]
syeikh wahabi berkata : Maka keadaan keadaan matahari yang didatangkan dari timur merupakan dalil yang dhahir bahwa matahari berputar mengelilingi bumi.
H H H H H padahal sudah jelas pada ayat tersebut menerangkan terbit dan terbenamnya matahari dan BUKAN MEMBUKTIKAN MATAHARI BERPUTAR MENGELILINGI BUMI
dan apalagi ayat tersebut menerangkan KE MAHA KUASAAN  ALLAH ATAS MAHLUQNYA tak satupun mahluqNya kuasa menerbitkan matahari dari barat
2. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman juga tentang Ibrahim.
فَلَمَّا رَأَى الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَٰذَا رَبِّي هَٰذَا أَكْبَرُ ۖ فَلَمَّا أَفَلَتْ قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ
Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata: ‘Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar’, maka tatkala matahari itu terbenam dia berkata : ‘Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.'” [Al-An’am/6 : 78]
syeik wahabi berkata : Jika Allah menjadikan bumi yang mengelilingi matahari niscaya Allah berkata: “Ketika bumi itu hilang darinya”.
H H H H H padahal ayat tersebut menerangkan upaya upaya Nabi Ibrahim dalam pencarian sosok Tuhan yang Naha Esa Pencipta  Alam semesta dengan segala isinya dan BUKAN MEMBUKTIKAN MATAHARI BERPUTAR MENGELILINGI BUMI

[Disalin dari Majmu Fatawa Arkanul Islam, edisi Indonesia Majmu Fatawa Solusi Problematika Umat Islam Seputar Akidah Dan Ibadah, Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Terbitan Pustaka Arafah]        padahal dalam surat Yasin ALLAH  TELAH MENJELASKAN MASALAH INI dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.(38) Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.(39) Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. (QS. Yaasin 36: 38- 40) .
pada ayat 38 sudah sangat jelas bahwa matahari BERJALAN DI TEMPAT pada garis edarnya dan BUKAN BEREVOLUSI mengelilingi bumi ataupun bulan
pada ayat 39 menjelaskan atau membuktikan bahwa bulan lah yang mengelilingi bumi atau berevolusi sebulan penuh yang menyebabkan timbullah manzilah manzila bulan muda, purnama dan bulan tua
pada ayat 40 bahwa masing masing memiliki garis tata garis edar sendiri sendiri sehingga tak mungkin siang mendahului malam atau sebaliknya dan tidak akan pernah bertabrakan karena memiliki garis edar masing masing yang dimana bulan bersama bumi berevolusi mengelilingi bumi dalam setahun yang menyebabkan timbulnya berbagai musim kemarau,hujan,musim semi ,gugur dan lain lain. lalu DIMANAKAH GARIS LETAK EDAR MATAHARI ?
sudah jelas Arsy adalah mahluq Allah yang besar dan matahari beredar di bawah Arsy
HADIS SAHIH BUKHORI MUSLIM berikut menjelaskannya
Dari Abu Dzar  bahwa pada suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Tahukah kalian ke manakah matahari ini pergi?” Mereka berkata, “AllAh dan Rasul-Nya lebih mengetahui?” Beliau bersabda, “Sesungguhnya matahari ini berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dia bersujud. Dia tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya: ‘Bangunlah! Kembalilah seperti semula engkau datang’, maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya, kemudian dia berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dia bersujud. Dia tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya: ‘Bangunlah! Kembalilah seperti semula engkau datang’, maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya, kemudian berjalan sedangkan manusia tidak menganggapnya aneh sedikitpun darinya sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dikatakan padanya: ‘Bangunlah, terbitlah dari arah barat’, maka dia pun terbit dari barat.” Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Tahukah kalian kapan hal itu terjadi? Hal itu terjadi ketika tidak bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu atau dia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.”
  • Diriwayatkan oleh Bukhari 4802,3199,7424,7433, Muslim 159 -dan ini lafazhnya, Ath-Thayyalisi dalamMusnadnya 460, Ahmad dalam Musnadnya 5/145,152,165,177, Abu Dawud 4002, Tirmidzi 3227, Nasa’i dalam Sunan Kubra 11430, Al-Baghawi dalam Syarh Sunnah 4292, 4293, dan lain sebagainya. Seluruhnya dari jalur Ibrahim bin Yazid at-Taimi dari ayahnya dari Abu Dzar z/.



0 komentar