Februari 2016

ANTI TERORIS-KHOWARIJ FITNAHTAN LIL ALAMIN membongkar kesesatan dan bahaya ajaran wahabi tanduk setan ahlul fitnah dari najd berdasarkan al qur'an dan as sunnah serta pendapat fatwa para ulama sunni

Berkedok Murnikan Aqidah Manhaj Takfiri sangat ditakuti Rosulullah(sahih)

TAKFIRI
dengan dalih memurnikan aqidah memfitnah umat islam sesat musyrik kafir hingga membasmi semua golongan islam seperti yg dilakukan khawarij wahabi ISIS. إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ رَجُلٌ قَرَأَ الْقُرْآنَ حَتَّى إِذَا رُئِيَتْ بَهْجَتُهُ عَلَيْهِ، وَكَانَ رِدْئًا لِلْإِسْلَامِ، انْسَلَخَ مِنْهُ وَنَبَذَهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ، وَسَعَى عَلَى جَارِهِ بِالسَّيْفِ، وَرَمَاهُ بِالشِّرْكِ»، قَالَ: قُلْتُ: يَا نَبِيَّ اللَّهِ، أَيُّهُمَا أَوْلَى بِالشِّرْكِ، الْمَرْمِيُّ أَمِ الرَّامِي؟ قَالَ: «بَلِ الرَّامِي» “Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kamu adalah seseorang yang telah membaca al-Qur’ân, sehingga ketika telah tampak kebagusannya terhadap al-Qur’ân dan dia menjadi pembela Islam, dia terlepas dari al-Qur’ân, membuangnya di belakang punggungnya, dan menyerang tetangganya dengan pedang dan menuduhnya musyrik”. Aku (Hudzaifah) bertanya, “Wahai nabi Allâh, siapakah yang lebih pantas disebut musyrik, penuduh atau yang dituduh?”. Beliau menjawab, “Penuduhnya”. (HR. Bukhâri dalam at-Târîkh, Abu Ya’la, Ibnu Hibbân dan al-Bazzâr. Disahihkan oleh Albani dalam ash-Shahîhah, no. 3201)
baca juga ratusan artikel bukti sesat dan bahayanya wahabi tanduk setan di bawah ini
Berkedok Murnikan Aqidah Manhaj Takfiri sangat ditakuti Rosulullah(sahih)

Berkedok Murnikan Aqidah Manhaj Takfiri sangat ditakuti Rosulullah(sahih)

dengan dalih memurnikan aqidah memfitnah umat islam sesat musyrik kafir hingga membasmi semua golongan islam seperti yg dilakukan khawar...
4.82/ 5 (91)
dengan dalih memurnikan aqidah memfitnah umat islam sesat musyrik kafir hingga membasmi semua golongan islam seperti yg dilakukan khawar...
4 Dari 5 BINTANG

ISIS KHOWARIJ WAHABI ANJING ANJING NERAKA,disahihkan Albani

ISIS KHOWARIJ WAHABI ANJING ANJING NERAKA,disahihkan Albani.

TERBUKTI !!!
TERORIS ATAU KHOWARIJ ANJING ANJING NERAKA
SEBURUK BURUK MAHLUQ DAN SEBURUK BURUK KHALIFAH
LEBIH KEJI DARI BINATANG & LEBIH HINA DARI IBLIS
jadi tak mengherankan jika perilakunya bukan lagi seperti manusia karena Rosululllah menyebutnya sebagai seburuk buruk khalifah di muka bumi, berikut ini kami sajikan hadis hadis sahihnya
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Akan keluar di akhir zaman, suatu kaum yang masih muda umurnya,
bodoh pemikirannya. Mereka berbicara seperti perkataan manusia yang paling baik(gemar berdalail).
Keimanan mereka tidak melewati kerongkongannya,
mereka keluar dari agama ini seperti keluarnya anak panah dari buruannya.
Di mana saja kalian temui mereka, bunuhlah mereka. Sesungguhnya
membunuh mereka akan mendapatkan pahala pada hari kiamat. (HR. Muslim)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menjuluki mereka dengan gelaran yang
sangat jelek yaitu “anjing-anjing neraka”
sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Abi Aufa bahwa dia mendengar Rasulullah
shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Khawarij adalah anjing-anjing neraka.
(HR. Ibnu Abi Ashim dalam As Sunnah dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Dlilalul Jannah)

كِلاَبُ النَّارِ شَرُّ قَتْلًى تَحْتَ أَدِيْمِ السَّمَاءِ خَيْرُ قَتْلَى مَنْ قَتَلُوهُ
"Mereka adalah anjing-anjing neraka. seburuk-buruknya makhluk yang terbunuh di bawah kolong langit, sedang sebaik-baiknya makhluk yang terbunuh adalah yang dibunuh oleh mereka." HR. At-Tirmidzi, (no. 3000), dari Abu Umamah Al-Bahili -radhiyallahu'anhu-, dihasankan dalam Al-Misykah, (no. 3554)

Diriwayatkan pula dari Sa’id bin Jamhan, beliau berkata: “Saya masuk menemui Ibnu Abi Aufa dalam keadaan beliau telah
buta, aku berikan salam kepadanya. Ia pun menjawab salamku, kemudian bertanya: “Siapakah engkau ini?”. Aku menjawab: “Saya Sa’id bin Jamhan”. Dia bertanya lagi: “apa yang terjadi pada ayahmu?” Aku menjawab: “Dia dibunuh
oleh sekte Azariqah”. Maka Ibnu Abi Aufa mengatakan tentang azariqah: “Semoga
Allah memerangi Azariqah, sungguh
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam telah menyampaikan kepada kami:
Ketahuilah bahwa mereka adalah
anjing-anjing penduduk neraka”.
Aku bertanya: “Apakah sekte szariqah saja atau seluruh khawarij?” Beliau menjawab: “Seluruh khawarij”. (As- Sunnah Ibnu Abi Ashim hal. 428 dan
dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam dlilalul Jannah)

ISIS TERORIS-KHAWARIJ WAHABI WALAU TERTUMPAS AKAN TERUS MUNCUL
KHAWARIJ TERORIS LAINNYA HINGGA DI MASA DAJJAL
Dalam hadits yang diriwayatkan dari shahabat Ibnu ’Umar
bahwa Rasulullah bersabda:“Akan muncul sekelompok pemuda yang (pandai)
membaca Al-Qur‘an namun bacaan tersebut tidak melewati
kerongkongannya. Setiap kali muncul sekelompok dari mereka pasti
tertumpas.” Ibnu ’Umar berkata: ‘Saya mendengar Rasulullah mengulang kalimat:
“Setiap kali muncul sekelompok(khawarij) dari mereka pasti tertumpas” lebih dari
20 kali.’ Kemudian beliau berkata: “Hingga muncullah Ad-Dajjal dalam
barisan pasukan mereka.” [HR. Ibnu Majah]
“ Akan muncul segolongan (firqoh) manusia dari arah Timur(firqoh wahabi
lahir di najd sebelah timur madinah), yang membaca al-Quran namun tidak melewati
tenggorokan mereka. Tiap kali Qarn (kurun / generasi) mereka putus, maka
muncul generasi berikutnya hingga generasi akhir mereka akan bersama dajjal
“ (Diriwayatkan imam Thabrani di dalam Al-Kabirnya, imam imam Abu Nu’aim di
dalam Hilyahnya dan imam Ahmad di dalam musnadnya)

Rasulullah saw bersabda: ”Nanti pada akhir zaman akan
muncul kaum mereka membaca Al-Quran tetapi tidak melebihi kerongkongan,
mereka memecah Islam sebagaimana keluarnya anak panah dari busurnya, dan
mereka akan terus bermunculan sehingga keluar yang terakhir daripada mereka
bersama Dajjal, maka jika kamu berjumpa dengan mereka, maka perangilah(ideologi
dan terorisme) sebab mereka itu seburuk- buruk makhluk dan seburuk-buruk
khalifah. ” ( Sunan Nasai/4108, Sunan Ahmad/19783 )
ISIS KHOWARIJ WAHABI ANJING ANJING NERAKA,disahihkan Albani

ISIS KHOWARIJ WAHABI ANJING ANJING NERAKA,disahihkan Albani

TERBUKTI !!! TERORIS ATAU KHOWARIJ ANJING ANJING NERAKA SEBURUK BURUK MAHLUQ DAN SEBURUK BURUK KHALIFAH LEBIH KEJI DARI BINATANG &a...
4.82/ 5 (91)
TERBUKTI !!! TERORIS ATAU KHOWARIJ ANJING ANJING NERAKA SEBURUK BURUK MAHLUQ DAN SEBURUK BURUK KHALIFAH LEBIH KEJI DARI BINATANG &a...
4 Dari 5 BINTANG

SYAIKHUL ISLAM WAHABI AKUI TANDUK SETAN WAHABI AHLUL FITNAH DARI NAJD


يقول المجسم ابن تيمية في كتابه المسمى (بيان تلبيس الجهمية) ج1 /ص 17 : و قد (تواتر) عن النبي صلى الله عليه و سلم إخباره بأن الفتنة و رأس الكفر من المشرق , الذي هو (مشرق مدينته كنجد) . انتهى. ابن تيمية مرجع الوهابية يسمي بلد محمد بن عبد الوهاب مطلعا للفتنة و رأسا للكفر قبل أن يأتي أذنابه بمئات من السنين

Terjemah “Bebas” :

al Mujassim Ibnu Taimiyah dalam kitab karyanya berjudul Bayan Talbis al Jahmiyyah, j. 1, h. 17 menuliskan sebagai berikut:

“Dan telah datang berita secara mutawatir dari Rasulullah yang memberitahukan bahwa  FITNAH BESAR dan PANGKAL KEKUFURAN akan muncul dari arah timur”.

Arah timur yang dimaksud oleh Rasulullah adalah arah timur dari tempat tinggal Rasulullah sendiri, yaitu arah timur kota Madinah. Dan yang dimaksud adalah Nejd. Lihat peta di atas ——————–>> Nejd adalah wilayah timur dari Kota Madinah.

Ibnu Taimiyah adalah “imam besar” dan “referensi yang tidak dapat diganggu gugat” bagi kaum Wahabi. Ibnu Taimiyah  menamakan Nejd; –wilayah tempat munculnya ajaran sesat wahabi yang dirintis oleh Muhammad bin Abdil Wahhab– sebagai tempat kedatangan FITNAH BESAR dan tempat PANGKAL KEKUFURAN. Ibnu Taimiyah telah menuliskan hal itu dalam karyanya di atas ratusan tahun sebelum kedatangan gerakan sesat Wahabi itu sendiri. Ironisnya, aqidah tasybih dan tajsim Ibnu Taimiyah kini menjadi “primadona tanpa tanding yang dipeluk erat” oleh kaum Wahabi.
  AKHIRNYA… KOMISI FATWA ARAB SAUDI SENDIRI BAHWA NGAKU JIKA MASYRIQ ADALAH NAJd. tempat tanduk syetan dan bukan IRAK ATAU IRAN,Para ulama wahhabi-salafi yang bergabung dalam komisi tetap kajian ilmiah dan fatwa telah mengakui bahwa yang disebut masyriq dalam hadits shahih tentang Qornus syaitan adalah NAJD. Namun mereka enggan dan shok (terkejut) mengakuinya, sehingga mereka menutup-nutupinya dari para pengikutnya. Berikut petikan hujjah-hujjah mereka dalam kitab Fatawa Al-Lajnah ad-Daimah jilid 3 fatwa nomer 6667 : س؛ ما هي الفتنة التي يقول عليه الصلاة والسلام في هذا الحديث : ألا إن الفتنة ها هنا….من حيث يطلع قرن الشيطان الحديث…؟؟؟ جـ ؛ ….. وقيل: يعني نجد مسكن ربيعة ومضر وهي مشرق لقوله في حديث ابن عمر حين قال صلى الله عليه وسلم: {اللهم بارك لنا في شامنا وفي يـمننا، قالوا: وفي نجدنا؟؟ قال رسول الله: هنالك الزلازل والطاعون وبها يطلع قرن الشيطان…} وأهل المشرق يومئذ من مضر….والظاهر أن الحديث يعم جميع المشرق الأدنى والأقصى والأوسط ومن ذلك فتنة مسيلمة الكذاب، وفتنة المرتدين من ربيعة ومضر وغيرهما في الجزيرة - • Soal : Apakah fitnah yang dimaksud dalam Hadits Nabi Saw tentang tanduk syaitan ?
• Jawab : dikatakan adalah yg dimaksud Najd tempat pemukiman bani Rabi’ah dan Mudhar, yaitu di daerah Timur. karena ada Hadits Ibnu Umar ketika Rasul Saw bersabda : ” Ya Allah berkahilah syam kami dan yaman kami, mereka berkata ” Dan juga Najd kami wahai Rasul..Maka Nabi menjawab ” Di sanalah muncul kegoncangan dan Tho’un dan juga di sanalah muncul tanduk syaitan “.
Penduduk timur saat itu dari kalangan Mudhar. Yang jelas adalah bahwasanya hadits tersebut mencangkup semua Timur, baik dataran rendah, tinggi maupun tengah. Di antara fitnahnya adalah Fitnah Musailamah Al-Kadzdzab dan fitnah murtadnya bani Rabi’ah dan Mudhar dan selain kedua kelompok tersebut di JAZIRAH ARAB “.
Demikian kutipan dalam kitab Fatawa Al-Lajnah ad-Daimah jilid 3 fatwa nomer 6667

kami sertakan pula dalil dalil sahih bukhori muslim mengenai letak najd riyadh :
 ”Sesungguhnya kamu menceritakan kepadaku seseorang yang diwajahnya ada tanduk syetan. Maka datanglah orang tadi berdiri di hadapan sahabat tanpa memberi salam. Kemudian Rasulullah bertanya kepada orang tersebut : ” Aku bertanya kepadamu, apakah engkau merasa bahwa tidak ada orang yang lebih baik daripadamu sewaktu engkau berada dalam suatu majlis. ” Orang itu menjawab: Benar”. Kemudian dia segera masuk ke dalam masjid dan melakukan shalat dan dalam riwayat kemudian dia menuju tepi masjid melakukan shalat, maka berkata Rasulullah: ”Siapakah yang akan dapat membunuh orang tersebut ? ”. Abubakar segera berdiri menuju kepada orang tersebut, dan tak lama kembali. Rasul bertanya : Sudahkah engkau bunuh orang tersebut? Abubakar menjawab : ”Saya tidak dapat membunuhnya sebab dia sedang bersujud ”. Rasul bertanya lagi : ”Siapakah yang akan membunuhnya lagi? ”. Umar bin Khattab berdiri menuju orang tersebut dan tak lama kembali lagi. Rasul berkata: ”Sudahkah engkau membunuhnya ? Umar menjawab: ”Bagaimana mungkin saya membunuhnya sedangkan dia sedang sujud”. Rasul berkata lagi ; Siapa yang dapat membunuhnya ?”. Ali segera berdiri menuju ke tempat orang tersebut, tetapi orang terebut sudah tidak ada ditempat shalatnya, dan dia kembali ke tempat nabi. Rasul bertanya: Sudahkah engkau membunuhnya ? Ali menjawab: ”Saya tidak menjumpainya di tempat shalat dan tidak tahu dimana dia berada. ” Rasulullah saw melanjutkan: ”Sesungungguhnya ini adalah tanduk pertama yang keluar dari umatku, seandainya engkau membunuhnya, maka tidaklah umatku akan berpecah. Sesungguhnya Bani Israel berpecah menjadi 71 kelompok, dan umat ini akan terpecah menjadi 72 kelompok, seluruhnya di dalam neraka kecuali satu kelompok ”. Sahabat bertanya : ” Wahai nabi Allah, kelompk manakah yang satu itu? Rasulullah menjawab : ”Al Jamaah”. (Musnad Abu Ya’la/ 4127, Majma’ Zawaid/6-229).
Ibnu Umar berkata, “Nabi berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, Terhadap Najd(Riyadh) kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, ‘Dan Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam. Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Yaman.’ Maka, saya mengira beliau bersabda pada kali yang ketiga,(ternyata NAJD) ‘Di sana terdapat kegoncangan-kegoncangan (mengacaukan dunia islam),(gemar) fitnah-fitnah, dan di sana pula munculnya tanduk setan(menyesatkan lagi berbahaya).’” [HR Bukhari]

Hadis riwayat Sahal bin Hunaif ra.: Dari Yusair bin Amru, ia berkata: Saya berkata kepada Sahal: Apakah engkau pernah mendengar Nabi saw. menyebut-nyebut Khawarij? Sahal menjawab: Aku mendengarnya, ia menunjuk dengan tangannya ke arah Timur, mereka adalah kaum yang membaca Alquran dengan lisan mereka, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama secepat anak panah melesat dari busurnya. (Shahih Muslim No.1776) Saat mengatakan itu, Nabi berada di Madinah, Hijaz. Ada pun di timur Madinah/Hijaz adalah Najd, tempat lahirnya Muhammad bin Abdul Wahhab:SYAIKHUL ISLAM WAHABI AKUI TANDUK SETAN WAHABI AHLUL FITNAH DARI NAJD
“Dari sinilah fitnah-fitnah akan bermunculan, dari arah Timur, dan sifat kasar juga kerasnya hati pada orang-orang yang sibuk mengurus onta dan sapi, kaum Baduwi yaitu pada kaum Rabi’ah dan Mudhar(mengurus duniawi ,petro dolar) “.(HR. Bukhari)

  JADI LAHIRNYA AJARAN WAHABI MANHAJ SETAN NAJD SUDAH DIKHABARKAN OLEH ROSULULLAH DALAM BERBAGAI HADIS SAHIH DAN DIJELASKAN PULA OLEH AHLI AQIDAH MUJASIMAH IBNU TAIMIYAH
SYAIKHUL ISLAM WAHABI AKUI TANDUK SETAN WAHABI AHLUL FITNAH DARI NAJD

SYAIKHUL ISLAM WAHABI AKUI TANDUK SETAN WAHABI AHLUL FITNAH DARI NAJD

يقول المجسم ابن تيمية في كتابه المسمى (بيان تلبيس الجهمية) ج1 /ص 17 : و قد (تواتر) عن النبي صلى الله عليه و سلم إخباره بأن الفتنة و رأس ا...
4.82/ 5 (91)
يقول المجسم ابن تيمية في كتابه المسمى (بيان تلبيس الجهمية) ج1 /ص 17 : و قد (تواتر) عن النبي صلى الله عليه و سلم إخباره بأن الفتنة و رأس ا...
4 Dari 5 BINTANG

ROSULULLAH BONGKAR KESESATAN & BAHAYA AJARAN WAHABI

ROSULULLAH BONGKAR KESESATAN & BAHAYA AJARAN WAHABI
1. ASAL USUL MOYANG WAHABI,
Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra., ia berkata: Ali ra. yang sedang berada di Yaman, mengirimkan emas yang masih dalam bijinya kepada Rasulullah saw., kemudian Rasulullah saw. membagikannya kepada beberapa orang, Aqra` bin Habis Al-Hanzhali, Uyainah bin Badr Al-Fazari, Alqamah bin Ulatsah Al-Amiri, seorang dari Bani Kilab, Zaidul Khair At-Thaiy, seorang dari Bani Nabhan. Orang-orang Quraisy marah dan berkata: Apakah baginda memberi para pemimpin Najd, dan tidak memberikan kepada kami? Rasulullah saw. bersabda: Aku melakukan itu adalah untuk mengikat hati mereka. Kemudian datang seorang lelaki yang berjenggot lebat, kedua tulang pipinya menonjol, kedua matanya cekung, jidatnya jenong dan kepalanya botak. Ia berkata: Takutlah kepada Allah, ya Muhammad! Rasulullah saw. bersabda: Siapa lagi yang taat kepada Allah jika aku mendurhakai-Nya? Apakah Dia mempercayai aku atas penduduk bumi, sedangkan kamu tidak mempercayai aku? Lalu laki-laki itu pergi. Seseorang di antara para sahabat minta izin untuk membunuh laki-laki itu (diriwayatkan bahwa orang yang akan membunuh itu adalah Khalid bin Walid), tetapi Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya diantara bangsaku ada orang-orang yang membaca Alquran tapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. Sungguh, jika aku mendapati mereka, pasti aku akan bunuh mereka seperti terbunuhnya kaum Aad. (Shahih Muslim No.1762)
 Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra., ia berkata: Seseorang datang kepada Rasulullah saw. di Ji`ranah sepulang dari perang Hunain. Pada pakaian Bilal terdapat perak. Dan Rasulullah saw. mengambilnya untuk diberikan kepada manusia. Orang yang datang itu berkata: Hai Muhammad, berlaku adillah! Beliau bersabda: Celaka engkau! Siapa lagi yang bertindak adil, bila aku tidak adil? Engkau pasti akan rugi, jika aku tidak adil. Umar bin Khathab ra. berkata: Biarkan aku membunuh orang munafik ini, wahai Rasulullah. Beliau bersabda: Aku berlindung kepada Allah dari pembicaraan orang bahwa aku membunuh sahabatku sendiri. Sesungguhnya orang ini dan teman-temannya memang membaca Alquran, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. (Shahih Muslim No.1761)
 Ciri Khawarij ini adalah gemar membaca Al Qur’an, mengaku pembela Islam, namun tidak mengamalkannya. Dia datangi ummat Islam dgn pedang sambil menuduh ummat Islam melakukan kesyirikan. Padahal Syirik menurut pemahaman Nabi adalah menyembah berhala. Yang dilakukan Nabi adalah menghancurkan berhala. Bukan membunuh orang-orang yang dituduh Musyrik,

2. DAN DAKWAH MEREKA JUGA SANGAT DITAKUTI ROSULULLAH
dengan dalih memurnikan tauhid memfitnah umat islam sesat musyrik kafir hingga membasmi semua golongan islam seperti yg dilakukan khawarij wahabi ISIS. إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ رَجُلٌ قَرَأَ الْقُرْآنَ حَتَّى إِذَا رُئِيَتْ بَهْجَتُهُ عَلَيْهِ، وَكَانَ رِدْئًا لِلْإِسْلَامِ، انْسَلَخَ مِنْهُ وَنَبَذَهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ، وَسَعَى عَلَى جَارِهِ بِالسَّيْفِ، وَرَمَاهُ بِالشِّرْكِ»، قَالَ: قُلْتُ: يَا نَبِيَّ اللَّهِ، أَيُّهُمَا أَوْلَى بِالشِّرْكِ، الْمَرْمِيُّ أَمِ الرَّامِي؟ قَالَ: «بَلِ الرَّامِي» “Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kamu adalah seseorang yang telah membaca (menghafal) al-Qur’ân, sehingga ketika telah tampak kebagusannya terhadap al-Qur’ân dan dia menjadi pembela Islam, dia terlepas dari al-Qur’ân, membuangnya di belakang punggungnya, dan menyerang tetangganya dengan pedang dan menuduhnya musyrik”. Aku (Hudzaifah) bertanya, “Wahai nabi Allâh, siapakah yang lebih pantas disebut musyrik, penuduh atau yang dituduh?”. Beliau menjawab, “Penuduhnya”. (HR. Bukhâri dalam at-Târîkh, Abu Ya’la, Ibnu Hibbân dan al-Bazzâr. Disahihkan oleh Albani dalam ash-Shahîhah, no. 3201).
“Akan keluar suatu kaum dari umatku, mereka membaca Alquran, bacaan kamu dibandingkan dengan bacaan mereka tidak ada apa-apanya, demikian pula shalat dan puasa kamu dibandingkan dengan shalat dan puasa mereka tidak ada apa-apanya. Mereka membaca Alquran dan mengiranya sebagai pembela mereka, padahal ia adalah hujjah yang menghancurkan alasan mereka. Shalat mereka tidak sampai ke tenggorokan, mereka lepas dari Islam sebagaimana melesatnya anak panah dari busurnya.” (HR. Abu Dawud)

Bahkan merekapun membawakan hadis-hadis Nabi SAW, namun dipahami dengan tidak benar,
sabda Nabi, يَأْتِي فِي آخِرِ الزَّمَانِ قَوْمٌ حُدَثَاءُ الْأَسْنَانِ سُفَهَاءُ الْأَحْلَامِ يَقُولُونَ مِنْ خَيْرِ قَوْلِ الْبَرِيَّةِ يَمْرُقُونَ مِنْ الْإِسْلَامِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنْ الرَّمِيَّةِ لَا يُجَاوِزُ إِيمَانُهُمْ حَنَاجِرَهُمْ “Akan ada di akhir zaman suatu kaum yang usianya muda, dan pemahamannya dangkal, mereka mengucapkan perkataan manusia yang paling baik (Rasulullah), mereka lepas dari Islam sebagaimana lepasnya anak panah dari busurnya, iman mereka tidak sampai ke tenggorokan..” (HR Bukhari)

3. KOTA KELAHIRAN IDEOLOGI KHAWARIJ
Begitu berhayanya ajaran TANDUK SETAN DARI NAJD ini sampai sampai Rosulullah menggambarkan begitu jelas posisi letak kota najd agar umat islam tidak tertipu oleh mereka yang bertaqiyah mengaku salafy ataupun sunni,
Hadis riwayat Sahal bin Hunaif ra.: Dari Yusair bin Amru, ia berkata: Saya berkata kepada Sahal: Apakah engkau pernah mendengar Nabi saw. menyebut-nyebut Khawarij? Sahal menjawab: Aku mendengarnya, ia menunjuk dengan tangannya ke arah Timur, mereka adalah kaum yang membaca Alquran dengan lisan mereka, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama secepat anak panah melesat dari busurnya. (Shahih Muslim No.1776) Saat mengatakan itu, Nabi berada di Madinah, Hijaz. Ada pun di timur Madinah/Hijaz adalah Najd, tempat lahirnya Muhammad bin Abdul Wahhab:
ROSULULLAH BONGKAR KESESATAN & BAHAYA AJARAN WAHABI1
Ibnu Umar berkata, “Nabi berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, Terhadap Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, ‘Dan Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam. Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Yaman.’ Maka, saya mengira beliau bersabda pada kali yang ketiga, ‘Di sana terdapat kegoncangan-kegoncangan (gempa bumi), fitnah-fitnah, dan di sana pula munculnya tanduk setan.’” [HR Bukhari]
“Dari sinilah fitnah-fitnah akan bermunculan, dari arah Timur, dan sifat kasar juga kerasnya hati pada orang-orang yang sibuk mengurus onta dan sapi, kaum Baduwi yaitu pada kaum Rabi’ah dan Mudhar(mengurus duniawi ,petro dolar) “.(HR. Bukhari)

4. TANDUK SETAN PICIK PENUH TIPUDAYA DAN BERBAHAYA
Khawarij ini dengan dalih memurnikan Islam, menghidupkan Sunnah, dsb ternyata malah memecah belah Islam. Tetaplah dalam Jama’ah / kelompok terbesar Islam. Jangan mengikuti firqoh mereka: Dari Anas berkata : Ada seorang lelaki pada zaman Rasulullah berperang bersama Rasulullah dan apabila kembali (dari peperangan) segera turun dari kenderaannya dan berjalan menuju masjid nabi melakukan shalat dalam waktu yang lama sehingga kami semua terpesona dengan shalatnya sebab kami merasa shalatnya tersebut melebihi shalat kami, dan dalam riwayat lain disebutkan kami para sahabat merasa ta’ajub dengan ibadahnya dan kesungguhannya dalam ibadah, maka kami ceritakan dan sebutkan namanya kepada Rasulullah, tetapi rasulullah tidak mengetahuinya, dan kami sifatkan dengan sifat-sifatnya, Rasulullah juga tidak mengetahuinya, dan tatkala kami sednag menceritakannya lelaki itu muncul dan kami berkata kepada Rasulullah: Inilah orangnya ya Rasulullah. Rasulullah bersabda : ”Sesungguhnya kamu menceritakan kepadaku seseorang yang diwajahnya ada tanduk syetan. Maka datanglah orang tadi berdiri di hadapan sahabat tanpa memberi salam. Kemudian Rasulullah bertanya kepada orang tersebut : ” Aku bertanya kepadamu, apakah engkau merasa bahwa tidak ada orang yang lebih baik daripadamu sewaktu engkau berada dalam suatu majlis. ” Orang itu menjawab: Benar”. Kemudian dia segera masuk ke dalam masjid dan melakukan shalat dan dalam riwayat kemudian dia menuju tepi masjid melakukan shalat, maka berkata Rasulullah: ”Siapakah yang akan dapat membunuh orang tersebut ? ”. Abubakar segera berdiri menuju kepada orang tersebut, dan tak lama kembali. Rasul bertanya : Sudahkah engkau bunuh orang tersebut? Abubakar menjawab : ”Saya tidak dapat membunuhnya sebab dia sedang bersujud ”. Rasul bertanya lagi : ”Siapakah yang akan membunuhnya lagi? ”. Umar bin Khattab berdiri menuju orang tersebut dan tak lama kembali lagi. Rasul berkata: ”Sudahkah engkau membunuhnya ? Umar menjawab: ”Bagaimana mungkin saya membunuhnya sedangkan dia sedang sujud”. Rasul berkata lagi ; Siapa yang dapat membunuhnya ?”. Ali segera berdiri menuju ke tempat orang tersebut, tetapi orang terebut sudah tidak ada ditempat shalatnya, dan dia kembali ke tempat nabi. Rasul bertanya: Sudahkah engkau membunuhnya ? Ali menjawab: ”Saya tidak menjumpainya di tempat shalat dan tidak tahu dimana dia berada. ” Rasulullah saw melanjutkan: ”Sesungungguhnya ini adalah tanduk pertama yang keluar dari umatku, seandainya engkau membunuhnya, maka tidaklah umatku akan berpecah. Sesungguhnya Bani Israel berpecah menjadi 71 kelompok, dan umat ini akan terpecah menjadi 72 kelompok, seluruhnya di dalam neraka kecuali satu kelompok ”. Sahabat bertanya : ” Wahai nabi Allah, kelompk manakah yang satu itu? Rasulullah menjawab : ”Al Jamaah”. (Musnad Abu Ya’la/ 4127, Majma’ Zawaid/6-229).
Ibnu Umar berkata, “Nabi berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, Terhadap Najd(Riyadh) kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, ‘Dan Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam. Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Yaman.’ Maka, saya mengira beliau bersabda pada kali yang ketiga,(ternyata NAJD) ‘Di sana terdapat kegoncangan-kegoncangan (dunia islam),(gemar) fitnah-fitnah, dan di sana pula munculnya tanduk setan(menyesatkan lagi berbahaya).’” [HR Bukhari]
Khawarij ini dengan dalih memurnikan Islam, menghidupkan Sunnah, dsb ternyata malah memecah belah Islam. Tetaplah dalam Jama’ah / kelompok terbesar Islam. Jangan mengikuti firqoh mereka: Dari Anas berkata : Ada seorang lelaki pada zaman Rasulullah berperang bersama Rasulullah dan apabila kembali (dari peperangan) segera turun dari kenderaannya dan berjalan menuju masjid nabi melakukan shalat dalam waktu yang lama sehingga kami semua terpesona dengan shalatnya sebab kami merasa shalatnya tersebut melebihi shalat kami, dan dalam riwayat lain disebutkan kami para sahabat merasa ta’ajub dengan ibadahnya dan kesungguhannya dalam ibadah, maka kami ceritakan dan sebutkan namanya kepada Rasulullah, tetapi rasulullah tidak mengetahuinya, dan kami sifatkan dengan sifat-sifatnya, Rasulullah juga tidak mengetahuinya, dan tatkala kami sednag menceritakannya lelaki itu muncul dan kami berkata kepada Rasulullah: Inilah orangnya ya Rasulullah. Rasulullah bersabda : ”Sesungguhnya kamu menceritakan kepadaku seseorang yang diwajahnya ada tanduk syetan. Maka datanglah orang tadi berdiri di hadapan sahabat tanpa memberi salam. Kemudian Rasulullah bertanya kepada orang tersebut : ” Aku bertanya kepadamu, apakah engkau merasa bahwa tidak ada orang yang lebih baik daripadamu sewaktu engkau berada dalam suatu majlis. ” Orang itu menjawab: Benar”. Kemudian dia segera masuk ke dalam masjid dan melakukan shalat dan dalam riwayat kemudian dia menuju tepi masjid melakukan shalat, maka berkata Rasulullah: ”Siapakah yang akan dapat membunuh orang tersebut ? ”. Abubakar segera berdiri menuju kepada orang tersebut, dan tak lama kembali. Rasul bertanya : Sudahkah engkau bunuh orang tersebut? Abubakar menjawab : ”Saya tidak dapat membunuhnya sebab dia sedang bersujud ”. Rasul bertanya lagi : ”Siapakah yang akan membunuhnya lagi? ”. Umar bin Khattab berdiri menuju orang tersebut dan tak lama kembali lagi. Rasul berkata: ”Sudahkah engkau membunuhnya ? Umar menjawab: ”Bagaimana mungkin saya membunuhnya sedangkan dia sedang sujud”. Rasul berkata lagi ; Siapa yang dapat membunuhnya ?”. Ali segera berdiri menuju ke tempat orang tersebut, tetapi orang terebut sudah tidak ada ditempat shalatnya, dan dia kembali ke tempat nabi. Rasul bertanya: Sudahkah engkau membunuhnya ? Ali menjawab: ”Saya tidak menjumpainya di tempat shalat dan tidak tahu dimana dia berada. ” Rasulullah saw melanjutkan: ”Sesungungguhnya ini adalah tanduk pertama yang keluar dari umatku, seandainya engkau membunuhnya, maka tidaklah umatku akan berpecah. Sesungguhnya Bani Israel berpecah menjadi 71 kelompok, dan umat ini akan terpecah menjadi 72 kelompok, seluruhnya di dalam neraka kecuali satu kelompok ”. Sahabat bertanya : ” Wahai nabi Allah, kelompk manakah yang satu itu? Rasulullah menjawab : ”Al Jamaah”. (Musnad Abu Ya’la/ 4127, Majma’ Zawaid/6-229).
Pemikiran takfiri (mudah mengkafirkan) adalah pemikiran yang ditakutkan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam untuk menimpa umatnya, karena ia berakibat yang tidak bagus dan merugikan Islam dan kaum muslimin bahkan merusak citra Islam dan mengotori keindahannya. Oleh karena itu, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mengecam keras Khawarij dalam hadis-hadisnya, Abu Ghalib berkata, رَأَى أَبُو أُمَامَةَ رُءُوسًا مَنْصُوبَةً عَلَى دَرَجِ مَسْجِدِ دِمَشْقَ فَقَالَ أَبُو أُمَامَةَ كِلَابُ النَّارِ شَرُّ قَتْلَى تَحْتَ أَدِيمِ السَّمَاءِ خَيْرُ قَتْلَى مَنْ قَتَلُوهُ ثُمَّ قَرَأَ { يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ } إِلَى آخِرِ الْآيَةِ قُلْتُ لِأَبِي أُمَامَةَ أَنْتَ سَمِعْتَهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَوْ لَمْ أَسْمَعْهُ إِلَّا مَرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا أَوْ أَرْبَعًا حَتَّى عَدَّ سَبْعًا مَا حَدَّثْتُكُمُوهُ. “Abu Umamah melihat kepala-kepala (kaum Khawarij) yang dipancangkan di jalan Masjid Damaskus, Abu Umamah berkata, “Anjing-anjing neraka, seburuk-buruknya orang yang terbunuh di kolong langit, dan sebaik-baiknya yang dibunuh adalah orang yang dibunuh oleh mereka (Khawarij), kemudian beliau membaca Ayat, “Pada hari wajah-wajah menjadi putih dan wajah-wajah lain menjadi hitam..” Sampai akhir ayat. Aku berkata kepada Abu Umamah, “Engkau mendengarnya dari Rasulullah shalalahu ‘alaihi wa sallam?” Beliau menjawab, “Aku mendengarnya sekali, dua kali, tiga kali, empat kali sampai tujuh kali. Bila aku tidak mendengarnya, aku tidak akan menyampaikannya kepada kamu.” (HR. At Tirmidzi).
Ayat Al Qur’an dan hadits di atas sering mereka ucapkan. Namun sering pula mereka langgar sehingga mereka mengumpat dan bersangka buruk terhadap sesama Muslim. Jika diingatkan dengan enteng mereka berdalih: “Ah mereka bukan Muslim!” Tidak pantas bagi seorang Muslim untuk mudah menganggap sesat atau mengkafirkan sesama Muslim yang masih sholat dan mengucapkan 2 kalimat syahadah.Jika begitu, maka mereka itu lemah imannya atau mungkin justru tidak punya iman: Tiga perkara berasal dari iman: (1) Tidak mengkafirkan orang yang mengucapkan “Laailaaha illallah” karena suatu dosa yang dilakukannya atau mengeluarkannya dari Islam karena sesuatu perbuatan; (2) Jihad akan terus berlangsung semenjak Allah mengutusku sampai pada saat yang terakhir dari umat ini memerangi Dajjal tidak dapat dirubah oleh kezaliman seorang zalim atau keadilan seorang yang adil; (3) Beriman kepada takdir-takdir. (HR. Abu Dawud)
Jangan mengkafirkan orang yang shalat karena perbuatan dosanya meskipun (pada kenyataannya) mereka melakukan dosa besar. Shalatlah di belakang tiap imam dan berjihadlah bersama tiap penguasa. (HR. Ath-Thabrani)
Di saat Usamah, sahabat Rasulullah saw, membunuh orang yang sedang mengucapkan, “Laa ilaaha illallaah, ” Nabi menyalahkannya dengan sabdanya, “Engkau bunuh dia, setelah dia mengucapkan Laa ilaaha illallaah.” Usamah lalu berkata, “Dia mengucapkan Laa ilaaha illallaah karena takut mati.” Kemudian Rasulullah saw. bersabda, “Apakah kamu mengetahui isi hatinya?” [HR Bukhari dan Muslim]
Lihat hadits di atas saat Usamah berkilah: “Ah dia berpura2” Ah dia taqiyah! Ah dia berbohong. Tidak pantas kita berdalih seperti itu karena kita manusia tidak tahu isi hati mereka. Kita hanya bisa menilai zahir lisan, tulisan, dan perbuatan mereka. Meski mengkafirkan sesama Muslim itu resikonya sangat berat, kaum Khawarij selalu menemukan cara untuk itu. Dari Abu Zar r.a. bahwasanya ia mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa yang memanggil orang lain dengan sebutan kekafiran atau berkata bahwa orang itu musuh Allah, padahal yang dikatakan sedemikian itu sebenarnya tidak, melainkan kekafiran itu kembalilah pada dirinya sendiri.” (Muttafaq ‘alaih).Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Apabila ada seseorang berkata kepada saudaranya -sesama Muslimnya-: “Hai orang kafir,” maka salah seorang dari keduanya -yakni yang berkata atau dikatakan- kembali dengan membawa kekafiran itu. Jikalau yang dikatakan itu benar-benar sebagaimana yang orang itu mengucapkan, maka dalam orang itulah adanya kekafiran, tetapi jikalau tidak, maka kekafiran itu kembali kepada orang yang mengucapkannya sendiri.” (Muttafaq ‘alaih).
Jadi itulah beberapa ciri kaum Khawarij yang sebetulnya jika kita tidak taqlid dan membaca Al Qur’an dan Hadits dengan cerdas, mereka itu meski dalihnya menghidupkan Sunnah, pada dasarnya Ingkar Al Qur’an dan Ingkar Sunnah. Keras dan Kasar Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menyifati kaum Khawarij bahwa mereka adalah kaum yang kasar lagi keras perangainya, beliau bersabda, سَيَخْرُجُ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ أَشِدَّاءُ أَحِدَّاءُ ذَلِقَةٌ أَلْسِنَتُهُمْ بِالْقُرْآنِ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ أَلَا فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمْ فَأَنِيمُوهُمْ ثُمَّ إِذَا رَأَيْتُمُوهُمْ فَأَنِيمُوهُمْ فَالْمَأْجُورُ قَاتِلُهُمْ “Akan keluar dari umatku beberapa kaum yang keras lagi kasar, lisan-lisan mereka fasih membaca Alquran, namun tidak sampai ke tenggorokan mereka(perilakunya keji).” (HR. Ahmad dan lainnya)
Nabi SAW menyifati bahwa mereka adalah kaum yang amat rajin ibadahnya namun perilakunya keji karena kurang memahami al qur'an dan as sunnah DAN SHOLAT MEREKA SIA SIA KARENA PERBUATAN KEJINYA, beliau bersabda, يَخْرُجُ قَوْمٌ مِنْ أُمَّتِي يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَيْسَتْ قِرَاءَتُكُمْ إِلَى قِرَاءَتِهِمْ شَيْئًا وَلَا صَلَاتُكُمْ إِلَى صَلَاتِهِمْ شَيْئًا وَلَا صِيَامُكُمْ إِلَى صِيَامِهِمْ شَيْئًا يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ يَحْسِبُونَ أَنَّهُ لَهُمْ وَهُوَ عَلَيْهِمْ لَا تُجَاوِزُ صَلَاتُهُمْ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنْ الْإِسْلَامِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنْ الرَّمِيَّةِ “Akan keluar suatu kaum dari umatku, mereka membaca Alquran, bacaan kamu dibandingkan dengan bacaan mereka tidak ada apa-apanya, demikian pula shalat dan puasa kamu dibandingkan dengan shalat dan puasa mereka tidak ada apa-apanya. Mereka mengira bahwa Alquran itu hujjah yang membela mereka, padahal ia adalah hujah yang menghancurkan alasan mereka. Shalat mereka tidak sampai ke tenggorokan, mereka lepas dari islam sebagaimana melesatnya anak panah dari buruannya.” (HR. Abu Dawud)

