KITAB: "AL-SUHUBU AL-WABILAH 'ALA DZARA-IH AL-HANABILAH" (mengenai pendiri sekte wahabi)

2016-09-17

KITAB: "AL-SUHUBU AL-WABILAH 'ALA DZARA-IH AL-HANABILAH" (mengenai pendiri sekte wahabi)

dikutip dari sahabat facebook Salman Farisi
.
¤ Pendapat Ulama terhadap Muhammad ibn Abdul Wahab ¤
.
■ Para Ahli Fiqh, Ahli Hadits, Ahli Tafsir Serta Para Ahli Shufi di segenap Penjuru Dunia Islam telah menulis banyak sekali
(lebih dari seratus) risalah-risalah kecil atau kitab-kitab Khusus untuk membantah Aqidah Muhammad ibn Abdul Wahhab dan Para Pengikutnya.
Di antaranya adalah:
- Syaikh Ahmad Ash-Shawi Al-Maliki (W. 1241 H),
- Syaikh Ibnu ‘Abidin Al Hanafi (W. 1252 H),
- Syaikh Muhammad ibn Humaid (W. 1295 H)
(Mufti Madzhab Hanbali di Makkah Al-Mukarramah)
- Syaikh Ahmad Zaini Dahlan (W. 1304 H)
(Mufti Madzhab Syafi’i di Makkah Al-Mukarramah)
- Dan ulama lainnya.
.
■ Syeikh Muhammad Ibn Abdullah ibn Humaid (W:1295 H) Didalam Kitabnya yang Berjudul:
"AL-SUHUB AL-WABILAH ALA DZARA'IH AL-HANABILAH"
.
● Kitab tsb Nerisi penyebutan Biografi Ringkas setiap Tokoh terkemuka di kalangan Madzhab Hanbali.
Tidak sedikitpun nama Muhammad ibn Abdil Wahhab disebutkan dalam Kitab tersebut sebagai orang yang berada di jajaran
Tokoh-Tokoh Madzhab Hanbali tersebut.
.
● Malah Sebaliknya, Nama Muhammad ibn Abdil Wahab ditulis dengan Citra yang Sangat buruk,
Namanya disinggung dalam Penyebutan nama Ayahnya, yaitu: Syekh Abdul Wahab ibn Sulaiman.
Dalam penulisan biografi Ayahnya ini,
Syekh Muhammad ibn Abdullah ibn Humaid An-Najdi mengatakan sebagai berikut:
.
○ “Dia (Abdul Wahab ibn Sulaiman) adalah Ayah Kandung dari Muhammad yang ajaran Sesatnya telah menyebar ke berbagai Belahan Bumi.
Antara ayah dan Anak ini memiliki Perbedaan Faham yang Sangat Kauh,
Dan Muhammad ini baru menampakan secara terang-terangan terhadap segala faham dan ajaran-ajaran sesatnya setelah kematian Ayahnya.
.
"Saya telah diberitahukan langsung oleh beberapa orang dari sebagian Ulama dari beberapa orag yang hidup semasa dengan Syekh Abdul Wahhab,
Bahwa ia sangat Murka kepada Anaknya, (Muhammad).
Karena Muhammad ini tidak mau mempelajari Imu Fiqih
(dan ilmu-ilmu agama lainnya) seperti orang-orang pendahulunya.
Ayahnya ini juga mempunyai Firasat bahwa pada diri Muhammad akan Terjadi Kesesatan yang Sangat Nesar.
.
○ Kepada banyak orang Syekh Abdul Wahhab selalu mengingatkan:
”KALIAN AKAN MELIHAT DARI MUHAMMAD INI SUATU KEJAHATAN...!!".
Dan ternyata memang Allah telah Mentaqdirkan apa yang telah menjadi Firasat Syekh Abdul Wahhab ini.
.
○ Demikian pula dengan Saudara Kandungnya, yaitu:
Syekh Sulaiman ibn Abdil Wahhab,
Beliau sangat Mengingkari Sepak Terjang Muhammad.
Beliau Banyak membantah saudaranya tersebut dengan berbagai dalil dari ayat-ayat al-Qur’an dan Hadits-Hadits,
Karena Muhammad tidak mau menerima apapun kecuali hanya Al-Qur’an dan Hadits saja.
.
○ Muhammad sama sekali tidak menghiraukan apapun yang dinyatakan oleh para Ulama,
Baik Ulama Terdahulu atau yang semasa dengannya.
Yang ia terima hanya perkataan Ibn Taimiyah dan muridnya,
Ibn Al-Qayyim Al-Jawziyyah.
Apapun yang dinyatakan oleh Dua orang ini,
Ia pandang Laksana Teks yang tidak dapat diganggu gugat.
.
○ Kepada Banyak orang ia selalu mempropagandakan
Pendapat-Pendapat Ibn Taimiyah dan Ibn al-Qayyim,
Sekalipun Terkadang dengan pemahaman yang sama sekali Tidak dimaksud oleh Keduanya.
(Berdusta atas Nama Ibnu Taimiyah dan Ibn Al-Qayyim)
.
■ SELANJUTNYA....
○ Syekh Muhammad bin Abdullah bin Humaid Al-Najdi berkata:
“Syaikh Sulaiman (kakak Muhammad bin Abdul Wahhab), juga menentang terhadap dakwahnya dan membantahnya Melalaui Kitab Karangannya dengan judul:
"Fashl Al-Khithab fi Al-Radd ‘Ala Muhammad bin Abdul Wahhab".
.
○ Allah telah menyelamatkan Syaikh Sulaiman dari keburukan dan tipu daya Adiknya meskipun ia sering melakukan serangan besar yang mengerikan terhadap orang-orang yang jauh darinya. Karena setiap ada orang yang menentangnya,
Dan membantahnya, lalu ia tidak mampu membunuhnya secara terang-terangan,
Maka ia akan mengirim orang yang akan Menculik dari tempat Tidurnya atau di pasar pada malam hari karena pendapatnya yang Mengkafirkan dan Menghalalkan Membunuh orang yang menyelisihinya.”
.
■ SELANJUTNYA:
○ Pada halaman yang sama,
Disebutkan bahwa di suatu wilayah terdapat seorang Gola yang memiliki kebiasaan Membunuh siapapun yang ada
di hadapannya.
Kemudian Muhammad memerintahkan orang-orangnya untuk memasukkan orang Gila tersebut dengan pedang ditangannya
ke masjid di saat Syekh Sulaiman sedang sendiri di sana.
.
○ Ketika orang Gila itu dimasukan, Syekh Sulaiman hanya melihat kepadanya,
Dan tiba-tiba orang Gila tersebut sangat ketakutan darinya. Kemudian orang gila tersebut langsung melemparkankan pedangnya, sambil berkata:
”Wahai Sulaiman janganlah engkau takut,
Sesungguhnya engkau adalah termasuk orang-orang yang aman”.
Orang gila itu mengulang-ulang kata-katanya tersebut.
Tidak diragukan lagi bahwa hal ini jelas merupakan Karamah”.
.
(Al-Suhubu al-Wabilah, Halaman: 275-276)
KITAB: "AL-SUHUBU AL-WABILAH 'ALA DZARA-IH AL-HANABILAH" (mengenai pendiri sekte wahabi)KITAB: "AL-SUHUBU AL-WABILAH 'ALA DZARA-IH AL-HANABILAH" (mengenai pendiri sekte wahabi)

NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner