IMAM AN-NAWAWI : TABARRUK & ISTIGHOTSAH.

5/ 5 (99)
IMAM AN-NAWAWI : TABARRUK & ISTIGHOTSAH.1IMAM AN-NAWAWI : TABARRUK & ISTIGHOTSAH.SALAFI IMAM AN-NAWAWI : TABARRUK & ISTIGHOTSAH.



.Dikutip dari sahabt facebook Salman Farisi
● Al-Imam An-Nawawi (wafat 676 H).
Beliau adalah seorang Ulama yang sudah tidak diragukan lagi
ke-Imam-annya.
Beliau telah mencapai Derajat Hujjatul Islam,
Yaitu Ulama yang Hafal 300.000 Hadits Beserta Matan dan Sanadnya.
.
● Beliau juga adalah Ulama yang Mentahqiq dan Mentarjih Madzhab Syafi’i era Pertama,
Sehingga dengan itu Beliau Menjadi Rujukan Tertinggi dalam Madzhab Syafi’i.
Kitab Fiqh Syafi’i Hasil Tangan Beliau yang merupakan Kumpulan Hasil Tahqiq dan Tarjih dari berbagai pendapat para Ulama Madzhab Syafi’i di zaman Salaf sampai Zaman Beliau adalah:
"Minhaj Ath-Thalibin".
.
● Maka tidak heran jika Kitab tersebut disyarah oleh banyak sekali ulama Syafi’iyyah terkenal setelah Beliau, seperti:
~ Al-Imam Ibnu Hajar Al-Haitami.
(Tuhfatul Muhtaj Bi Syarhil Minhaj)
~ Al-Imam Ar-Ramli.
(Nihayatul Muhtaj Ila Syarhil Minhaj)
~ Al-Imam Al-Khathib Asy-Syarbini.
(Mughnil Muhtaj Ila Ma’rifati Ma’ani Alfazhil Minhaj)
~ Dan lainnya.
.
● Kitab Karya Beliau yang Populer di kalangan kita dan menjadi bahan Kajian ummat Islam di seluruh dunia adalah:
◎ Riyadlus Shalihin,
◎ Syarah Shahih Muslim,
◎ Al-Adzkar,
◎ Arba’in An-Nawawiyyah.
.
■ Kali ini Kami akan mengambil Faedah dan Anjuran dari:
Beliau tentang Tawassul, Tasyaffu’, dan Istighotsah di Makam Nabi Saw,
Ketika seseorang ber-Ziarah ke Makam Baginda Nabi Saw,
Beliau Menerangkan Tata Cara Ziarah Kubur Nabi Saw dan Beliau menganjurkan untuk Membaca Bacaan Istighotsah dalam
Kisah Al-‘Utbi, salah seorang Guru Imam Syafi’i:
.
- Kitab: Al-Idlah Fi Manasikil Hajj Wal ‘Umrah.
- Karya: Imam An-Nawawi.
- Halaman 454 – 455
.
“Lalu Hendaknya Peziarah Kembali ke tempatnya Semula,
Yaitu menghadap Wajah Rasulullah Saw,
Bertawassul dengan diri Nabi Saw untuk kepentingan dirinya,
Dan meminta Syafaat melalui Nabi Saw kepada Allah Swt.
.
Termasuk Bacaan yang paling Baik adalah apa yang diriwayatkan oleh Ash-Hab Kami (para ulama Syafi’iyyah) dari
Al-‘Utbi, dan mereka semua Merekomendasikan bacaan ini, yaitu:
Al-‘Utbi berkata:
“Aku Duduk di samping Makam Nabi Saw, Lalu Datanglah seorang Arab Badui dan berkata:
(ini permulaan Bacaannya yang dimaksud Imam An-Nawawi): “Assalamu ‘Alaika yaa Rasulallah...!!
Aku Mendengar Allah berfirman:
“Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rosul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”
(an-Nisaa’: 64).
Dan Aku datang Padamu sebagai orang yang meminta ampun atas dosaku kepada Tuhanku dan meminta Syafa’at Melaluimu kepada Tuhanku”.
Lalu Arab Badui tersebut Bersyair:
.
“Wahai sebaik-baik Manusia, yang tulang-tulangnya dikuburkan dalam Tanah ini,
Maka dengannya Harumlah Tanah dan Bukit.
.
Jiwaku sebagai penebus bagi Kubur yang engkau Tempati,
Yang di dalamnya terdapat Kesucian, Kemurahan, dan Kemuliaan.
.
Engkau adalah Pemberi Syafa’at yang diharapkan Syafa’atnya, Untuk menunjukkan jalan ketika Kaki Tak Bisa Melangkah.
.
Dan kedua Sahabatmu (Abu Bakar dan ‘Umar) yang Tak akan Pernah Aku Lupakan untuk selamanya,
Salam dari ku untuk Kalian yang tak bisa Terlukis dengan Pena.”
.
Al-‘Utbi lalu berkata:
“Laki-laki tersebut Pergi dan tiba-tiba Mataku sangat Mengantuk dan Tertidur.
Aku melihat Rasul Saw dalam Mimpi,
Beliau Saw berkata: “Hai ‘Utbi..!!, Kejarlah laki-laki itu dan kabarkan padanya bahwa Allah telah Mengampuninya.”
.
■■ Selesai ■■
☆ PERHATKAN...!!!,
Kisah dan Bacaan serta Syair di atas sangat sarat dengan Tawassul dan Istighotsah.
Perhatikan pula bahwa Imam An-Nawawi Mengatakan bahwa Bacaan dan Syair diatas adalah termasuk Bacaan yang
Paling Baik untuk dibaca ketika Ziarah Kubur Nabi Saw.
.
☆ PERTANYAANNYA:
→ Jika Bacaan dan Syair tersebut Syirik,...
Apakah Mungkin Imam An-Nawawi Memberikan Predikat
“Paling Baik”..... ???
.
☆ Dan Para Ash-Hab Syafi’i semuanya Merekomendasikannya, Mungkinkah Mereka Merekomendasikan Kesyirikan..????
.
☆ Lalu dimana letak Kredibiltas mereka sebagai para Ulama
Ahli Tauhid, Jika Mereka Tidak Mengerti Syirik...???
.
◎◎◎◎◎◎
.
☆ Imam An-Nawawi juga Menuliskan Kisah ini dalam
Kitabnya yang lain, yaitu dalam Kitab:
~ "Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab, juz 8 halaman 217,
~ Al-Adzkar, Halaman 93.
.
☆ Catatan Penting:
Ada sebuah percetakan Kitab di Arab Saudi yang Memalsukan Kitab Al-Adzkar,
Yaitu dengan Membuang Kisah Al-‘Utbi di atas karena Mereka Menganggap bahwa itu adalah Kesyirikan,
Yaitu cetakan: *Darul Huda, Riyadl, tahun 1409 H.

0 komentar