5. larangan mengikuti dakwa wahabi
hadits dari Hudzaifah bin Al Yaman, dia menceritakan : Orang-orang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya tentang keburukan karena khawatir akan menimpaku. Aku bertanya, “Wahai, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam! Kami dulu berkubang dalam kejahiliyahan dan kejelekan, lalu Allah memberikan kebaikan (Islam) ini, akankah ada lagi kejelekan kebaikan ini?” Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab,”Ya.” Aku bertanya lagi,”Apakah akan ada lagi kebaikan setelah kejelekan itu?” Beliau menjawab,”Ya, tapi sudah tercampur dakhan (kekeruhan).” Aku bertanya,”Apa dakhannya?” Beliau menjawab,”Satu kaum yang mengambil petunjuk bukan dari petunjukku. Engkau mengenali dan mengingkari kondisi mereka”. Aku bertanya,”Akankah ada keburukan lagi setelah kebaikan itu?” Beliau menjawab,”Ya. Yaitu para juru dakwah yang mengajak ke pintu jahannam. Barangsiapa yang menjawab panggilan mereka, maka akan tercampakkan ke dalam jahannam.” Aku berkata,”Wahai, Rasulullah! Jelaskan ciri mereka kepada kami!” Beliau bersabda,”Mereka berasal dari kita sendiri dan mereka berbicara dengan bahasa kita.(WAHABI TANDUK SETAN DARI NAJD)” Aku bertanya,”Jika aku menjumpai masa itu, apa yang engkau perintahkan kepadaku?” Beliau menjawab,”Tetaplah bersama jama’ah kaum muslimin dan imam mereka.” Aku bertanya,”Jika mereka tidak memiliki jama’ah pun juga imam?” Beliau menjawab,”Tinggalkannlah semua firqah-firqah itu, meskipun akhirnya engkau terpaksa mengkonsumsi akar pohon sampai ajal menjemput, sementara engkau tetap teguh atas jalan itu.”
Pelajaran yang bisa diambil dari hadits ini, bahwa nanti setelah terangnya cahaya kebenaran Islam akan datang asy-syar (keburukan, fitnah). Dalam Fathul Bari dijelaskan, yaitu diawali dengan terbunuhnya Utsman Radhiyallahu 'anhu dan dampak yang muncul karena pembunuhan tersebut. Tetapi setelah itu akan ada kebaikan, tetapi dalam kebaikan itu ada dakhan (kekeruhan). Dalam Fathul Bari disebutkan, maknanya bagus tetapi kotor, baik itu berupa kondisi umum maupun hati di antara mereka yang tidak bersih. Pada waktu itulah, ada pemimpin atau dai yang memberikan petunjuk tetapi tidak sesuai dengan Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Ini dalam suasana yang baik. Barangsiapa yang menjumpai dan mengetahuinya, maka harus bara’ (berlepas diri) dan membencinya.
Setelah itu, Hudzaifah pun masih bertanya lagi : “Apakah setelah kebaikan itu ada kejelekan?” Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab,”Ya ada, tetapi di situ ada penyeru yang mengajak kepada kesesatan. Diumpamakan dengan berdiri di pintu neraka karena mengajak kepada hal-hal yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Siapa yang mengikuti akan dimasukkan ke dalamnya.” Hudzaifah bertanya lagi,”Mereka itu siapa, wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab,”Mereka itu dari kaum kita, berbicara dengan bahasa kita, seagama dengan kita, bisa dari Arab atau bani Adam. Dzahirnya Islam, tetapi batinnya menyelisihi Islam (menghancurkan Islam dari dalam).” Hudzaifah bertanya lagi,”Jika kami menjumpai yang seperti itu, maka bagaimana, wahai Rasulullah?” Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab,”Bergabunglah dengan jama’ah kaum muslimin dan imam mereka -sekalipun imam yang fajir yang berbuat kejam kepada kita, mengambil harta kita, kita tetap setia dan taat.” ( HR bukhori muslim)

