November 2016

ANTI TERORIS-KHOWARIJ FITNAHTAN LIL ALAMIN membongkar kesesatan dan bahaya ajaran wahabi tanduk setan ahlul fitnah dari najd berdasarkan al qur'an dan as sunnah serta pendapat fatwa para ulama sunni

BENARKAH FPI SATU DIGIT LAGI MENJADI WAHABI ?

BENARKAH FPI SATU DIGIT LAGI MENJADI WAHABI ?
wahabi satu digit lagi menjadi teroris sebagaima yang admin kutip dari situs resmi NU
Kang Said dalam sambutan pembukaan Pelatihan Aswaja dan Empat Pilar di Kantor PBNU, jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jum‘at (19/20) sore.
“Wahabi memang bukan teroris. Namun, ajarannya sangat dekat dengan kekerasan,” kata Kang Said di hadapan sedikitnya seratus peserta pelatihan.
Ajaran wahabi, menurut Kang Said, tidak ramah manusia. Hal ini dapat dibuktikan dengan membawa masalah perbedaan sikap beragama pada masalah teologis. Mereka mengklaim kebenaran hanya milik kelompok sendiri dalam segala hal.
Mereka, lanjut Kang Said, memaksakan kebenaran kepada kelompok lain. Mereka mewujudkan paksaan tergantung pada kesempatan dan kenekatan.
Kalau ada kesempatan, kenekatan, dan fasilitas lain seperti senjata, maka mereka akan bergerak memaksakan kehendak, tutup Kang Said.
Lalu bagaimanakah dengan ormas FPI ?
bukankah FPI SAMA SAMA ASWAJA yang lahir dari majelis dzikir para Habaib Dzuriyat Rosul ?
sedangkan NU adalah ormas yang lahir dari para ulama dan jamaahnya pengikut tradisi sahabat dan ulama salaf pewaris nabi yang dipastikan tidak melenceng dalam syiarnya demi membentengi ajaran sunni beserta aqidah ahlusunnah wal jamaah, dan dikenal sebagai Nahdlatul ulama ahlusunnah wal jaamah as-sawadul a'dzham “Allah tidak akan membiarkan ummatku dalam kesesatan selamanya. Ikutilah As-Sawad Al-A’zhom. Tangan (rahmah dan perlindungan) Allah bersama jamaah. Barangsiapa menyendiri/menyempal, ia akan menyendiri/menyempal di dalam neraka.”
Diriwayatkan oleh Al-Hakim dari Ibnu Abbas juz 1 hal. 202 nomor 398 dan dari Ibnu Umar juz 1 hal. 199 nomor 391 (Jami’ul Ahadits: 17.515) shohih 
FPI memang dikenal dan dinilai oleh  sebagian kecil orang sebagai ormas radikal bahkan mungkin dianggap teroris oleh kafir harbi laskar salibis .
NU dan FPI SAMA SAMA SUNNI SUDAH DIPASTIKAN SEBAGAI BENTENG AHLUSUNNAH WAL JAMAH YANG ANTI MANHAJ TAKFIRI DAN KOMUNIS MAUPUN KAFIR HARBI dan itu semua dibuktikan mulai dari berdirinya NU sebagai penggagas KOMITE HIJAZ yang sukses melindungi penghancuran ka'bah dikarenakan fitnah musyrik memutari Baitullah dan pembongkaran makam Rosul oleh pasukan khowarij wahabi yg didukung imperilis inggris dan yahudi, kemudian Resolusi jihad 1945 melawan penjajah kafir harbi belanda dan pembasmian komunis di tahun 1965. hal sama yang dilakukan fpi juga menegakkan amar ma'ruf nahi munkar di era reformasi ini
ormas NU DAN FPI SEBAGAI BENTENG AHLUSUNNAH PENEGAK PENYERUH AMAR MA'RUF NAHI MUNGKAR SUDAH SESUAI DENGAN FIRMAN ALLAH BERIKUT ,“Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan umat ( ORMAS ) yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung”. (Surah Ali ‘Imran ayat 104 )
JADI JIKA ADA TERORIS MANHAJ TAKFIRI ATAUPUN KAFIR HARBI ATAUPUN KOMUNIS BANGKIT KEMBALI MENGUSIK ASWAJA SUDAH PASTI SEMUA ORMAS ASWAJA BESERTA TNI DAN RAKYAT TIDAK AKAN TINGGAL DIAM.
AKHIR AKHIR INI DI MEDIA SOSIAL BANYAK BEREDAR STATUS ADU DOMBA SEBAGAI AKIBAT DARI PESTA DEMOKRASI  DUKUNG MENDUKUNG FIGUR POLITIK MAUPUN PARTAI SEHINGGA MELUPAKAN SEBENARNYA NU DAN FPI SAMA SAMA ASWAJA BAHKAN MELUPAKAN BAHWA SEBENARNYA "RUMAHNYA" FPI ADALAH NU hanya saja FPI ADALAH ANAKNYA NU YANG BANDEL DIKIT, BERIKUT INI VIDEO HABIB RIZIQ PENTINGNYA MENJAGA PERSATUAN SESAMA ASWAJA SEBAGAI BENTENG AHLUSUNNAH WAL JAMAAH DAN NKRI *** Alhamdulillah telah tersedia gratis apikasi android BLOG PONSEL ASWAJA, semoga bermanfaat Klik  DOWNLOAD APLIKASI ANDROID BLOG PONSEL ASWAJA
BENARKAH FPI SATU DIGIT LAGI MENJADI WAHABI ?

BENARKAH FPI SATU DIGIT LAGI MENJADI WAHABI ?

wahabi satu digit lagi menjadi teroris sebagaima yang admin kutip dari situs resmi NU Kang Said dalam sambutan pembukaan Pelatihan As...
4.82/ 5 (91)
wahabi satu digit lagi menjadi teroris sebagaima yang admin kutip dari situs resmi NU Kang Said dalam sambutan pembukaan Pelatihan As...
4 Dari 5 BINTANG

MENGHALALKAN BUAYA WAHABI MENISTAKAN AJARAN ISLAM

MENGUPAS TUNTAS HALAL HARAMNYA DAGING BUAYA BERDASARKAN AL QUR'AN DAN HADIS SAHIH  DAN MEMBONGKAR BAHAYA  KESESATAN WAHABI
MERUBAH HUKUM ISLAM DAN MENISTAKAN AGAMA ISLAM KARENA KEBODOHANNYA DALAM MENAFSIRKAN AL QUR'AN DAN AS SUNNAH
MENGHALALKAN BUAYA WAHABI MENISTAKAN AJARAN ISLAM
dalam ajaran islam sudah sangat jelas hukumnya bahwa binatang buas , bertaraing bercakar hukumnya haram sebagaimana hadis sahih berikut
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
كُلُّ ذِي نَابٍ مِنْ السِّبَاعِ فَأَكْلُهُ حَرَامٌ
Setiap binatang buas yang bertaring, maka memakannya adalah haram.” (HR. Muslim no. 1933)
Dari Abi Tsa’labah, beliau berkata,
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – نَهَى عَنْ أَكْلِ كُلِّ ذِى نَابٍ مِنَ السِّبَاعِ .
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang memakan setiap hewan buas yang bertaring.” (HR. Bukhari no. 5530 dan Muslim no. 1932)
Dari Ibnu ‘Abbas, beliau berkata,
نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ كُلِّ ذِي نَابٍ مِنْ السِّبَاعِ وَعَنْ كُلِّ ذِي مِخْلَبٍ مِنْ الطَّيْرِ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring, dan setiap jenis burung yang mempunyai kuku untuk mencengkeram.” (HR. Muslim no. 1934)
Imam Ahmad mengatakan,
يُؤْكَلُ كُلُّ مَا فِي الْبَحْرِ إِلَّا الضُّفْدَعَ وَالتِّمْسَاحَ
“Setiap hewan yang hidup di air boleh dimakan kecuali katak dan buaya.”
dalam kitab  Tuhfatul Ahwadzi bi Syarh Jaami’ At Tirmidzi, Abul ‘Alaa Al Mubarakfuri, 1/189, Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah
ADAPUN yang dimaksud halal binatang air yang dihalalkan adalah BINATANG LAUT sebgaimana
Allah Ta’ala berfirman,
أُحِلَّ لَكُمْ صَيْدُ الْبَحْرِ وَطَعَامُهُ مَتَاعًا لَكُمْ وَلِلسَّيَّارَةِ
Dihalalkan bagimu binatang buruan laut (yang ditemukan dalam keadaan hidup) dan yang ditemukan dalam keadaan bangkai sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan” (QS. Al Maidah: 96) Ibnu ‘Abbas mengatakan bahwa “shoidul bahr” maknanya adalah hewan air (laut) yang ditangkap hidup-hidup. Sedangkan “tho’amuhu” adalah hewan air (laut) yang ditangkap dalam keadaan mati
terdapat riwayat yang shahih mengenai Yang berhubungan ayat diatas :
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan,
سَأَلَ رَجُلٌ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَرْكَبُ الْبَحْرَ وَنَحْمِلُ مَعَنَا الْقَلِيلَ مِنَ الْمَاءِ فَإِنْ تَوَضَّأْنَا بِهِ عَطِشْنَا أَفَنَتَوَضَّأُ بِمَاءِ الْبَحْرِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ ».
“Seseorang pernah menanyakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, kami pernah naik kapal dan hanya membawa sedikit air. Jika kami berwudhu dengannya, maka kami akan kehausan. Apakah boleh kami berwudhu dengan air laut?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab, “Air laut itu suci dan bangkainya pun halal.” (HR. Abu Daud no. 83, An Nasai no. 59, At Tirmidzi no. 69. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أُحِلَّتْ لَنَا مَيْتَتَانِ وَدَمَانِ فَأَمَّا الْمَيْتَتَانِ فَالْحُوتُ وَالْجَرَادُ وَأَمَّا الدَّمَانِ فَالْكَبِدُ وَالطِّحَالُ
Kami dihalalkan dua bangkai dan darah. Adapun dua bangkai tersebut adalah ikan dan belalang. Sedangkan dua darah tersebut adalah hati dan limpa.” (HR. Ibnu Majah no. 3314. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
PENDAPAT ULAMA MADZHAB PEWRAIS NABI MENGENAI HEWAN AIR
Seluruh hewan air itu halal kecuali katak, buaya dan ular. Inilah pendapat ulama Hambali. Mereka menganggap bahwa buaya terlarang karena termasuk hewan buas dan memakan manusia. Sedangkan ular air terlarang karena khobits (menjijikkan). Sedangkan katak dilarang karena terdapat dalil larangan untuk membunuhnya
(HR. Abu Daud no. 5269 dan Ahmad 3/453. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
JADI SANGAT JELAS BAHWA AJARAN ISLAM MENGHARAMKAN BINATANG BUAS SEPERTI BUAYA SEDANGKAN YANG DIHALALKAN ADALAH BINATANG AIR SEPERTI BINATANG LAUT DAN BINATANG AIR DI DARATAN SEPERTI IKAN AIR TAWAR
SAKSIKAN VIDEO USTAD WAHABI KHALID Basalamah berikut :

JADI TELAH TERBUKTI BAHWA  MEREKA BUKANLAH MENGIKUTI AL QUR'AN DAN AS SUNNAH TETAPI MALAH MERUBAH HUKUM ISLAM DAN MENISTAKAN AGAMA ISLAM KARENA KEBODOHANNYA DALAM MENAFSIRKAN AL QUR'AN DAN AS SUNNAH.*** Alhamdulillah telah tersedia gratis apikasi android BLOG PONSEL ASWAJA, semoga bermanfaat Klik  DOWNLOAD APLIKASI ANDROID BLOG PONSEL ASWAJA

MENGHALALKAN BUAYA WAHABI MENISTAKAN AJARAN ISLAM

MENGHALALKAN BUAYA WAHABI MENISTAKAN AJARAN ISLAM

MENGUPAS TUNTAS HALAL HARAMNYA DAGING BUAYA BERDASARKAN AL QUR'AN DAN HADIS SAHIH  DAN MEMBONGKAR BAHAYA  KESESATAN WAHABI MERUBAH HUK...
4.82/ 5 (91)
MENGUPAS TUNTAS HALAL HARAMNYA DAGING BUAYA BERDASARKAN AL QUR'AN DAN HADIS SAHIH  DAN MEMBONGKAR BAHAYA  KESESATAN WAHABI MERUBAH HUK...
4 Dari 5 BINTANG

Aqidah Imam Abu Hanifah

aqidah Imam Abu Hanifah madzhabaqidah Imam Abu Hanifah


Apa yang beliau (Imam Abu Hanifah) tunjukan –dalam catatannya–: “Dalam Kitab al-Fiqh al-Absath bahwa ia (Imam Abu Hanifah) berkata: Allah ada tanpa permulaan dan tanpa tempat, Dia ada sebelum menciptakan segala makhluk, Dia ada sebelum ada tempat, sebelum segala ciptaan, sebelum segala sesuatu sesuatu”. Dialah yang mengadakan/menciptakan segala sesuatu dari tidak ada, oleh karenanya maka tempat dan arah itu bukan sesuatu yang qadim (artinya keduanya adalah makhluk/ciptaan Allah). Dalam catatan Imam Abu Hanifah ini terdapat pemahaman2 penting:
Terdapat argumen bahwa seandainya Allah berada pada tempat dan arah maka berarti tempat dan arah tersebut adalah sesuatu yang qadim (tidak memiliki permulaan), juga berarti bahwa Allah adalah benda (memiliki bentuk dan ukuran). Karena pengertian “tempat” adalah sesuatu/ruang kosong yang diwadahi oleh benda, dan pengertian “arah” adalah puncak/akhir penghabisan dari tujuan suatu isyarat dan tujuan dari sesuatu yang bergerak. Dengan demikian maka arah dan tempat ini hanya berlaku bagi sesuatu yang merupakan benda dan yang memiliki bentuk dan ukuran saja; dan ini adalah perkara mustahil atas Allah (artinya Allah bukan benda) sebagaimana telah dijelaskan dalam penjelasan yang lalu. Oleh karena itulah beliau (Imam Abu Hanifah berkata: “Allah ada tanpa permulaan dan tanpa tempat, Dia ada sebelum menciptakan segala makhluk, Dia ada sebelum ada tempat, sebelum segala ciptaan, sebelum segala sesuatu sesuatu”. Sementara apa yang disangkakan oleh Ibn Taimiyah bahwa arsy adalah sesuatu yang qadim (tidak bermula) adalah pendapat SESAT, sebagaimana kesesatan ini telah dijelaskan dalam Kitab Syarh al-Aqa’id al-‘Adludliyyah.Sebagai jawaban bahwa Allah tidak dikatakan di dalam alam adalah oleh karena mutahil Allah berada di dalam susuatu yang notabene makhluk-Nya. Dan bahwa Allah tidak dikatakan di luar alam adalah oleh karena Allah ada (tanpa permulaan) sebelum adanya segala makhluk, dan Dia ada sebelum adanya segala tempat dan arah. Karena itulah beliau (Imam Abu Hanifah berkata: “Dia (Allah) adalah Pencipta segala sesuatu”.
Keterangan:
Kitab ini berjudul Isyarat al-Maram Min ‘Ibarat al-Imam adalah karya Imam al-Bayyadli. Isinya adalah penjelasan aqidah yang diyakini oleh Imam Abu Hanifah sesuai risalah2 yang ditulis oleh Imam Abu Hanifah sendiri.
(Sumber : Ustadz abou fateh   (notes of  facebook))*** Alhamdulillah telah tersedia gratis apikasi android BLOG PONSEL ASWAJA, semoga bermanfaat Klik  DOWNLOAD APLIKASI ANDROID BLOG PONSEL ASWAJA

Aqidah Imam Abu Hanifah

Aqidah Imam Abu Hanifah

Apa yang beliau (Imam Abu Hanifah) tunjukan –dalam catatannya–: “Dalam Kitab al-Fiqh al-Absath bahwa ia (Imam Abu Hanifah) berkata: Al...
4.82/ 5 (91)
Apa yang beliau (Imam Abu Hanifah) tunjukan –dalam catatannya–: “Dalam Kitab al-Fiqh al-Absath bahwa ia (Imam Abu Hanifah) berkata: Al...
4 Dari 5 BINTANG

MENGIKUTI ULAMA SALAF SUNNI ATAUKAH ULAMA WAHABI SETAN NAJD ?

Rasulullah SAW bersabda,

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِيْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ

“Sebaik-baik manusia adalah pada kurunku (Sahabat), kemudian yang sesudahnya (Tabi’in), kemudian yang sesudahnya (Tabi’ut Tabi’in).”[HR. Al-Bukhari no. 2652 dan Muslim no. 2533 ]
MENGIKUTI ULAMA SALAF SUNNI ATAUKAH ULAMA WAHABI SETAN NAJD ?

Siapakah pengikut ulama SALAF sebenarnya?
1) Imam Hanafi lahir:80 hijrah
2) Imam Maliki lahir: 93 hijrah
3) Imam Syafie lahir:150 hijrah
4) Imam Hanbali lahir:164 hijrah
MENGIKUTI ULAMA SALAF SUNNI ATAUKAH ULAMA WAHABI SETAN NAJD ?wahabi5) Imam Asy’ari lahir: 240 hijrah
Mereka ini semua ulama Salafus Soleh atau dikenali dengan nama ulama SALAF…Apa itu salaf?
Salaf ialah nama “zaman” yaitu merujuk kepada golongan ulama yang hidup antara kurun zaman kerasulan Nabi Muhammad hingga 300 HIJRAH. 3 Kurun pertama itu bisa diartikan 3 Abad pertama (0-300 H).
1) golongan generasi pertama dari 300 tahun hijrah tu disebut “Sahabat Nabi” kerana mereka pernah bertemu Nabi2) golongan generasi kedua pula disebut “Tabi’in” iaitu golongan yang pernah bertemu Sahabat nabi tapi tak pernah bertemu Nabi
3) golongan generasi ketiga disebut sebagai “Tabi’ tabi’in” iaitu golongan yang tak pernah bertemu nabi dan sahabat tapi bertemu dengan tabi’in.
Jadi Imam Abu hanifah (pengasas mazhab Hanafi) merupakan murid Sahabat nabi maka beliau seorang TABI’IN. Imam Malik, Imam Syafie, Imam Hanbali, Imam Asy’ari pula berguru dengan tabi’in maka mereka adalah golongan TABI’ TABI’IN.
Jadi kesemua Imam-Imam yang mulia ini merupakan golongan SALAF YANG SEBENARNYA dan pengikut mazhab mereka lah yang paling layak digelar sebagai “Salafi” karena “salafi” bermaksud “pengikut golongan SALAF”.
Jadi beruntung lah kita di Indonesia / Malaysia yang masih berpegang kepada mazhab Syafie yang merupakan mazhab SALAF yang SEBENARNYA dan tidak lari dari paham NABI DAN SAHABAT…
Rujukan Wahhabi:
1) Ibnu Taimiyyah lahir: 661 Hijrah (lahir 361 tahun selepas berakhirnya zaman SALAF)
2) Albani lahir: 1333 Hijrah (mati tahun 1420 hijrah atau 1999 Masehi,lahir 1033 tahun selepas berakhirnya zaman SALAF)
3) Muhammad Abdul Wahhab (pendiri gerakan Wahhabi): 1115 Hijrah (lahir 815 tahun selepas berakhirnya zaman SALAF)
4) Abdullah Bin baz lahir: 1330 Hijrah (mati tahun 1420 hijrah atau 1999 Masehi, sama dengan Albani, lahir 1030 tahun selepas berakhirnya zaman SALAF)
5) Utsaimin lahir: 1928 Masehi (mati tahun 2001,lebih kurang 12 tahun lepas dia mati,lahir entah berapa ribu tahun selepas zaman SALAF.
Mereka ini semua hidup di AKHIR ZAMAN kecuali Ibnu Taimiyyah yang hidup di pertengahan zaman antara zaman salaf dan zaman dajjal(akhir zaman)… Saat Islam diserang oleh tentara Mongol.
Tak ada sorang pun Imam rujukan mereka yang mereka ikuti secara buta hidup di zaman SALAF….
Mereka ini semua TERAMAT LAH JAUH DARI ZAMAN SALAF tapi SANGAT-SANGAT ANEH apabila puak-puak Wahhabi menggelarkan diri sebagai “Salafi” (pengikut Golongan Salaf).
Sedangkan rujukan mereka adalah dari kalangan yang datang dari golongan ulama’ akhir zaman.*** Alhamdulillah telah tersedia gratis apikasi android BLOG PONSEL ASWAJA, semoga bermanfaat Klik  DOWNLOAD APLIKASI ANDROID BLOG PONSEL ASWAJA

MENGIKUTI ULAMA SALAF SUNNI ATAUKAH ULAMA WAHABI SETAN NAJD ?

MENGIKUTI ULAMA SALAF SUNNI ATAUKAH ULAMA WAHABI SETAN NAJD ?

Rasulullah SAW bersabda, خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِيْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ “Sebaik-baik manusia a...
4.82/ 5 (91)
Rasulullah SAW bersabda, خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِيْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ “Sebaik-baik manusia a...
4 Dari 5 BINTANG

TALQIN MAYIT VERSI HADIS NABI DAN PENDAPAT PARA ULAMA SALAF(MADZHAB FIQIH)

TALQIN MAYIT VERSI HADIS NABI DAN PENDAPAT PARA ULAMA SALAF(MADZHAB FIQIH)
Mari kita singkap hadith Nabi Muhammad sendiri menyuruh amalan talqin yang diriwayatkan oleh Imam At-Tobarony dalam Mu’jam Sighir dan Mu’jam Kabir daripada Abi Umamah Al-Bahily berkata :
[إذا أنا مت فاصنعوا بي كما أمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم أن نصنع بموتانا، أمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال: إذا مات أحد من إخوانكم فسويتم التراب على قبره فليقم أحدكم على رأس قبره ثم ليقل: يا فلان ابن فلانة فإنه يسمعه ولا يجيب، ثم يقول: يا فلان ابن فلانة فإنه يستوي قاعداً، ثم يقول: يا فلان ابن فلانة فإنه يقول أرشدنا يرحمك الله ولكن لا تشعرون، فليقل: اذكر ما خرجت عليه من الدنيا شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمداً عبده ورسوله وأنك رضيت بالله رباً وبالإسلام ديناً وبمحمد نبياً وبالقرءان إماماً فإن منكراً ونكيراً يأخذ كل واحد منهما بيد صاحبه ويقول: انطلق بنا ما يقعدنا عند من لُقّن حجته، قال [أي أبو أمامة]: فقال رجل: يا رسول الله فإن لم يُعرف أمه، قال: ينسبه إلى أمه حواء، يا فلان ابن حواء” .
Yang bermaksud : “Apabila aku mati nanti, lakukan padaku sepertimana yang disuruh oleh Rasulullah agar dilakukan kepada mayat, Rasulullah telah memerintah kita dengan sabda baginda: “ Apabila matinya seorang daripada kalanganmu, maka tanahlah dan berdirilah seorang dikalangan kamusemua pada bahagian kepala dikuburnya kemudian katakan Wahai si fulan anak si fulanah, orang itu mendengarnya tetapi dia tidak akan menjawab, kemudian katakan Wahai fulan anak fulanah maka dia duduk, kemudian katakan Wahai fulan anak fulanah maka dia berkata semoga Allah merahmati kamu tetapi kamu semua tidak merasai (apa yang telah berlaku pada si mayat), maka hendaklah dikatakan : Ingatlah apa yang telah menyebabkan kamu dilahirkan kedunia iaitu syahadah tiada Tuhan melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu hambaNya dan rasulNya dan engkau telah meredhoi dengan allah sebagai tuhanmua dan islam itu agamamu dan Muhammad itu nabimu dan al-quran itu petunjukmu maka malaikat mungkar dan nakir akan mengambil tangannya lantas berkata Ayuh bersama kami bawakan kepada siapa yang telah ditalqinkan hujahnya”
Abu Umamah bertanya kepada Rasulullah Wahai Rasulullah!bagaimana sekiranya tidak diketahui nama ibunya? Rasulullah menjawab “Maka hendaklah dinasabkan kepada ibu manusia iaitu Hawwa dengan mengatakan Wahai si fulan anak Hawwa.” Tamat hadith riwayat Imam Al-Hafiz Tobarony Dalam kitabnya Mu’jam Soghir Wal Kabir.
Hadith yang mengharuskan talqin diatas telah disolehkan sanadnya (ulama hadith menyatakan hadith itu boleh digunakan) oleh Imam Muhaddith dari kalangan ulama hadith iaitu Al-Hafiz Ibnu Hajar Al-Asqolany dalam kitab beliau berjudul At-Talkhis Al-Habir sepertimana yang juga dibawah Kitab Al-Majmuk oleh Imam Nawawi pada jilid 5 muksurat 243 :
وإسناده صالح وقد قواه الضياء في أحكامه
Yang bermaksud : “ Sanad hadith ini adalah boleh digunakan dan hadith ini telah dikuatkan oleh Imam Al-Hafiz Ad-Dhiya dalam kitab Ahkam”.
Maka hadith Nabi Muhammad ini jelas mengharuskan amalan talqin sepertimana jua para ulama salafussoleh berpegang dengan hukum mengenainya.
Tiada seorangpun ulama islam yang muktabar mengingkari amalan talqin ini kecuali sebilangan kecil ajaran sesat dizaman kini yang berhobi sangat dalam memecah belahkan umat islam dengan mendakwa amalan talqin adalah satu bid’ah yang teramat buruk dan siapa melakukan talqin maka dia sesat dan akan masuk neraka jahannam.
Soalan kutujukan pada si penentang amalan talqin :
1- Bagikan padaku ayat Al-Quran yang jelas mengharamkan dan membid’ahkan amalan talqin?
2- Berikan padaku Hadith yang jelas dari Nabi Muhammad yang mengatakan amalan talqin adalah haram atau bid’ah?
3- Sebutkan seorang sahaja ulama salafussoleh @ salafi hakiki ( ulama islam yang hidup sebelum 300H )yang menyatakan amalan talqin adalah haram atau bid’ah?
Saya menunggu jawapan soalan diatas dari Wahhabi dan kuncu-kuncunya dari seluruh pelusuk dunia termasuk ulama-ulama Wahhabi dimana sahaja kamu berada dan apa bahasapun yang kamu pakai.
Disini ingin kubawa buat teman-temanmengenai kata-kata ulama islam ahli sunnah Wal Jamaah mengharuskan amalan talqin dari mazhab Hanafi, mazhab Maliki, mazhab Syafie dan juga tidak lupa dari mazhab Hambali yang mana sebahagian puak Wahhabi sering mendakwa mereka dari golongan Hambali.
Mazhab Islam Mengharuskan Talqin
Kenyataan Mazhab Al-Hanafi Mengharuskan Talqin
1-Berkata As-Syeikh Al-Alim Abdul Al-Ghony Al-Ghonimy Ad-Dimasyqy Al-Hanafi dalam kitab beliau berjudul Al-Lubab Fi Syarhil Kitab pada jilid 1 mukasurat 125 menyatakan :
: “وأما تلقينه (أي الميت) في القبر فمشروع عند أهل السنة لأن الله تعالى يحييه في قبره”.
“Manakala hukum mentalqin mayat pada kubur adalah merupakan syariat islam disisi Ahli Sunnah Wal Jamaah kerana Allah ta’ala menghidupkannya dalam kuburnya”.
Telah jelas bahawa dalam mazhab Hanafi amalan talqin adalah diharuskan bahkan disyariatkan.
Adakah Wahhabi akan membid’ahkan serta mengkafirkan ulama Hanafi kerana mengharuskan amalan talqin? Kenapa wahhabi benci sangat dengan amalan talqin?
Apa kesalahan talqin terhadap kamu wahai wahhabi?
Mazhab Maliki Mengharuskan Amalan Talqin
1- Imam Al-Qurtuby Al-Maliky pengarang kitab tafsir terkenal telah menulis satu bab yang khusus mengenai amalan talqin disisi mazhab Maliki dalam kitab beliau berjudul At-Tazkirah Bil Ahwal Al-Mauta Wal Akhiroh pada mukasurat 138-139 :
باب ما جاء في تلقين الإنسان بعد موته شهادة الإخلاص في لحده
Didalam bab itu juga Imam Qurtuby telah menjelaskan amalan talqin dilakukan oleh para ulama islam di Qurtubah dan mereka mengharuskannya.
Dalam mazhab Maliki juga bercanggah dengan mereka yang mengharamkan amalan talqin.
Dimana anda wahai si pengharam tanpa dalil?!
Mazhab Syafi’e Mengharuskan Dan Mengalakkan Amalan Talqin
1- Imam An-Nawawi As-Syafi’e menyatakan dalam kitab beliau berjudul Al-Majmuk pada jilid 5 mukasurat 303-304 :
قال جماعات من أصحابنا يستحب تلقين الميت عقب دفنه” ثم قال: “ممن نص على استحبابه: القاضي حسين والمتولي والشيخ نصر المقدسي”
Yang bermaksud : “ Telah menyatakan oleh ramai para ulama dari mazhab Syafi’e bahawa disunatkan talqin pada mayat ketika mengebumikannya”.
Kenyataan mazhab Syafi’e dari kitab yang sama :
“وسئل الشيخ أبو عمرو بن الصلاح رحمه الله عنه فقال: التلقين هو الذي نختاره ونعمل به”
Imam Nawawi menyatakan : “ Telah ditanya kepada As-Syeikh Abu Amru Bin As-Solah mengenai talqin maka beliau menjawab Amalan talqin merupakan pilihan kita (mazhab Syafi’e) dan kami beramal dengannya”.
2- Imam Abu Qosim Ar-Rofi’e As-Syafi’e menyatakan dalam kitab beliau berjudul Fathul ‘Aziz Bi syarh Al-Wajiz tertera juga pada bawah kita Al-Majmuk oleh Imam Nawawi pada jilid 5 mukasurat 242 :
“ويستحب أن يُلقن الميت بعد الدفن فيقال: يا عبد الله بن أمة الله …” إلى اخره .
Yang bermaksud : Digalakkan dan disunatkan mentalqin mayat selepas mengebumikannya dan dibaca : Wahai hamba Allah bin hamba Allah…(bacaan talqin).
Di malaysia kita umat islam kebanyakannya berpegang dengan mazhab Syafi’e. Kenapa anda buat fitnah ke tanah air kita wahai Wahhabi? Dengan memecah belahkan umat islam mengunakan isu talqin. Sedangkan hukum talqin adalah harus berdalilkan dari hadith Nabawi.
Mazhab Hambali Mengharuskan Talqin
1- Imam Mansur Bin Yusuf Al-Buhuty Al-Hambaly menyatakan hukum pengharusan talqin dalam kitab beliau berjudul Ar-Raudul Mari’ mukasurat 104.
2- Imam Al-Mardawy Al-Hambaly dalam kitabnya Al-Insof Fi Ma’rifatil Rojih Minal Khilaf pada jilid 2 mukasurat 548-549 menyatakan :
“فائدة يستحب تلقين الميت بعد دفنه عند أكثر الأصحاب”
Yang bermaksud : “ Kenyataan yang penting : Disunatkan hukum talqin mayat selepas mengkebumikannya disisi kebanyakan ulama ( selainnay hanya mengaruskan sahaja).
Nah! Dimana pula kedudukan Wahhabi setelah hukum keharusan talqin diperjelaskan berdasarkan hadith Nabi dan mazhab empat termasuk mazhab Hambaly..?
Saudara sekalian..pilihlah..anda mahu mengikut ulama islam yang muktabar yang mana mereka mempunyai hujjah dari nas ataupun mahu mengikut Wahhabi yang mengatakan amalan talqin adalah bid’ah lagi haram sedangkan wahhabi tak mempunyai satu dalilpun menyokong fatwa sesat mereka.
Wahhabi…! usah menentang amalan talqin..lebih elok kembali ke pangkal jalan dan memerangi maksiat yang jelas lagi tersuluh diluar sana termasuk memperbetulkan akidah mereka sendiri yang songsang iaitu ” Allah Duduk”!
*Nasihat saya bagi pengamal talqin agar tidak menetapkan atau meminta apa-apa bayaran dunia atas perbuatan yang diharuskan itu untuk mengajar diri agar lebih ikhlas kepada Allah.*** Alhamdulillah telah tersedia gratis apikasi android BLOG PONSEL ASWAJA, semoga bermanfaat Klik  DOWNLOAD APLIKASI ANDROID BLOG PONSEL ASWAJA

TALQIN MAYIT VERSI HADIS NABI DAN PENDAPAT PARA ULAMA SALAF(MADZHAB FIQIH)

TALQIN MAYIT VERSI HADIS NABI DAN PENDAPAT PARA ULAMA SALAF(MADZHAB FIQIH)

Mari kita singkap hadith Nabi Muhammad sendiri menyuruh amalan talqin yang diriwayatkan oleh Imam At-Tobarony dalam Mu’jam Sighir dan ...
4.82/ 5 (91)
Mari kita singkap hadith Nabi Muhammad sendiri menyuruh amalan talqin yang diriwayatkan oleh Imam At-Tobarony dalam Mu’jam Sighir dan ...
4 Dari 5 BINTANG

ROSULULLAH DAN SAHABAT TIDAK BERJENGGOT PANJANG

ROSULULLAH DAN SAHABAT TIDAK BERJENGGOT PANJANG wahabiROSULULLAH DAN SAHABAT TIDAK BERJENGGOT PANJANG
 FOTO JENGGOT KAUM WAHABI MENYERUPAI JENGGOT KAUM YAHUDI
FATWA SYEKH IBNU BAZ MEMOTONG JENGGOT ADALAH HARAM...!!!
Fatwa Bin Baz ini tak direspon oleh bani saud....!!!!
Bahkan semua raja saudi tidak ada yg memanjangkan jenggot, justru menebalkan kumis.... Artinya kebalikanya...dan ternyata dari ulama wahabi gak ada yg menegur apa emang ulamanya takut gak dapat gaji....!!!
Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Baz berkata dalam Ad Da’wah hal. 992 ketika ditanya apa hukum mencukur jenggot: “Mencukur jenggot tidak boleh karena sabda Rasulullah di dalam hadits yang shahih: “Potonglah kumis dan peliharalah jenggot dan berbedalah dengan orang-orang musyrik.” Dan sabda yang lain: “Cukurlah kumis, peliharalah jenggot, dan berbedalah dengan orang Majusi.'” DAN TENTU SAJA HAL INI BERLAWANAN DENGAN KENYATAAN BAHWA JENGGOT ROSULULLAH TIDAKLAH PANJANG YANG ARTINYA BELIAU MEMELIHARA DENGAN CARA MENCUKUR JENGGOTNYA AGAR LEBIH RAPIH INDAH DAN TIDAK MENYERAMKAN SEPERTI JENGGOT YAHUDI DAN MAJUSI
sebagaimana hadis sahih JENGGOT ROSULULLAH  DENGAN RIWAYAT SAHIH ALBANI :
Rosulullah jenggotnya tidak banyak, tipis dan tidak panjang,BELIAU TAMFAN RUPAWAN

”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bukanlah laki-laki yang berperawakan terlalu tinggi dan tidak juga pendek. Kulitnya tidaklah putih sekali dan tidak juga coklat. Rambutnya tidak keriting dan tidak lurus. Allah mengutus beliau sebagai Rasul di saat beliau berumur 40 tahun, lalu tinggal di Makkah selama 10 tahun. Kemudian tinggal di Madinah selama 10 tahun pula, lalu wafat di penghujung tahun enam puluhan. Di kepala serta jenggotnya hanya terdapat 20 helai rambut yang sudah putih.” (Lihat Mukhtashor Syama’il Al Muhammadiyyah, Muhammad Nashirudin Al Albani, hal. 13, Al Maktabah Al Islamiyyah Aman-Yordan. Beliau katakan hadits ini shohih)
Hind bin Abi Halah (ra) menceritakan sebagai berikut: "Rasulullah (saw) memiliki pribadi mulia dan diakui sangat agung dalam pandangan orang yang melihatnya. Dia berjanggut tipis tapi penuh rata sampai di pipi. Mulut dia sedang, gigi dia putih cemerlang dan agak renggang. Pundak dia bagus dan terpasang kokoh, seperti di cor dengan perak. Anggota tubuh dia yang lain serba normal dan proporsional. (Hind bin Abi Halah (ra) telah diceritakan oleh Hasan bin Ali).

berikut ini batasan panjang jenggot sebagaimana yang dilakukan sahabat salafus sholihin
lalu seberapa panjang batasan para ulama salaf imam madzhab berikut ?

para ulama dari empat mazhab telah sepakat untuk tidak membiarkannya melebihi satu genggam.



1. Imam Abu Hanifah



قال محمد بن الحسن -صاحب أبي حنيفة- رحمهما الله: أخبرنا أبو حنيفة عن الهيثم عن ابن عمر رضي الله عنهما: أنه كان يقبض على لحيته ثم يقص ما تحت القبضة. قال محمد: وبه نأخذ, وهو قول أبي حنيفة. (الآثار 900، العناية شرح الهداية 3/308)ـ

Muhammad ibnul Hasan mengatakan: Imam Abu Hanifah mengabarkan kepada kami, dari al-Haitsam, dari Ibnu Umar r.a.: Sesungguhnya dia (Ibnu Umar) dulu memegang jenggotnya, lalu memangkas yang di bawah genggamannya. Muhammad (ibnul Hasan) mengatakan: Dengannya kami berpendapat, dan inilah pendapatnya (Imam) Abu Hanifah. (al-Atsar 900, al-Inayah Syarhul Hidayah 3/308)

2. Imam Malik

قيل لمالك: فإذا طالت جدا فإن من اللحى ما تطول؟! قال: أرى أن يؤخذ منها وتقصَر… وروى عبيد الله بن عمر عن نافع أن بن عمر كان إذا قصر من لحيته في حج أو عمرة يقبض عليها ويأخذ من طرفها ما خرج من القبضة (الاستذكار 27/65)ـ

Imam Malik pernah ditanya: “Bagaimana jika jenggot itu panjang sekali, karena ada jenggot yang bisa panjang (sekali)?!” Imam Malik menjawab: “Aku berpendapat untuk diambil dan dipendekkan sebagiannya… dan Imam malik meriwayatkan dari Ubaidulloh bin Umar, dari Nafi’: bahwa sesungguhnya Ibnu Umar dahulu jika memendekkan jenggotnya saat haji atau umroh, ia memegang jenggotnya, dan memotong yang keluar dari genggamannya. (Alistidzkar 27/65)

قال أبو عمر: قد صح عن بن عمر ما ذكرناه عنه في الأخذ من اللحية وهو الذي روى عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه أمر بإحفاء الشوارب وإعفاء اللحى وهو أعلم بما روى (الاستذكار 27/66)ـ

Abu Umar (Ibnu Abdil Barr) mengatakan: Telah (datang dengan sanad yang) shohih dari Ibnu Umar tentang (bolehnya) mengambil sebagian dari jenggot, dan dia juga yang meriwayatkan dari Nabi -shollallohu alaihi wasallam- bahwa beliau memerintah untuk menyukur tipis kumis dan memanjangkan jenggot, dan (tentunya) dia lebih tahu dengan apa yang diriwayatkannya. (Alistidzkar 27/66)

3. Imam Syafi’i

قال المزني: ما رأيت أحسن وجها من الشافعي رحمه الله, وكان ربما قبض على لحيته فلا يفضل عن قبضته. (سير أعلام النبلاء 10/11)ـ

Al-Muzani mengatakan: Aku tidak melihat ada orang yang lebih tampan wajahnya dari Imam Syafi’i –rohimahulloh-, dan terkadang ia mengenggam jenggotnya, lalu ia tidak menambah lebih dari genggamannya. (Siyaru A’lamin Nubala’ 10/11)

4. Imam Ahmad

عن إسحاق بن هانئ قال: سألت أحمد عن الرجل يأخذ من عارضيه؟ قال: يأخذ من اللحية ما فضل عن القبضة. قلت: فحديث النبي صلى الله عليه وسلم “أحفوا الشوارب وأعفوا اللحى”؟ قال: يأخذ من طولها, ومن تحت حلقه. ورأيت أبا عبد الله يأخذ من طولها ومن تحت حلقه. (كتاب الترجل من كتاب الجامع 113-114)ـ

Ishaq bin Hani’ mengatakan: Aku telah bertanya kepada (Imam) Ahmad, tentang orang yang mengambil sebagian dari sisi jenggotnya? Beliau menjawab: “Boleh baginya mengambil sebagian dari jenggotnya, apa yang melebihi genggamannya”. Aku bertanya lagi: Lalu bagaimana dengan hadits Nabi -shollallohu alaihi wasallam- yang berbunyi: “Potong tipislah kumis, dan biarkan jenggot apa adanya!”. Beliau menjawab: “Boleh baginya mengambil dari panjangnya dan dari bawah langit-langit mulutnya”. (Ishaq mengatakan:) Dan aku telah melihat (sendiri) Abu Abdillah (yakni Imam Ahmad) mengambil jenggotnya dari sisi panjangnya dan dari bawah langit-langit mulutnya. (Kitabut Tarojjul dari Kitabul Jami’ 113-114)

ROSULULLAH DAN SAHABAT TIDAK BERJENGGOT PANJANG

ROSULULLAH DAN SAHABAT TIDAK BERJENGGOT PANJANG

 FOTO JENGGOT KAUM WAHABI MENYERUPAI JENGGOT KAUM YAHUDI FATWA SYEKH IBNU BAZ MEMOTONG JENGGOT ADALAH HARAM...!!! Fatwa Bin Baz in...
4.82/ 5 (91)
 FOTO JENGGOT KAUM WAHABI MENYERUPAI JENGGOT KAUM YAHUDI FATWA SYEKH IBNU BAZ MEMOTONG JENGGOT ADALAH HARAM...!!! Fatwa Bin Baz in...
4 Dari 5 BINTANG

Imam Syafi'i Ulama Pewaris Nabi Ini Juga Bertawassul Di Makam Imam Abu Hanifah

Imam Syafi'i Ulama Pewaris Nabi Ini Juga Bertawassul Di Makam Imam Abu Hanifah wahabi
FOTO RAJA SAUDI BERTAWASSUL DI DEPAN MAKAM ROSULULLAH
Imam Syafi'i Setiap Hari Ziarah Ke Makam Imam Abu Hanifah Dan Tawassul Dengannya, Sementara Wahabi Mengatakan Syirik Dan Kufur
Tarikh Baghdad
Karya al Imam al Hafizh Abu Bakr Ahmad bin Ali; yang lebih dikenal dengan al Khathib al Baghdadi (w 463 H)
Berikut ini adalah terjemahan yang di tandai:
--- dengan sanadnya ---- berkata: Aku mendengar Imam asy Syafi’i berkata: Sesungguhnya saya benar-benar melakukan tabarruk (mencari berkah) kepada Imam Abu Hanifah, aku mendatangi makamnya setiap hari untuk ziarah, jika ada suatu masalah yang menimpaku maka aku shalat dua raka’at dan aku mendatangi makam Imam Abu Hanifah, aku meminta kepada Allah agar terselesaikan urusanku di samping makam beliau, hingga tidak jauh setelah itu maka keinginanku telah dikabulkan”.
Disebutkan bahwa di sana (komplek makam Imam Abu Hanifah) terdapat makam salah seorang anak Sahabat Ali bin Abi Thalib, dan banyak orang menziarahinya untuk mendapatkan berkah di sana.
Imam Ibrahim al Harbi berkata: “Makam Imam Ma’ruf al Karkhi adalah obat yang mujarab”.
Dalam lembaran scan ke tiga disebutkan beberapa riwayat yang menyebutkan bahwa di komplek pemakaman tempat Imam Abu Hanifah dikuburkan (Kufah) terdapat salah salah seorang anak cucu dari Imam Ali bin Abi Thalib yang sering dijadikan tempat ziarah dan mencari berkah oleh orang-orang Islam.
Lagi-lagi fakta ini menohok Wahabi yang mengatakan tawassul dengan orang yang sudah meninggal sebagai perbuatan syirik dan kufur. Anda tanya orang-orang Wahabi itu: Siapa di antara kalian yang berani mengkafirkan Imam Syafi'i???????????????????????????????*** Alhamdulillah telah tersedia gratis apikasi android BLOG PONSEL ASWAJA, semoga bermanfaat Klik  DOWNLOAD APLIKASI ANDROID BLOG PONSEL ASWAJA
Imam Syafi'i Ulama Pewaris Nabi Ini  Juga Bertawassul Di Makam Imam Abu Hanifah

Imam Syafi'i Ulama Pewaris Nabi Ini Juga Bertawassul Di Makam Imam Abu Hanifah

FOTO RAJA SAUDI BERTAWASSUL DI DEPAN MAKAM ROSULULLAH Imam Syafi'i Setiap Hari Ziarah Ke Makam Imam Abu Hanifah Dan Tawassul Deng...
4.82/ 5 (91)
FOTO RAJA SAUDI BERTAWASSUL DI DEPAN MAKAM ROSULULLAH Imam Syafi'i Setiap Hari Ziarah Ke Makam Imam Abu Hanifah Dan Tawassul Deng...
4 Dari 5 BINTANG

Sony Nur PROFIL ADMIN

Sony Nur adalah Ustad Blogger dari
Surabaya, Jawa Timur
Indonesia
Follow Sony Nur Di Dan

Theme designed by Damzaky - Published by Proyek-Template
Powered by Blogger
-->