6. ISIS TERORIS-KHAWARIJ WAHABI WALAU TERTUMPAS AKAN TERUS MUNCUL KHAWARIJ TERORIS LAINNYA HINGGA DI MASA DAJJAL
Dalam hadits yang diriwayatkan dari shahabat Ibnu ’Umar bahwa Rasulullah bersabda:“Akan muncul sekelompok pemuda yang (pandai) membaca Al-Qur‘an namun bacaan tersebut tidak melewati kerongkongannya. Setiap kali muncul sekelompok dari mereka pasti tertumpas.” Ibnu ’Umar berkata: ‘Saya mendengar Rasulullah mengulang kalimat: “Setiap kali muncul sekelompok(khawarij) dari mereka pasti tertumpas” lebih dari 20 kali.’ Kemudian beliau berkata: “Hingga muncullah Ad-Dajjal dalam barisan pasukan mereka.” [HR. Ibnu Majah]
“ Akan muncul segolongan (firqoh) manusia dari arah Timur(firqoh wahabi lahir di najd sebelah timur madinah), yang membaca al-Quran namun tidak melewati tenggorokan mereka. Tiap kali Qarn (kurun / generasi) mereka putus, maka muncul generasi berikutnya hingga generasi akhir mereka akan bersama dajjal “ (Diriwayatkan imam Thabrani di dalam Al-Kabirnya, imam imam Abu Nu’aim di dalam Hilyahnya dan imam Ahmad di dalam musnadnya)Rasulullah saw bersabda: ”Nanti pada akhir zaman akan muncul kaum mereka membaca Al-Quran tetapi tidak melebihi kerongkongan, mereka memecah Islam sebagaimana keluarnya anak panah dari busurnya, dan mereka akan terus bermunculan sehingga keluar yang terakhir daripada mereka bersama Dajjal, maka jika kamu berjumpa dengan mereka, maka perangilah(ideologi dan terorisme) sebab mereka itu seburuk-buruk makhluk dan seburuk-buruk khalifah. ” ( Sunan Nasai/4108, Sunan Ahmad/19783 )*** Alhamdulillah telah tersedia gratis apikasi android BLOG PONSEL ASWAJA, semoga bermanfaat Klik  DOWLOAD APLIKASI ANDROID BLOG PONSEL ASWAJA
ROSULULLAH BONGKAR KESESATAN & BAHAYA AJARAN WAHABI

ROSULULLAH BONGKAR KESESATAN & BAHAYA AJARAN WAHABI

1. ASAL USUL MOYANG WAHABI, Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra., ia berkata: Ali ra. yang sedang berada di Yaman, mengirimkan emas yan...
4.82/ 5 (91)
1. ASAL USUL MOYANG WAHABI, Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra., ia berkata: Ali ra. yang sedang berada di Yaman, mengirimkan emas yan...
4 Dari 5 BINTANG

Bukti Albani Halalkan Onani Dibulan Ramadhan

ALBANI MUHADIS PALSU DOYAN ONANI DIBULAN RAMADHAN
tamamul-minnah-albany
Masalah:
Apakah keluarnya mani baik disebabkan karena mencium isteri, atau memeluknya, atau onani dapat membatalkan puasa dan harus mengqadha’nya?
Pendapat Syaikh al-Albani :
Tidak ada dalil yang menunjukkan, bahwa hal tersebut dapat membatalkan puasa. Adapun menyamakannya dengan menggauli isteri adalah pendapat yang kurang jelas. Oleh sebab itulah ash-Shan’ani mengatakan: ‘Yang nampak jelas adalah tidak mengqadha’nya dan tidak ada kafarah (denda) baginya, kecuali karena jimaa’. Adapun menyamakan dengan hukum menggauli isteri adalah pendapat yang jauh dari kebenaran. Asy-Syaukani cenderung kepada pendapat ini. Ini merupakan pendapat Ibnu Hazm. Lihat ‘al-Muhalla’ (VI/175-177)
Di antara bukti, bahwa menganalogikan istimna’ dengan jimaa’ adalah analogi yang bermuatan beda, sebagian orang berpendapat begini, dalam masalah batalnya puasa mereka berpendapat tidak sama dengan masalah kafarat. Mereka mengatakan: Karena jima’ adalah lebih berat, dan hukum asal menetapkan tidak ada  kafarat. Lihat al-Muhadzdzab dan Syarahnya oleh an-Nawawi (VI/328)
Demikian pula kami mengatakan, bahwa hukum asal menetapkan tidak batal puasanya, dan jima lebih berat daripada istimna’, dan makna istimna’ tidak bisa dianalogikan dengan jima’. Renungkanlah!!
[Tamaamu al-Minnah hal. 418-419]
Hal ini bertentangan dengan fatwa Syaikh Bin Baz dan Ibn Utsaimin yang juga sama-sama seorang ulama Wahabi.
Hal ini membatalkan puasa, seperti halnya ejakulasi yang dicapai dengan jima’ (bersetubuh) yang merupakan pembatal puasa berdasarkan nash Al-Qur’an dan As-Sunnah. Hal ini dikuatkan dengan hadits qudsi di atas bahwa orang yang berpuasa menahan diri dari makanan, minuman dan syahwat yang merupakan pembatal-pembatal puasa. Sementara ejakulasi merupakan syahwat, dengan dalil sabda Rasulullah n:
وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، أَيَأْتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ؟ قَالَ: أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ؟ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ
“Pada kemaluan setiap kalian ada shadaqah.” Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah! Apakah salah seorang dari kami mendatangi syahwatnya dan dia mendapat pahala dengannya?” Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian, kalau dia meletakannya dalam perkara yang haram, apakah dia berdosa karenanya? Demikian pula halnya jika dia meletakkanya dalam perkara yang halal, maka dia mendapat pahala karenanya.”(HR. Muslim dari Abu Dzar z)
Tentu saja ejakulasi saat orgasme (puncak kenikmatan syahwat) adalah syahwat yang terlarang saat berpuasa dan membatalkan puasa, dengan cara apapun seseorang mencapainya. Meskipun memang benar bahwa jima’ (bersetubuh) itu sendiri membatalkan puasa, walaupun tanpa ejakulasi.
Ini adalah pendapat Abu Hanifah, Malik, Asy-Syafi’i dan Ahmad. Pendapat ini dirajihkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Al-Fatawa(25/224), Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin dalam Asy-Syarhul Mumti’ (6/386-388) dan difatwakan oleh Al-Lajnah Ad-Da’imah yang diketuai oleh Asy-Syaikh Ibnu Baz dalam Fatawa Al-Lajnah (10/259-260).
Bukti Albani Halalkan Onani Dibulan Ramadhan

Bukti Albani Halalkan Onani Dibulan Ramadhan

Masalah: Apakah keluarnya mani baik disebabkan karena mencium isteri, atau memeluknya, atau onani dapat membatalkan puasa dan harus me...
4.82/ 5 (91)
Masalah: Apakah keluarnya mani baik disebabkan karena mencium isteri, atau memeluknya, atau onani dapat membatalkan puasa dan harus me...
4 Dari 5 BINTANG

ISIS WAHABI ANJING PELIHARAAN YAHUDI

ISIS WAHABI ANJING PELIHARAAN YAHUDI
YAHUDI : " ISIS WAHABI ITU ANJING PELIHARAAN KAMI, MUSUH MEREKA ADALAH SUNNI DAN SYI'AH JADI MANA MAU ANJING MENGGIGIT TUANNYA "
KHAWARIJ artinya keluar, keluar dari nilai nilai islami dan perilakunya keji seperti binatang akan tetapi masih berstatus muslim dan hanya memperburuk citra islam. hal ini karena mereka mengikuti ulama non salafussolihin,yang cenderung menafsirkan al qur'an dan as sunnah menuruti kemauan
nafsunya dan sudah jelas
mengikuti ulama di luar ke
empat imam madzab fiqih yang merupakan ulama salaf pewaris nabi, pasti tersesat. Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya diantara ummatku ada orang-
orang yang membaca Alquran
tapi tidak melampaui
tenggorokan mereka. Mereka
membunuh orang Islam dan
membiarkan penyembah
berhala(yahudi dll). Mereka keluar (khawarij) dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. Sungguh, jika aku mendapati mereka, pasti aku akan bunuh mereka seperti (Nabi Hud) membunuh kaum Aad.
(Shahih Muslim No.1762)
DAKWAH SEKTE TANDUK
SETAN WAHABI SANGAT
DITAKUTI OLEH
ROSULULLAH S.A.W
DENGAN DALIH MEMURNIKAN
TAUHID MEMFITNAH DAN
MEMBASMI SEMUA GOLONGAN
ISLAM, DAKWAH PENGIKUT
AJARAN SALAFY PALSU INI
SANGAT DI TAKUTI OLEH
ROSULULLAH sebagai mana
hadis sahih berikut: Rasulullah
Saw bersabda: "Sesungguhnya
yang paling Aku takutkan bagi
kalian adalah seseorang yang
membaca al-Quran, sehingga
ketika dia terlihat kebesarannya,
pembelaannya untuk Islam,
kemudian ia terlepas dan
mencampakkannya di
belakangnya, membawa pedang
kepada tetangganya dan
menuduhnya syirik. Saya
(Khudzaifah) bertanya: Ya
Nabiyyallah, siapaka
diantaranya yang lebih berhak
pada kesyirikan, yang dituduh
ataukah yang menuduh?
Rasulullah Saw menjawab: Yang
menuduh" (HR Ibnu Hibban
1/282 dari Khudzaifah, dengan
sanad yang hasan)
IMAM MAHDI PERANGI WAHABI SYIAH NASRANI DAJJAL DI AKHIR ZAMAN, "Kalian akan perangi jazirah Arabiyah (wahabi) sehingga Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian (kalian perangi) Persia(syiah) sehingga Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian kalian perangi Ruum(vatikan nasrani) sehingga Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian kalian perangi Dajjal (masih keturunan yahudi) sehingga Allah menangkan kalian atasnya.” (HR Muslim 5161)
LOKASI TEMPAT KELAHIRAN AJARAN TANDUK SETAN WAHABI DARI NAJD. NAJD atau RIYADH adalah pusat pemerintahan sekaligus pusat penyebaran sekte murtad bin jahil,Wahabi.oleh karenanya Rosulullah tak pernah mau memberkahi negeri NAJD atau Riyadh.sebagaimana di terangkan dalam hadis sahih berikut :Nabi Muhammad shallallahu'alaihi wasallam bersabda :(berdo'a)"Ya Allah berilah keberkatan kepada kami, pada Syam kami dan pada Yaman kami". Para sahabat berkata "dan juga Najd kami?".Beliau bersabda"disana muncul kegoncangan(kekacauan dunia islam) dan (ajaran) fitnah, dan disanalah akan muncul tanduk setan" [Shahih Bukhari2/33 no1037]. Dari Ubaidillah bin Umar yang berkata telah menceritakan kepadaku Nafi' dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdiri di pintu rumah Hafshah dan berkata dengan mengisyaratkan tangannya kearah timur "fitnah akan datang dari sini dari arah munculnya tanduk setan" beliau mengatakannya dua atau tiga kali. [Shahih Muslim 4/2228 no 2905]
CIRI CIRI KESESATAN ORMAS SEKTE WAHABI
*dalam hal aqidah : semua ormas yang berpaham wahabi tanduk setan ber aqidah mengikuti ibnu taimiyah yg menganggap Allah tinggal dilangit duduk dikursi goyang seperti dewa langit ( aqidah mujasimah)
*dalam hal as sunnah semua ormas wahabi mengikuti hadis hadis yang di edit atau di rubah syeih albani. si muhadis palsu keturunan eropa albania yg hanya lulusan SD dan mempelajari hadis hadis nabi tanpa guru dan merubahnya serta meng editnya . mempelajari tanpa guru alias sama saja berguru sama setan iblis. jika as sunnah sebagai sumber hukum islam di edit kalimatnya atau dirubah derajat hadisnya maka akan membuat umat islam tersesat, terpecah belah dan saling bunuh seperti di timur tengah sekarang
* dalam hal berdakwa semua ormas wahabi dalam dakwanya mengikuti muhammad bin abdul wahab yg dalam dakwanya umat islam dgn memfitnah bid'ah sesat kafir dan kemudian membasmi semua golongan islam.
*dalam hal madzhab mereka tidak bermadzhab(tidak mengakui ke empat madzhab sebagai ulama pewaris nabi atau berkamuflase mengelabuhi umat islam dengan mengatakan mengikuti ke empat imam sekaligus padahal sebenarnya mereka mengikuti fatwa fatwa pendapat imam mereka sendiri yang kebetulan ada beberapa saja yang sama. dan mereka bersikeras membentuk madzhab sendiri dengan imamnya antara lain : ibnu taimiyah, syeih albani, muhamad bin abdul wahab, ibnu qoyim, ibn bazz, syeih utsaimin dll
BACA JUGA UPDATE ARTIKEL TERBARU 

ISIS WAHABI ANJING PELIHARAAN YAHUDI

ISIS WAHABI ANJING PELIHARAAN YAHUDI

YAHUDI : " ISIS WAHABI ITU ANJING PELIHARAAN KAMI, MUSUH MEREKA ADALAH SUNNI DAN SYI'AH JADI MANA MAU ANJING MENGGIGIT TUANNYA...
4.82/ 5 (91)
YAHUDI : " ISIS WAHABI ITU ANJING PELIHARAAN KAMI, MUSUH MEREKA ADALAH SUNNI DAN SYI'AH JADI MANA MAU ANJING MENGGIGIT TUANNYA...
4 Dari 5 BINTANG

Bukti Ibnu Taimyah Sepakat dgn Imam Syafi'i membagi dua bid'ah

Bukti Ibnu Taimyah Sepakat dgn Imam Syafi'i membagi dua bid'ah
Berikut ini adalah tulisan Ibnu Taimiyah dalam membagi bid’ah kepada 2 bagian tersebut dalam kitab karyanya berjudul “Muwafaqah Sharih al-MMa’qul Li Shahih al-Manqul”, silahkan dicek…..!!!
Kitab : “Muwafaqah Sharih al-MMa’qul Li Shahih al-Manqul”
Penulis : Ibnu taymiyah
Halaman : 144 – 145
Tarjamah :  ” Berkata Imam Syafi’i ra. : Bidah terbagi menjadi dua, (1) bidah yang menyalahi perkara yang wajib atau sunnah atu ijma atau atsar sebagian para sahabat maka  ini disebut Bid’ah dlolalah. (2)  sedangkan Bid’ah yang bidah yang tidak menyalahi (sesuai) dengan perkara yang wajib atau sunnah atu ijma atau atsar sebagian para sahabat maka  ini disebut Bid’ah hasanah.
BACA JUGA :
Bukti Bid'ah hasanah di zaman Khalifah
Hadis Sahih Bid'ah Hasanah
Bukti Ibnu Taimyah Sepakat dgn Imam Syafi'i membagi dua bid'ah

Bukti Ibnu Taimyah Sepakat dgn Imam Syafi'i membagi dua bid'ah

Berikut ini adalah tulisan Ibnu Taimiyah dalam membagi bid’ah kepada 2 bagian tersebut dalam kitab karyanya berjudul  “Muwafaqah Sharih al...
4.82/ 5 (91)
Berikut ini adalah tulisan Ibnu Taimiyah dalam membagi bid’ah kepada 2 bagian tersebut dalam kitab karyanya berjudul  “Muwafaqah Sharih al...
4 Dari 5 BINTANG

Bukti Taubatnya Imam Besar Wahabi Dari Aqidah Yahudi


Taubatnya imam besar wahabi dari aqidah yahudi1Taubatnya imam besar wahabi dari aqidah yahudi
Dengan kajian ini dapatlah kita memahami bahawa sebenarnya
akidah Wahhabiyah antaranya :
1-Allah duduk di atas kursi.
2-Allah duduk dan berada di atas arasy.
3-Tempat bagi Allah adalah di atas arasy.
4-Berpegang dengan zohir(duduk) pada ayat "Ar-Rahman ^alal Arasy Istawa".
5-Allah berada di langit.
6-Allah berada di tempat atas.
7-Allah bercakap dengan suara.
8-Allah turun naik dari tempat ke
tempat dan selainnya daripada akidah kufur.
AKIDAH WAHABI SAMA DENGAN AKIDAH YAHUDI :
Dalam kitab Yahudi Safar Al-Muluk Al-Ishah 22 Nomor 19-20, Yahudi
menyatakan akidah kufur di dalamnya :
ﺭﺃﻳﺖ ﺍﻟﺮﺏ ﺍﻟﺮﺏ ﻗﺪ ﺇﺫﺍً ﻛﻼﻡ ﻓﺎﺳﻤﻊ ﻗﺎﻝ
ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﺟﻨﺪ ﻛﻞ ﻭ ﻛﺮﺳﻴﻪ ﻋﻠﻰ ﺟﻻﺴًﺎ
ﻳﺴﺎﺭﻩ ﻋﻨﻴﻤﻴﻨﻪ ﻋﻦ ﻟﺪﻳﻪ ﻭ ﻭﻗﻮﻑ
“Berkata : Dengarkanlah engkau kata-kata Tuhan,telah ku lihat
Tuhan duduk di atas kursi dan ke semua tentera langit berdiri di sekitarnya kanan dan kiri” .
- Ibnu Taimiah ikut Membantu
Yahudi Menyebarkan Akidah Yahudi ” Allah Duduk ” : Dalam kitab Ibnu Taimiah
Majmu Fatawa Jilid 4 /374 : “Sesungguhnya Muhammad Rasulullah, Tuhannya
mendudukkannya diatas arasy bersamaNya”.
sebenarnya Ibnu Taimiah telah bertaubat daripada akidah
sesat tersebut dengan mengucap dua kalimah syahadah serta
mengaku sebagai pengikut Asyairah dengan katanya "saya golongan Asy'ary".

Syeikhul Islam Imam Al-Hafiz As-Syeikh Ibnu Hajar Al-Asqolany
yang hebat dalam ilmu hadith dan merupakan ulama hadith yang
tsiqah dan pakar dalam segala ilmu hadith dan merupakan pengarang
kitab syarah kepada Sohih Bukhari berjudul Fathul Bari
beliau telah menyatakan kisah taubat Ibnu taimiah ini serta
tidak menafikan kesahihannya dan ianya diakui olehnya sendiri
dalam kitab beliau berjudul Ad-Durar Al-Kaminah Fi 'ayan Al-
Miaah As-Saminah yang disahihkan kewujudan kitabnya
oleh ulama-ulama Wahhabi juga termasuk kanak-kanak Wahhabi di
Malaysia ( Mohd Asri Zainul Abidin).
Kenyatan bertaubatnya Ibnu Taimiah dari akidah sesat tersebut
juga telah dinyatakan oleh seorang ulama sezaman dengan
Ibnu Taimiah iaitu Imam As-Syeikh Syihabud Din An-Nuwairy  wafat 733H.
Ini penjelasannya :
Berkata Imam Ibnu Hajar Al-Asqolany dalam kitabnya berjudul
Ad-Durar Al-Kaminah Fi "ayan Al-Miaah As-Saminah cetakan 1414H
Dar Al-Jiel juzuk 1 m/s 148 dan Imam As-Syeikh Syihabuddin An-Nuwairy wafat 733H cetakan
Dar Al-Kutub Al-Misriyyah juzuk 32 m/s 115-116 dalam kitab berjudul
Nihayah Al-Arab Fi Funun Al-Adab :
1. "Dan para ulama telah mendapati skrip yang telah
ditulis oleh Ibnu Taimiah yang telahpun diakui akannya sebelum
itu (akidah salah ibnu taimiah sebelum bertaubat) berkaitan
dengan akidahnya bahawa Allah ta'ala berkata-kata dengan suara,
dan Allah beristawa dengan arti yang hakiki (iaitu duduk) dan
selain itu yang bertentangan dengan Ahl Haq (kebenaran)".
Saya mengatakan : Ini adalah bukti dari para ulama islam di zaman Ibnu Taimiah
bahawa dia berpegang dengan akidah yang salah sebelum
bertaubat daripadanya antaranya Allah beristawa secara hakiki iaitu duduk.

2." Telah berkata Ibnu Taimiah dengan kehadiran
saksi para ulama: ' Saya golongan Asy'ary' dan mengangkat kitab Al-
Asy'ariyah di atas kepalanya ( mengakuinya)".

3.Terjemahan khot tulisan Ibnu Taimiah dihadapan para ulama
islam ketika itu dan mereka semua menjadi saksi kenyataan
Ibnu Taimiah : " Dan yang aku berpegang mengenai firman Allah 'Ar- Rahman diatas Arasy istawa'
adalah sepertimana berpegangnya jemaah ulama islam,
sesungguhnya ayat tersebut bukan bererti hakikatnya(duduk) dan
bukan atas zohirnya dan aku tidak mengetahui maksud sebenar-
benarnya dari ayat tersebut bahkan tidak diketahui makna
sebenr-benarnya dari ayat tersebut kecuali Allah.
Telah menulis perkara ini oleh Ahmad Ibnu Taimiah".[tertanda ibnu taimiah]

berkata Imam Nuwairy seperti yang dinyatakan juga oleh Imam Ibnu Hajar Al-
Asqolany : " Dan aku antara saksi bahawa Ibnu Taimiah telah
bertaubat kepada Allah daripada akidah yang salah pada empat
masaalah akidah yang telah dinyatakan, dan Ibnu Taimiah
telah mengucap dua kalimah syahadah(bertaubat daripada
akidah yang salah pernah dia pegangi terdahulu)".

Golongan Wahhabiyah sehingga ke hari ini masih berakidah dengan
akidah yang salah ini iaitu menganggap bahawa Istiwa Allah
adalah hakiki termasuk Mohd Asri Zainul Abidin yang mengatakan
istawa bermakna duduk cuma bagaimana bentuknya bagi Allah
kita tak tahu. lihat dan dengar sendiri Asri sandarkan DUDUK
bagi Allah di : http://abu-syafiq.blogspot.com/2007/06/asri-menghidupkan-akidah-
yahudi-allah.html .
Sedangkan ibnu Taimiah telah bertaubat dari akidah tersebut.

ULAMA-ULAMA YANG MENYATAKAN DAN MENYAKSIKAN
KISAH TAUBATNYA IBNU TAIMIAH.
Selain Imam Ibnu Hajar Al-Asqolany dalam kitabnya berjudul
Ad-Durar Al-Kaminah Fi "ayan Al-Miaah As-Saminah cetakan 1414H
Dar Al-Jiel juzuk 1 m/s 148 dan Imam As-Syeikh Syihabuddin
An-Nuwairy wafat 733H cetakan Dar Al-Kutub Al-Misriyyah juzuk
32 m/s 115-116 dalam kitab berjudul Nihayah Al-Arab Fi
Funun Al-Adab yang menyatakan kisah taubat Ibnu Taimiah ramai
lagi ulama islam yang menyaksikan dan menceritakan
kisah pengakuan tersebut antaranya lagi :
-As-Syeikh Ibnu Al-Mu'allim wafat tahun 725H dalam kitab Najmul
Muhtadi Wa Rojmul Mu'tadi cetakan Paris nom 638.
-As-Syeikh Ad-Dawadai wafat selepas 736H dalam kitab Kanzu
Ad-Durar - Al0Jam'-239.
-As-Syeikh Taghry Bardy Al-Hanafi bermazhab Hanafiyah wafat 874H
dalam Al-Minha As-Sofi m/s576 dan beliau juga menyatakan
sepertimana yang dinyatakan nasnya oleh Imam Ibnu Hajar Al- Asqolany dalam
kitabnya yang lain berjudul An-Nujum Az-Zahirah Al-Jami' 580.
Bukti Taubatnya Imam Besar Wahabi Dari Aqidah Yahudi

Bukti Taubatnya Imam Besar Wahabi Dari Aqidah Yahudi

Dengan kajian ini dapatlah kita memahami bahawa sebenarnya akidah Wahhabiyah antaranya : 1-Allah duduk di atas kursi. 2-Allah duduk d...
4.82/ 5 (91)
Dengan kajian ini dapatlah kita memahami bahawa sebenarnya akidah Wahhabiyah antaranya : 1-Allah duduk di atas kursi. 2-Allah duduk d...
4 Dari 5 BINTANG

Sony Nur PROFIL ADMIN

Sony Nur adalah Ustad Blogger dari
Surabaya, Jawa Timur
Indonesia
Follow Sony Nur Di Dan

Theme designed by Damzaky - Published by Proyek-Template
Powered by Blogger
-->